Simak!! Tiga Faktor Yang Ikut Mendorong Beringasnya Siswa Terhadap Guru
MESKI sudah berulang kali dikritik dan bahkan dicela, perilaku beringas siswa terhadap guru terus terjadi. Perlakuan kasar terhadap pahlawan tanpa tanda jasa itu pun semakin menjadi hingga berbentuk perlakuan kasar dan serangan fisik.
Siswa memegang kerah baju guru (nakita.id)
Berikut beberapa insiden perlakuan tercela murid terhadap guru di beberapa daerah di Indonesia, belakangan ini:
1. Marah Setelah Gawai Disita
Akun Facebook Yuni Rusmini, Kamis (21/2), mengunggah video perilaku kasar siswa setelah gawainya disita sang guru. Dalam video tersebut, terlihat seorang murid memaki menggunakan bahasa Jawa dan "HP-ku endi?!" ujarnya kepada sang guru. Menanggapi sang murid, guru tersebut tampak mencoba tetap bersikap tenang dan menyuruh muridnya untuk memanggil orangtua jika ingin gawai tersebut ingin dikembalikan. Merasa tak terima, siswa tersebut malah makin menantang dan melakukan gerakan seolah ingin bertarung dengan gurunya tersebut.
2. Murid Menarik kerah Baju Guru
Peristiwa keberingasan siswa juga terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Seorang siswa laki-laki yang mengenakan seragam pramukamengamuk ketika ditegur gurunya agar tidak merokok di dalam kelas. Di dalam video itu, murid tersebut sempat beberapa kali melawan dengan menarik kerah baju gurunya. Tak hanya itu, dia juga sempat memegang kepala sang guru. Di dalam kelas juga terdapat banyak siswa lainnya namun tidak ada satupun yang bertindak membela sang guru, bahkan mereka ikut menertawai aksi tercela itu. Video ini viral pada tanggal 9 Februari 2019.
3. Siswa Berkata Kotor
Video ini merupakan video yang diduga terjadi di Jakarta dan sempat ramai di Instagram dan Facebook. Video yang diunggah oleh akun @fakta.indo pada Sabtu (9/2) itu memperlihatkan seorang siswa yang tengah merekam seorang guru yang sedabg berbincang dengan murid lainnya. Siswa yang memegang gawai tersebut lantas berteriak dan menanyai gurunya tentang kata kotor yakni alat vital perempuan merupakan kata yang kasar atau tidak. Dalam video tersebut, guru itu tak menghiraukan pertanyaan dari muridnya. Merasa kesal, siswa tersebut pun meneriaki gurunya dengan kata kotor yakni alat vital pria dan juga menyebut guru tersebut dengan nama binatang.
Melihat banyaknya perilaku keberingasan siswa terhadap guru, pemerhati pendidikan Dr. Syamsi Setiadi, menilai jika faktor ekonomi maupun demografi tidak menjadi faktor penentu. Syamsi yang juga Wakil Dekan 3 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta menyebut tiga faktor yang justru penyebab. "Jadi proses pembelajaran di kelas ini tidak bisa dilihat dari satu sisi. Beberapa hal yang memungkinkan kita dapat melihat perilaku sosial anak terhadap guru pertama adalah problem karakter yang terbentuk di rumah. Kedua perkawanan atau pertemanan. Kemudian yang ketiga tontonan," ungkapnya.
Mengenai pembentukan karakter di rumah, ia juga melihat banyaknya orang tua yang tidak menanamkan penghargaan terhadap profesi guru. Malah mereka ikut merendahkan karena stigma profesi guru yang tidak berpenghasilan tinggi.
"Mungkin sentuhan dirumah yang kurang intens dari orangtua sehingga mereka menganggap bahwa ketika berada di sekolah guru itu mungkin lebih rendah secara ekonomi dibanding dia. Tetapi kalah dari sisi guru tersendiri beberapa yang saya lihat guru ini harusnya memperlihatkan kewibawaannya dikelas. Kewibawaan ini terbentuk dari kemampuan dia menguasai materi, kelas, dan manajerial kelas yang baik," lanjutnya.
Syamsi juga mengatakan bimbingan konseping maupun harian merupakan hal yang penting dilakukan dan juga orangtua harus bisa berkomunikasi dengan gurunya, sehingga nantinya jika hal ini terjadi lagi orangtua dapat ikut bertanggung jawab atas perilaku anaknya. "Tidak mungkin orangtua menyerahkan sepenuhnya dan ingin membentuk sang anak disekolah saja. Itu merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin," tutupnya. (M-1)
***
Artikel ini telah tayang di MediaIndonesia.com dengan judul Tiga Faktor Yang Ikut Mendorong Beringasnya Siswa Terhadap Guru



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda