4 Hal Yang Perlu Dilakukan Agar Puasa Berjalan Sempurna
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh Umat Muslim untuk beribadah. Salah satu amalan utama dalam bulan Ramadhan adalah berpuasa.
Berpuasa bukan aktivitas ibadah sembarangan, ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Oleh sebab itu pula, para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqh. Dan kita perlu juga mengkaji ulang dan mempelajari terhadap apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Supaya ibadah yang kita kerjakan menjadi lebih sempurna.
1. Mengkaji Fiqh Seputar Puasa
Langkah ini sangat penting untuk dilakukan oleh kita yang berkeinginan ibadah kita berjalan sempurna. Mengetahui tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya, membuat kita semakin yakin dan istiqomah dalam beribadah. Dengan demikian, luangkanlah waktu dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah ilmu ibadah yang mulia.
2. Menjaga Pahala Puasa
Menjaga pahala puasa membutuhkan usaha yang maksimal. Bagaimana cara menjaga pahala puasa, antara lain, yaitu: menjalani sunnah-sunnah puasa, serta menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa.
Adapun sunnah-sunnah puasa, antara lain adalah mengakhirkan sahur sebagai persiapan untuk menjalani puasa seharian dan menyegerakan berbuka sebagai kebutuhan fitrah manusia yang harus diperhatikan. Sunnah yang sederhana ini adalah bagian dari kemudahan dan keindahan syariat Islam.
Selain itu, sunnah puasa lainnya adalah dengan berdoa sebelum dan saat berbuka, serta berbuka dengan seteguk air.
Menjaga pahala puasa juga dapat dilakukan dengan menjauhi segala sikap dan tindakan yang akan mengurangi keberkahan puasa kita, seperti: marah tiada guna, emosional, berdusta dalam perkataan, ghibah, maupun kemaksiatan secara umum, atau menyebarkan hoaks. Hal-hal semacam itu, selain dilarang secara umum bagi seorang muslim, juga akan mempengaruhi kualitas puasanya di hadapan Allah SWT. Maka oleh karena itu, patut untuk dihindari.
Rasulullah SAW telah memberikan teladan pada kita semua bagaimana beliau menghiasi hari-hari aRamadhannya dengan: Tadarus Tilawah, memperbanyak sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf di masjid pada sepuluh hari yang terakhir. Jika kita ingin merasakan Ramadhan yang berbeda dan begitu bermakna, tentu menjadi penting bagi kita untuk menghias Ramadhan kita dengan amal ibadah tersebut.
3. Menjaga Keistiqomahan Ibadah hingga akhir Ramadhan.
Bulan ramadhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai garis finishnya. Shalat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan.
Kesuksesan Ramadhan sangat bergantung dari keistiqomahan kita dalam menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga akhir Ramadhan tiba.
Agama kita kita yang indah pun seolah memberikan motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia. Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan ini.
Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda Aisyah dalam sebuah hadits. menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Ramadhan), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya [HR Bukhori & Muslim]
4. Memahami Hikmah dan Manfaat Puasa
Jika seorang memahami maksud, hikmah dan manfaat dari apa yang dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang hati. Maka begitu pula seorang yang berpuasa, ketika ia benar-benar mampu menghayati hikmah puasa, maka ibadah yang terlihat berat ini akan dijalani dengan penuh kekhusyukan dan hati yang ringan.
Apa saja hikmah dan manfaat Puasa? Diantara hikmah puasa antara lain adalah: madrasah atau tempat menempah ketakwaan dalam diri kita, sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum tattaqun .. (agar supaya engkau bertakwa.)
Tak hanya itu, hikmah puasa yang lainnya adalah menggugurkan dosa-dosa yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan, dan banyak pula disampaikan dalam ceramah-ceramah yang bertema Ramadhan. (baca juga: 5 Amalan utama di Bulan Ramadhan)
Dan hikmah yang berikutnya, tentu saja, bau mulut orang selama berpuasa dijadikan wewangian oleh Allah. Ini menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti. Sebagai mana Sabda Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi [HR. Bukhori].
Semoga bermanfaat dan kita mendapat predikat taqwa setelah melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Aminn


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda