20/12/2015

Makalah Lengkap Sosiologi Organisasi



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.                      Latar Belakang Masalah
Pada umumnya manusia yang hidup sekarang ini terlahir sebagai sebuah individu atau seorang diri, namun dalam perjalanan hidupnya manusia harus berkelompok atau hidup dalam masyarakat. Manusia tak bisa hidup berdiri sendiri dan selalu bergantung pada orang lain. Bahkan sejak masih bayi manusia sudah membutuhkan orang lain, yaitu orang tua untuk mengasuhnya. Dalam hubungannnya dengan manusia lain, manusia berinteraksi dengan lingkungannya dan dengan naluri untuk kehidupan bersama yang manusia miliki.
Naluri untuk kehidupan bersama ini juga dilandaskan oleh rasa atau hasrat manusia untuk selalu berada dalam kesatuan dengan orang lain. Disamping itu juga manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya baik berupa kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohaninya yaitu kebutuhan sosial. Oleh karena itu dalam kehidupannya manusia selalu berkaitan dengan alam atau sekelilingnya dan juga selalu berhubungan dengan manusia lain dalam lingkungannya yaitu masyarakat.

Dewasa ini setiap individu manusia sudah sangat familiar dengan organisasi. Baik itu berupa organisasi politik, organisasi pemerintahan, organisasi bisnis, dan organisasi lainnya. Dan dapat dipahami bahwa semua organisasi-organisasi tersebut menjadi terstruktur dalam sebuah sistem dari induk organisasi besar yaitu masyarakat. Nah, karena setiap manusia mempunyai hasrat, keinginan, dan kebutuhan yang berbeda dengan manusia yang lainnya, maka sering kali dalam hubungannya memamfaatkan organisasi untuk mempermudah pencapaian yang diinginkannya. Hal ini tidak hanya terjadi dalam organisasi politik, organisasi pemerintahan , tetapi juga pada banyak organisasi lainnya.
Oleh sebab ini lah sekarang muncul banyak stigma dalam masyarakat mengenai kehidupan organisasi dan sebahagian besarnya menganggap negative tentang sebuah organisasi. Dan tak bisa dipungkiri juga, banyak masyarakat sekarang tidak mengerti lagi akan pentingnya organisasi. Padahal dalam dunia Islam, setiap manusia dituntun untuk selalu berorganisasi. Hal ini terlihat jelas sebagaimana yang diriwayatkan oleh seorang perawi hadist, Abu Daud, yaitu sebagai berikut ,
“ Ketika tiga orang atau lebih pergi dalam suatu perjalanan, pilihlah seorang pemimpin diantara kamu” (HR. Abu Daud)
Hal inilah yang menunjukkan bahwa Islam secara tidak langsung telah menganjurkan setiap manusia untuk membentuk organisasi dan hidup dalam organisasi, hal ini terlihat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari tiga orang manusia untuk memilih salah satunya dijadikan pemimpin.

1.2.                      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar berlakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan organisasi ?
2.      Bagaimana pengertian organisasi dalam pandangan Islam ?
3.      Bagaimanakah kriteria seorang pemimpin organisasi yang dituntun oleh Islam ?
4.      Bagaimana manajemen organisasi yang sesuai dengan kaedah Islam?
  

1.3.                      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui definisi organisasi
2.      Mengetahui dan memahami pengertian organisasi dalam perspektif Islam
3.      Mengetahui kriteria seorang pemimpin dan manajemen organisasi yang sesuai dengan kaedah atau tuntunan dalam dunia Islam






BAB  II
PEMBAHASAN

2.1.     Definisi Organisasi
            Setiap organisasi baik itu berupa organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan  maupun organisasi lainnya selalu mempunyai visi, misi, dan tujuan.
·                     Visi adalah cita-cita. 
·                     Misi adalah bidang garap dan cita-cita. 
·                     Tujuan adalah kongkritisasi atau target terukur pencapaian visi dan misi organisasi di dalam suatu kurun waktu tertentu. 
Secara etimologi kata organisasi berasal dari bahasa latin yaitu organizare, kemudian dalam bahasa (inggris)organisasi diistilahkan dengan kata organize yang berarti membentuk suatu kebulatan dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lainnya.
Menurut steven P.Robbin pengertian dari organisasi adalah suatu unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja terdiri dari dua orang atau lebih yang berfungsi dan berwenang untuk mengerjakan usaha mancapai tujuan yang yang telah ditentukan. Sedangkan Gibson mendefinisikan organisasi sebagai kesatuan yang memungkinkan masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu yang tida dapat dicapai individu secara perorangan. Sementara menurut Hasibuan berdasarkan pendekatan teori klasik (tradisional), dia mengatakan bahwa organisasi sangat memperhatikan pembagian kerja , spesialisasi dan standarisasi dalamm mendesan organisasi, sehingga yang dibentuk dapat efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa pendapat tokoh mengenai organisasi maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dikatakan sebuah organisasi yaitu sebuah perkumpulan dari beberapa orang yang terspesialisasi dalam bidang tertentu dan berkerja sama untuk mencapai setiap tujuan dari organisasi secara bersama-sama. Dan perlu dipahami bahwa pada intinya organisasi adalah interaksi antar orang dalam sebuah wadah untuk mencapai tujuan bersama.

2.2.     Organisasi dalam pandangan Islam
            Seperti diketahui organisasi pada intinya adalah interaksi antara beberapa orang dalam sebuah wadah untuk melakukan sebuah tujuan yang sama. Namun dalam Islam, organisasi dipandang dengan sisi yang berbeda. Dimana organisasi merupakan suatu kebutuhan dan sangat penting . Organisasi tidak hanya diartikan semata-mata sebagai wadah perkumpulan beberapa orang dengan cita-cita dan tujuan bersama. Hal ini dikarenakan organisasi itu memiliki dua pengertian.  Pertama, yaitu organisasi sebagai wadah atau tempat, dan kedua  organisasi memiliki makna sebagai proses yang dilakukan secara bersama-sama, dengan landasan yang sama, tujuan yang sama, dan juga dengan cara-cara yang sama.
Dalam Islam secara tidak langsung setiap manusia dituntun untuk berorganisasi dan hidup dalam struktur yang terorganisasi dengan baik. Hal ini sesuai dengan yang terdapat dalam salah satu kutipan hadist, dimana setiap manusia yang terdiri dari tiga orang misalnya ketika dalam suatu perjalanan maka dianjurkan untuk memilih salah satu diantara mereka untuk menjadi seorang pemimpin bagi mereka. Secara logika kita berpikir bahwa untuk jumlah orang yang sedikit begitu, tidak perlu seorang yang memimpin, karena semuanya biasa diatasi bersama. Namun kita tak pernah menduga bahwa dalam Islam telah diprediksikan bahwa setiap manusia ini mempunya hasrat, rasa, kepentingan dan kebutuhan yang berbeda dengan yang lainnya. Karena kebutuhan dan kepentingan yang berbeda tersebut, seseorang sering kali mengabaikan atau bahkan menindas yang lainnya demi mencapai yang diinginkannya.
Oleh karena itu Islam menganjurkan hal tersebut yaitu memilih pemimpin untuk setiap kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari dua orang. Karena jika telah ada seorang pemimpin diantara ketiganya itu telah memberikan sebuah struktur yang ada orang mengorganisasikannya dengan baik, khususnya dalam mencapai tujuannya.
2.3.     Kriteria seorang Pemimpin Organisasi yang Dituntun Oleh Islam
            Dalam perspektif Islam, setiap manusia yang terlahir kedunia ini diperuntuk untuk menjadi seorang pemimpin dimuka bumi ini. Tidak hanya untuk makhluk hidup lainnya yang ada dibumi ini, namun juga menjadi pemimpin bagi sesamanya guna pencapaian tujuan bersama.
Secara umum dalam Islam memberikan gambaran atau kriteria seseorang pemimpin yang baik, antara lain yaitu sebagai berikut :
1.                  Memiliki sifat fathanah atau akal yang cerdas. Akal yang cerdas sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya terutama dalam pengambilan keputusan secara bijaksana.Hal ini di karenakan tak jarang karena pemimpin yang kurang cerdas dalam sebuah organisasi, khususnya dalam mengambil setiap kebijakan yang berhubungan dengan masyarakat banyak menimbulkan kekacauan dan keresahan bagi masyarakat sebagai lingkungan hidup organisasi.
2.                  Memiliki sikap amanah yang tinggi. Amanah adalah sifat yang harus dimiliki oleh siapa saja terutama sebagai seorang pemimpin. Amanah mempunyai makna yaitu dapat sipercaya atau terpercaya. Seseorang yang memiliki iman yang tinggi maka sikap amanahnya juga tinggi. Bahkan sebagai masyarakat kita bisa mengukur jika semakin tinggi keimanan seseorang maka itu akan semakin amanah. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang meegaskan bahwa tidak bolehnya kita melanggar atau mengkhianati amanah-amanah yang telah Allah berikan. QS Al Anfal: 27 “ Hai orang-orang yang beriman, jangalah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”  
3.                  Memiliki sifat as shiddiq atau jujur dalam bertindak. Sebagai seorang pemimpin mesti memiliki sifat jujur, jujur pada dirinya sendiri dan terlebih lagi jujur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, termasuk jujur dalam menerima Amanah dari Allah.  
4.                  Seorang pemimpin mesti memiliki sifat yang rela berkorban yang tinggi. Seorang pemimpin haruslah memiliki keyakinan yang tinggi akan janji Allah bahwa Allah akan membalas setiap orang yang berkorban khususnya dalam kemaslahatan umat yang banyak. Maka oleh karena itu orang yang memiliki sikap kepekaan yang tinggi yaitu rela berkorban maka itu merupakan ciri pemimpin yang baik.
2.4.     Manajemen Organisasi  Yang Sesuai Dengan Kaidah Islam
            Teori dan konsep manajemen yang digunakan saat ini sebenarnya bukan hal yang baru dalam perspektif Islam. Manajemen itu telah ada paling tidak ketika Allah menciptakan alam beserta isinya. Unsur-unsur manajemen dalam pembuatan alam serta makhluk-makhluknya lainnya tidak terlepas dengan manajemen langit. Ketika Nabi Adam diutus sebagai khalifah memimpin alam raya ini juga telah melaksanakan unsur-unsur manajemen tersebut.
             Secara umum ada lima konsep besar untuk mewujudkan organisasi yang kokoh. Kelima hal tersebut yaitu sebagai berikut :
a.       Pertama, untuk mewujudkan organisasi yang kokoh diperlukan adanya kesesuaian konsep antara perkataan dan perbuatan. Kesesuaian antara konsep perkataan dan pelaksanaan artinya tidak hanya lihai merumuskan ide yang tidak diiringi dengan amal nyata. Namun justru keduanya harus berjalan dengan sinergi antara konsep dan pelaksanaan.
b.      Kedua, memiliki birokrasi atau struktur yang jelas. Ciri dari organisasi yang kokoh adalah seluruh komponen di dalamnya saling menguatkan satu dengan yang lain. Kalau di ibaratkan rumah maka organisasi harus jelas siapa yang harus jadi tiang, jendela, atap, dan sebagainya. Artinya penempatan anggota kelompok organisasi harus sesuai dan tepat pada bidangnya.
c.       Ketiga, mengukur setiap tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam kerja-kerja organisasi. Dalam organisasi perlu memahami akan setiap tantangan yang akan dihadapi, Jika kita mengetahui ukuran tantangan itu, maka kita bisa membuat program yang bisa mengatasi tantangan tersebut. Kegagalan dalam mengukur tantangan yang akan dihadapi, akan mengakibatkan ketidakjelasan merumuskan tahap-tahap pelaksanaan amal sehingga bisa terjebak dalam suatu amal yang bersifat asal-asalan.
d.      Keempat, memiliki konsep perjuangan organisasi. Untuk membangun sebuah organisasi yang kokoh diperlukan adanya sebuah konsep perjuangan organisasi. Dan sebuah konsep perjuangan itu hendaknya sebuah konsep yang mengandung motivasi sert makna optimisme yang jauh dari konsep perjuangan yang ‘menakutkan’ (tidak realistis dan membuat komponen di dalamnya ragu dapat melaksanakannya atau tidak).
Selain kelima hal tersebut untuk mewujudkan organisasi yang  kokoh,di dalam organisasi juga diperlukan adanya ruuh (semangat) organisasi. Dan ruuh organisasi ditentukan oleh sistem yang ada dalam organisasi, kualitas sang pemimpin, sejauh mana organisasi mempunyai semangat kompetisi dengan yang lain serta sejauh mana memadukan semangat dan ilmu yang dimiliki.

BAB III
PENUTUP
3.1.     Kesimpulan
            Dari sejumlah pendapat tokoh-tokoh organisasi dapat kita pahami bahwa pada intinya organisasi itu merupakan interaksi antara beberapa orang dalam sebuah wadah untuk melakukan sebuah tujuan yang sama, dan dilakukan secara bersama-sama. Islam juga mempunyai cara pandang atau perspektif tersendiri mengenai organsasi. Dimana organisasi tidak hanya diartikan semata-mata sebagai wadah perkumpulan beberapa orang dengan cita-cita dan tujuan bersama, namun organisasi merupakan sesuatu yang penting bagi setiap makhluk manusia.
Dalam Islam secara tidak langsung setiap manusia dituntun untuk berorganisasi dan hidup dalam struktur yang terorganisasi dengan baik. Hal ini sesuai dengan yang terdapat dalam salah satu kutipan hadist, dimana setiap manusia yang terdiri dari tiga orang misalnya ketika dalam suatu perjalanan maka dianjurkan untuk memilih salah satu diantara mereka untuk menjadi seorang pemimpin bagi mereka. Hal ini juga memiliki makna bahwa setiap orang dianjurkan untuk membuat organisasi dan hidup dalam sebuah organisasi.
Selanjutnya untuk kriteria pemimpin yang baik dalam memimpin organisasi, Islam juga memberikan kriteria tertentu yang perlu dipahami oleh setiap manusia, seperti memiliki sikap amanah ( bisa dipercaya), fathanah (cerdas), jujur, dan lainnya. Dan untuk mewujudkan sebuah organisasi yang kokoh Islam juga memberikan gambaran bahwa untuk mewujudkannya diperlukan konsep pemimpin yang sikapnya antara perkataan dan perbuatannya sesuai, ada kader-kader yang militant, punya konsep organisasi yang jelas dan lain-lainnya.
3.2.     Saran
            Saat ini banyak kali organisasi yang berkembang dalam masyarakat. Namun karena tidak mengadopsi nilai-nilai yang dikandung oleh Islam, banyak organisasi sekarang yang mengarah kejalan yang negative dan tidak seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, sudah saatnya sekarang untuk setiap organisasi agar mengadopsi setiap nilai yang dikandung Islam, salah satunya dengan cara memahami organisasi dari sudut pandang atau perspektif Islam.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda