Kriteria Pemimpin dan Manajemen Organisasi Yang sesuai dengan Konsep Islam
Dalam
perspektif Islam, setiap manusia yang terlahir kedunia ini diperuntuk untuk
menjadi seorang pemimpin dimuka bumi ini. Tidak hanya untuk makhluk hidup
lainnya yang ada dibumi ini, namun juga menjadi pemimpin bagi sesamanya guna
pencapaian tujuan bersama.
Secara
umum dalam Islam memberikan gambaran atau kriteria seseorang pemimpin yang baik,
antara lain yaitu sebagai berikut :
1.
Memiliki sifat fathanah atau akal yang cerdas. Akal yang cerdas
sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya terutama
dalam pengambilan keputusan secara bijaksana.Hal ini di karenakan tak jarang
karena pemimpin yang kurang cerdas dalam sebuah organisasi, khususnya dalam
mengambil setiap kebijakan yang berhubungan dengan masyarakat banyak
menimbulkan kekacauan dan keresahan bagi masyarakat sebagai lingkungan hidup
organisasi.
2.
Memiliki sikap amanah yang tinggi. Amanah adalah sifat yang
harus dimiliki oleh siapa saja terutama sebagai seorang pemimpin. Amanah
mempunyai makna yaitu dapat sipercaya atau terpercaya. Seseorang yang memiliki
iman yang tinggi maka sikap amanahnya juga tinggi. Bahkan sebagai masyarakat
kita bisa mengukur jika semakin tinggi keimanan seseorang maka itu akan semakin
amanah. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang meegaskan bahwa tidak bolehnya kita
melanggar atau mengkhianati amanah-amanah yang telah Allah berikan. QS Al
Anfal: 27 “ Hai orang-orang yang beriman, jangalah kamu mengkhianati Allah dan
Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
3.
Memiliki sifat as shiddiq atau jujur dalam bertindak. Sebagai
seorang pemimpin mesti memiliki sifat jujur, jujur pada dirinya sendiri dan
terlebih lagi jujur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, termasuk jujur dalam
menerima Amanah dari Allah.
4.
Seorang pemimpin mesti memiliki sifat yang rela berkorban yang
tinggi. Seorang pemimpin haruslah memiliki keyakinan yang tinggi akan janji
Allah bahwa Allah akan membalas setiap orang yang berkorban khususnya dalam
kemaslahatan umat yang banyak. Maka oleh karena itu orang yang memiliki sikap
kepekaan yang tinggi yaitu rela berkorban maka itu merupakan ciri pemimpin yang
baik.
2.4. Manajemen Organisasi Yang Sesuai Dengan Kaidah Islam
Teori dan konsep manajemen yang digunakan saat
ini sebenarnya bukan hal yang baru dalam perspektif Islam. Manajemen itu telah
ada paling tidak ketika Allah menciptakan alam beserta isinya. Unsur-unsur manajemen
dalam pembuatan alam serta makhluk-makhluknya lainnya tidak terlepas dengan
manajemen langit. Ketika Nabi Adam diutus sebagai khalifah memimpin alam raya
ini juga telah melaksanakan unsur-unsur manajemen tersebut.
Secara
umum ada lima
konsep besar untuk mewujudkan organisasi yang kokoh. Kelima hal tersebut yaitu
sebagai berikut :
a.
Pertama,
untuk mewujudkan organisasi yang kokoh diperlukan adanya kesesuaian konsep antara
perkataan dan perbuatan. Dalam A-Quran setiap muslim yang beriman dianjurkan
untuk memahami dan melaksanakan hal tersebut. Selain itu, yang diwajibkan di
sini adalah orang-orang beriman bukan hanya satu orang beriman saja tetapi juga
untuk konsep orang yang banyak atau kejamaahannya yang dalam dunia akademik
diartikan sebagai keorganisasian. Kesesuaian antara konsep perkataan dan
pelaksanaan artinya tidak hanya lihai merumuskan ide yang tidak diiringi dengan
amal nyata. Namun justru keduanya harus berjalan dengan sinergi antara konsep
dan pelaksanaan. Organisasi itu harus mempunyai konsep cara bekerja. Bukan
hanya sekedar mempunyai kemampuan bekerja tetapi juga menguasai cara bekerja.
Penguasaan cara bekerja akan memudahkan bagaimana mencapai tujuan berkerja.
b.
Kedua, memiliki tipe juang
yang tinggi . Dalam Islam Allah SWT menyukai
mukmin yang berjuang dalam setiap bidang kehidupannya dan juga dalam jamaahnya
atau keorganisasian. Ciri dari oraganisasi yang kokoh adalah seluruh komponen
di dalamnya saling menguatkan satu dengan yang lain. Dapat dirinci, bahwa solidaritas
organisasi memiliki tiga ciri, yaitu: masing-masing komponen didalamnya bisa
menguatkan satu dengan yang lain, bersinergi dalam bekerja serta memiliki
program yang jelas, termasuk pembagian pelaksanaan program (pembagian potensi
dan pemanfaatan kemampuan). Dalam hal ini, diperlukan adanya ketepatan di dalam
penempatan orang. Kalau di ibaratkan rumah maka organisasi harus jelas siapa
yang harus jadi tiang, jendela, atap, dan sebagainya.
c.
Ketiga, mengukur
setiap tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam kerja-kerja organisasi. Dalam
organisasi perlu memahami akan setiap tantangan yang akan dihadapi, Jika kita
mengetahui ukuran tantangan itu, maka kita bisa membuat program yang bisa
mengatasi tantangan tersebut. Kegagalan dalam mengukur tantangan yang akan
dihadapi, akan mengakibatkan ketidakjelasan merumuskan tahap-tahap pelaksanaan
amal sehingga bisa terjebak dalam suatu amal yang bersifat asal-asalan.
Tantangan yang perlu diukur adalah semua tantangan baik dari dalam maupun luar
organisasi.
d.
Keempat,
memiliki konsep perjuangan organisasi. Untuk membangun sebuah organisasi yang
kokoh diperlukan adanya sebuah konsep perjuangan organisasi. Dan sebuah konsep
perjuangan itu hendaknya sebuah konsep yang mengandung motivasi sert makna
optimisme yang jauh dari konsep perjuangan yang ‘menakutkan’ (tidak realistis
dan membuat komponen di dalamnya ragu dapat melaksanakannya atau tidak).
e.
Kelima,
adanya kader-kader militan. Keberhasilan suatu perjuangan dalam organisasi juga
ditentukan dengan ada tidaknya kader-kader militan di dalamnya. Militan ini
terkait dengan makna komitmen, konsistensi, keseimbnagan), ketaatan serta
kecintaan. Karena memang amal yang baik dari seorang kader organisasi tidak
akan bisa terwujud tanpa lima hal di atas. Dan dengan memiliki kader yang
militan, amal-amal terbaik akan dihasilkan dalam organisasi.
Selain kelima hal tersebut untuk
mewujudkan organisasi yang kokoh,di dalam organisasi juga diperlukan adanya ruuh
(semangat) organisasi. Dan ruuh organisasi ditentukan oleh sistem yang ada
dalam organisasi, kualitas sang pemimpin, sejauh mana organisasa mempunyai
semangat kompetisi dengan yang lain serta sejauh mana memadukan semangat dan
ilmu yang dimiliki.
Label: Lainnya


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda