29/11/2018

Jenis-jenis Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial

a. Penyimpangan Primer dan Sekunder Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai pola-pola perilaku tertentu. Ada kalanya manusia berperilaku sesuai dengan kehendak umum, tetapi di lain waktu bertindak menentang atau tidak sesuai dengan kehendak umum. Oleh karena itu, dikenal dua jenis penyimpangan sosial, yaitu penyimpangan sosial primer dan penyimpangan sosial sekunder. 

1) Penyimpangan Sosial Primer
Penyimpangan sosial primer adalah penyimpangan yang bersifat sementara (temporer). Orang yang melakukan penyimpangan primer masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya karena tidak secara terus-menerus melanggar norma-norma umum.
Contoh:
Pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas. 



2) Penyimpangan Sosial Sekunder
Penyimpangan sosial sekunder adalah penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sanksi telah diberikan kepadanya sehingga para pelaku secara umum dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang.
Contoh:
Seseorang yang peminum dan pemabuk minuman keras di mana pun ia berada akan dibenci orang.

b. Penyimpangan Individu dan Kelompok 

Berdasarkan jumlah individu yang terlibat dalam perilaku menyimpang maka penyimpangan sosial menurut Drs. Kuswanto dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut. 
1) Penyimpangan Individu
Penyimpangan dilakukan sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Hanya satu individu yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma umum yang berlaku. Perilaku seperti ini secara nyata menolak norma-norma yang telah diterima secara umum dan berlaku dalam waktu yang relatif lama.

2) Penyimpangan Kelompok 
Penyimpangan kelompok terjadi apabila perilaku menyimpang dilakukan bersama-sama dalam kelompok tertentu. Perilaku menyimpang kelompok ini agak rumit sebab kelompokkelompok tersebut mempunyai nilai-nilai, norma-norma, sikap, dan tradisi sendiri. Fanatisme anggota terhadap kelompoknya dapat menyebabkan mereka merasa tidak melakukan perilaku menyimpang. Penyimpangan kelompok lebih berbahaya bila dibandingkan dengan penyimpangan individu.
Contoh:
* Kelompok (geng) kejahatan terorganisir yang melakukan penyelundupan dan perampokan.
 * Kelompok pengacau keamanan dengan tujuan-tujuan tertentu (teroris).
* Kelompok yang ingin memisahkan diri dari suatu negara (separatis).

Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial

Bentuk perilaku menyimpang itu antara lain penyalahgunaan narkotika, perkelahian pelajar, perilaku seksual di luar nikah, dan sebagainya.

a. Penyalahgunaan Narkotika
Sebelum menguraikan bahaya sebagai akibat penyalahgunaan narkotika,untuk jelasnya kita awali dengan meninjau khasiat narkotika dari segi medis. Narkotika itu khasiat utama sebagai analgetika, yaitu mengurangi rasa sakit dan penenang yang hanya digunakan di rumah sakit dan untuk orang yang menderita sakit yang sudah tidak tahan lagi. Misalnya sakit kanker atau diberikan kepada orang-orang yang akan mengalami operasi.

Di samping khasiat utama seperti yang tersebut di atas narkotika juga menimbulkan efek yang disebut halusinasi (khayalan), impianyang indah-indah atau rasa nyaman. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan sekelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan narkotika, meskipun tidak menderita sakit apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadi penyalahgunaan obat (narkotika). Bahaya-bahaya yang bila menggunakan narkotika yang tidak sesuai dengan peraturan, yang timbul adalah adanya ”addiksi” = ketergantungan obat (ketagihan).

Addiksi adalah suatu keracunan obat yang bersifat kronik atau periodik sehingga kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya sendiri maupun masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan narkotika, pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal, lama kelamaan penggunaan obat menjadi kebiasaan (habituasi), setelah biasa menggunakan kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini akhirnya menjadi dependensi (ketergantungan), merasa tidak dapat hidup tanpa narkotika.

Adapun gejala-gejala diri korban ketergantungan obat narkotika menurut Kuswanto menunjukkan hal-hal sebagai berikut.
1) Tingkah laku yang tidak dapat diterima oleh masyarakat yang ada di sekelilingnya, bertindak semaunya sendiri, indisipliner, sering berdusta, membolos sekolah, terlambat bangun pagi, ingin selalu ke luar rumah, menghabis-habiskan makanan di rumah tanpa mengingat anggota keluarga yang lain.
2) Pada proses yang lebih tinggi, kenakalan meningkat sampai mau mengambil barang berharga (mencuri).
3) Pada dosis yang tinggi penderita merasa dirinya paling tinggi, paling hebat, merasa kuat dan sanggup melakukan apa saja.
4) Pada saat efek mulai menurun penderita sangat gelisah, merasa diancam, dikejar-kejar ingin menyakiti dirinya sendiri sampai bunuh diri atau membunuh orang lain. Reaksi demikian inilah yang dinamakan ketergantungan obat, yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun masyarakat.

b. Perkelahian Pelajar
Perkelahian antarpelajar dapat merusak dan memperlemah persatuan dan kesatuan para pelajar di samping merusak nilai-nilai sosial. Peranan organisasi pelajar seperti OSIS, Palang Merah Remaja, Pramuka, dan lain-lain sangat penting di dalam pembentukan sikap dan tingkah laku para pelajar. Melalui organisasi-organisasi pelajar kita kembangkan kreativitas dan efektivitas kaum pelajar. Apabila terjadi masalah, selesaikan dengan musyawarah. Kita selesaikan menurut jalur musyawarah atau jalur hukum, jangan menggunakan kekuatan fisik untuk menyelesaikan.



c. Perilaku Seksual di Luar Nikah
Perilaku seksual di luar nikah terjadi sebagai akibat masuknya kebudayaan barat. Perilaku seksual di luar nikah sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun nilai-nilai sosial pada masyarakat Indonesia. Masuknya paham ”Children Of God” sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat . Karena pada dasarnya Children Of God (COG) merupakan free sex di luar nikah menurut ajaran agama adalah dosa besar.

Ingat!!!
Perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkotika, perkelahian pelajar, dan perilaku seksual di luar nikah semuanya merupakan problem sosial menyangkut hal-hal yang berlawanan dengan nilainilai dalam masyarakat. Masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan penyimpangan tersebut. Sehubungan dengan problem-problem tersebut, kuatkan mental dan iman Anda sebagai pelajar. Carilah teman yang baik, carilah kegiatan yang bersifat positif,berolahragalah agar jasmani dan rohani menjadi kuat, pelajarilah dan tingkatkan pengetahuan agama Anda masing-masing!

***
Sumber referensi:
Ruswanto. 2009. Sosiologi  : SMA / MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda