18/02/2025

Catat! Jadwal Libur Sekolah dan Cuti Bersama 2025, Jangan Sampai Terlewat!


Pemerintah Indonesia telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Dengan adanya jadwal ini, masyarakat dapat merencanakan berbagai kegiatan, mulai dari liburan keluarga, perjalanan mudik, hingga menyiapkan momen spesial bersama orang terdekat.
Baca selengkapnya »

Label: ,

24/01/2025

Ini Contoh Rundown Acara Panen Karya, Lengkap!!



 RUNDOWN ACARA PANEN HASIL KARYA/PAMERAN

CALON GURU PENGGERAK - PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

ANGKATAN 11 KABUPATEN PIDIE ACEH

SABTU, 7 DESEMBER 2024

SEKOLAH SUKMA BANGSA PIDIE

(07.00 WIB - 11.20 WIB)

Baca selengkapnya »

Label:

23/01/2025

Contoh Tugas Proyek yang Mendukung Pembelajaran IPS



Berikut adalah proyek yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka untuk mendukung pembelajaran IPS kelas XI berdasarkan masing-masing mata pelajaran. Proyek-proyek ini juga dapat diintegrasikan ke dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5):

1. Sosiologi

Proyek: “Membangun Harmoni di Masyarakat”

  • Deskripsi: Siswa melakukan observasi terhadap kelompok sosial di sekitar mereka (komunitas lokal, sekolah, atau desa). Mereka menganalisis potensi konflik, menemukan cara-cara menjaga harmoni sosial, dan mempresentasikan hasilnya dalam bentuk laporan atau pameran.

  • Keluaran:

    • Laporan tertulis atau poster interaktif.

    • Simulasi pemecahan konflik dalam masyarakat.

  • Profil Pancasila: Bernalar kritis, bergotong royong.

Baca selengkapnya »

Label:

04/07/2024

Kontroversi Judi Online, Begini dalam Perspektif Agama dan Sosiologi



Dalam era digital yang semakin canggih, praktik perjudian online telah menjadi topik yang kontroversial di masyarakat. Dari sudut pandang agama dan sosiologi, fenomena ini menimbulkan pertanyaan yang mendalam tentang dampaknya terhadap individu dan masyarakat secara luas.

Baca selengkapnya »

Label: ,

04/11/2023

Nah, Ini Cara Mengejar Cowok dengan Elegan Tanpa Agresif!! Coco Banget bagi Cewek Introvert

 


Mengejar cinta crush alias cowok yang ditaksir adalah sesuatu yang bikin kita merasa tidak percaya diri.

Hal ini karena kita sering kali jadi merasa malu atau terkesan 'murahan' karena mendekati cowok duluan.

Padahal, mengejar cinta bukanlah sesuatu yang memalukan dan boleh dilakukan oleh siapapun, lho.

Nah, untuk kamu yang ingin mengejar cowok, meski dengan cara elegan, apalagi cowok itu impian banyak cewek lainnya. Pikirkanlah dua hal ini;

1) Sesuatu yang diinginkan oleh orang banyak, biasanya ia langka, dan sudah barang tentu mahal juga harga yang harus kamu bayar. Ini selaras dengan teori ekonomi, Hukum Demand-Supply, yang menyebutkan; "Semakin langka sesuatu, semakin banyak orang yang menginginkannya, dan semakin mahal harga."

Ini pula yang membuat playgirl dan playboy merajalela, hingga umur Indonesia yang udah 75 tahun ini.

2) Ia yang menarik biasanya tak akan mudah tertarik. Jadi berhentilah membuat ia tertarik, karena itu hanya membuat kamu dicap sebagai peroboh warisan leluhur yang sudah dipegang utuh secara turun temurun oleh nenek-nenek moyang kita, yakni; yang mencari sumur itu adalah timba" runtuh. Jadi jangan sampai kebalik y.

Udah itu aja

Label:

03/11/2023

Ternyata ini Yang Membuat Wanita Marah! Jarang Disadari oleh Para Laki-laki


Ketika kita sudah bersamanya, sudah berjanji sehidup semati, mengatakan i will do my best for u, and anything hikayat ular lainnya, tapi lupa memposisikan diri sebagai;

  1. Tukang cari duit
  2. Tukang belanja
  3. Tukang kebun
  4. Tukang antar jemput anak
  5. Tukang bersihin selokan
  6. Tukang angkat galon minum
  7. Tukang bersihin toilet
  8. Tukang kusuk

Nah, jika Anda sudah memposisikan diri dengan 8 hal di atas, maka perempuan manapun tidak akan marah dengan Anda. Ets, ada lagi, ini nihh...juga lupa sama sikap yang;

  1. Penurut
  2. Sabar
  3. Peka (Paham arti kata "terserah")
  4. De el el (banyak lah pokonya, yang intinya buat dia bahagia, ga marah)

Silakan dipraktekkan. 😁

Label:

02/11/2023

Bagaimana sih Membedakan Orang Berpendidikan dan Tidak Berpendidikan??

SAYA kira pertanyaan di atas sering ditanyakan dan kita dapati dalam lingkungan keseharian kita. Pertanyaan di atas memang sekilas nampaknya sederhana dan bisa dijawab dengan mudah, namun rupanya kalau dipikir secara seksama dan menelisik lebih dalam, maka susah juga menemukan jawabannya.


Beberapa orang dengan kacamata awamnya melihat, dan kemudian membedakan --hingga seterusnya membandingkan, bahwa tanda orang berpendidikan adalah gelar yang melekat pada nama belakangnya, atau jenjang sekolah yang ia tekuni sampai ke level paling tinggi misalnya.

Nah, kalau kita melihat dengan indikator begitu, maka jelaskan orang yang sekolah paling tinggi itulah paling berpendidikan, sebaliknya, yang tidak bersekolah itulah ia yang tidak berpendidikan.

Nyatanya dalam masyarakat, orang berpendidikan dan tidak berpendidikan tidak terlihat pada seberapa tinggi dan rendahnya ia bersekolah. Ada perbedaan yang sangat mencolok pada dua kutub golongan orang ini. Lantas dimanakah perbedaannya?? Baca tulisan ini sampai tuntas!!

Pertama, perbedaan penting antara orang berpendidikan dan tidak berpendidikan adalah pengetahuannya yang up-to-date. Ya, orang-orang berpendidikan memiliki akses yang lebih besar terhadap buku, jurnal, media online, dan sumber daya lainnya, yang pada ujungnya hal inilah yang membantu mereka memperoleh pengetahuan yang up-to-date dan mendalam tentang berbagai topik. Sehingga duduk dan berdiskusi dengan orang yang demikian membawa kita pada bertambahnya ilmu dan pengetahuan baru. Di samping itu,mereka juga cenderung memiliki keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis yang berkembang, yang ini disebabkan oleh kemampuan mereka yang gemar berpikir dan memakai daya guna otaknya untuk berpikir dan berefleksi. Maka itu, untuk orang yang tidak berpendidikan adalah kebalikan daripada yang kita sebut di atas.

Yang kedua, orang berpendidikan memiliki keterampilan yang lebih, tidak satu. Nah, pendidikan telah memberikan mereka keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja. Keterampilan ini termasuk kemampuan komunikasi yang efektif, keterampilan pemecahan masalah, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan berteknologi. Hal ini juga ada karena orang yang berpendidikan biasanya telah dilatih dalam mengembangkan dan menggunakan keterampilan ini, yang memungkinkan mereka beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Perbedaan lain, yang signifikan adalah kesempatan dan kualitas hidup. Orang yang berpendidikan umumnya memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga cenderung memiliki akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, perumahan yang layak, dan kesempatan pengembangan pribadi. Sebaliknya, orang yang tidak berpendidikan seringkali terjebak dalam pekerjaan yang berprospek rendah dan mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Meskipun perbedaan ini signifikan, penting kita untuk mengingat bahwa setiap individu unik dan memiliki potensi yang berbeda, terlepas dari tingkat pendidikannya. Banyak faktor lain, seperti keberuntungan, etnisitas, dan latar belakang sosial, juga memainkan peran dalam menentukan kesuksesan seseorang. Oleh karena itu, penting pula untuk kita tidak menggeneralisasi dan berasumsi bahwa semua orang dengan pendidikan tinggi lebih baik daripada mereka yang tidak berpendidikan. Nah!!

Label:

18/10/2023

Awal Mula Konflik Palestina dengan Israel

 Sejarah konflik antara Palestina dan Israel dimulai pada akhir abad ke-19 dengan munculnya gerakan nasionalisme di Eropa Timur. Pada saat itu, banyak orang Yahudi mengalami diskriminasi dan penindasan di berbagai negara Eropa. Sebagai respons terhadap hal ini, gerakan Zionisme muncul, yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah air mereka yang dijanjikan, yaitu tanah Palestina.



Pada tahun 1917, Inggris menerbitkan Balfour Declaration yang mendukung pendirian "tanah air nasional" bagi orang Yahudi di Palestina. Setelah berakhirnya Perang Dunia I, Inggris menguasai Palestina di bawah mandat Liga Bangsa-Bangsa. Namun, implementasi Balfour Declaration menimbulkan ketegangan antara penduduk Arab Palestina dengan imigran Yahudi yang semakin meningkat.


Selama dekade 1920-an dan 1930-an, konflik antara komunitas Arab dan Yahudi Palestina semakin meningkat, baik melalui bentrokan fisik maupun protes politik. Pada masa itu, kehadiran Yahudi Zionis di Palestina semakin bertambah, seiring dengan semakin banyaknya imigran Yahudi yang datang ke Palestina, terutama selama periode penindasan Nazi di Eropa selama Perang Dunia II.


Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusulkan pembagian Palestina menjadi dua negara independen, yaitu negara Yahudi dan negara Arab. Proposal ini diterima oleh pihak Yahudi, tetapi ditolak oleh Arab karena mereka merasa proposal ini tidak adil mengingat mayoritas penduduk Palestina adalah Arab. Tidak lama setelah itu, pada tahun 1948, Inggris mengakhiri mandatnya di Palestina dan Israel mengecap kemerdekaan.


Namun, di saat yang sama, terjadi perang antara negara-negara Arab sekitarnya dengan Israel, yang menyebabkan perang Arab-Israel Pertama. Perang ini berakhir dengan adanya gencatan senjata dan pembentukan perbatasan antara Israel dengan wilayah yang dikuasai oleh negara Arab, termasuk Gaza yang dikuasai oleh Mesir dan Tepi Barat yang dikuasai oleh Yordania.


Perang Arab-Israel Kedua meletus pada tahun 1967 setelah meningkatnya ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab. Dalam waktu singkat, Israel berhasil merebut wilayah Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur dari Mesir dan Yordania. Israel juga merebut wilayah Golan Heights dari Suriah. Perang ini dikenal dengan nama Perang Enam Hari.


Setelah perang ini, banyak pemukiman Israel didirikan di wilayah yang direbut, terutama di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Hal ini memicu kemarahan dan ketegangan antara penduduk Israel dan Palestina yang masih berlanjut hingga saat ini.


Selanjutnya, Perjanjian Oslo ditandatangani pada tahun 1993 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang mewakili rakyat Palestina. Perjanjian ini bertujuan untuk mencapai persetujuan damai dan pembentukan negara Palestina di wilayah yang diduduki oleh Israel. Namun, implementasi perjanjian ini terhenti karena serangkaian kekerasan dan kegagalan negosiasi.


Hingga saat ini, konflik Palestina-Israel masih berlanjut dengan saling serangan, pertempuran, dan pembangunan pemukiman yang terus berlangsung. Upaya perdamaian terus dilakukan oleh berbagai pihak tetapi masalah yang kompleks dan sensitif serta perbedaan pendapat yang dalam terus menghambat tercapainya solusi yang adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Label: ,

04/10/2023

Bijak Mengatur Keuangan di Usia Muda


Pada usia muda, banyak dari kita mungkin tidak terlalu memikirkan tentang keuangan. Masih terlalu muda untuk berpikir tentang tabungan, investasi, dan belanja cerdas. Namun, mengatur keuangan dengan bijak adalah keterampilan yang sangat penting yang harus dipelajari sejak dini. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa penting untuk bijak mengatur keuangan di usia muda dan bagaimana cara melakukannya.


Pertama-tama, mengatur keuangan dengan bijak di usia muda memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Kebiasaan yang dibentuk di usia muda akan membentuk pola pikir dan perilaku keuangan yang akan berdampak pada keuangan kita di masa depan. Dengan mempelajari keuangan sejak dini, kita dapat menghindari masalah keuangan seperti utang yang berlebihan, kesulitan mengelola pendapatan, dan kekurangan penyimpanan di kemudian hari.


Salah satu langkah pertama dalam mengatur keuangan di usia muda adalah membuat anggaran. Menyusun anggaran dengan baik adalah kunci dalam mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita hidup sesuai dengan kemampuan finansial kita. Ketahui berapa banyak pendapatan kita, termasuk uang saku, pekerjaan paruh waktu, dan bantuan dari orang tua. Setelah itu, tetapkan kategori pengeluaran yang jelas seperti transportasi, makanan, belanja, dan kebutuhan lainnya. Dengan demikian, kita dapat mengendalikan pengeluaran kita dan mengalokasikan dana dengan bijak.


Selanjutnya, penting juga sebagai individu muda untuk memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Terkadang kita tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya hanya keinginan semata, bukan kebutuhan yang mendesak. Memahami perbedaan ini akan membantu kita membuat keputusan belanja yang lebih rasional dan menghindari pemborosan yang tidak perlu. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak atau hanya keinginan sementara.


Saat ini, teknologi telah memudahkan akses kita ke informasi dan sumber daya keuangan. Manfaatkan dengan bijak sumber daya ini untuk meningkatkan pemahaman tentang keuangan dan investasi. Cari tahu cara mengelola uang dengan benar, strategi investasi yang dapat menghasilkan keuntungan, serta risiko dan manfaat setiap pilihan finansial. Pelajari tentang tabungan, investasi jangka panjang seperti saham atau reksa dana, dan kendaraan keuangan lainnya yang dapat membantu kita mencapai tujuan keuangan kita.


Selain itu, belajar dari pengalaman orang lain juga dapat sangat berharga. Beberapa orang mungkin telah melakukan kesalahan keuangan di masa lalu, dan pengalaman mereka dapat memberikan pengajaran berharga bagi kita. Berbicaralah dengan orang tua, saudara, atau mentor yang dapat memberikan wawasan dan saran tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijak. Menghindari kesalahan yang sama seperti yang mereka lakukan akan membantu kita membangun fondasi keuangan yang kuat di masa depan.


Terakhir, tetapkan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan keuangan mengarahkan kita untuk menghemat dan bekerja untuk mencapai apa yang kita inginkan secara finansial. Misalnya, tujuannya bisa berupa membeli mobil pertama, melanjutkan pendidikan di luar negeri, atau mempersiapkan dana pensiun. Dengan memetakan tujuan dan mengambil langkah konkret untuk mencapainya, kita akan lebih termotivasi untuk mengatur keuangan dengan bijak.


Mengatur keuangan dengan bijak di usia muda membutuhkan komitmen dan disiplin, tetapi manfaatnya jauh melebihi usaha yang dikeluarkan. Dengan mempelajari keuangan sejak dini, kita dapat menciptakan kehidupan finansial yang stabil dan bebas dari stres keuangan di masa depan. Jadilah bijak dalam mengelola pendapatan, belanja dengan cermat, dan investasikan uang dengan cerdas. Dengan demikian, kita dapat membangun masa depan keuangan yang kuat dan meraih kebebasan finansial yang diinginkan.

Label:

Fenomena Siswa yang Gandrung dengan TikTok serta Solusinya



TikTok, platform berbagi video pendek yang telah menjadi sangat populer di kalangan remaja, sedang mengambil alih perhatian banyak siswa di seluruh dunia. Mulai dari tarian lucu hingga tantangan viral, TikTok memang berhasil mencuri perhatian banyak remaja dengan beragam konten yang menarik. Fenomena ini telah menyebabkan beberapa masalah yang perlu menjadi perhatian serius, baik bagi para siswa, orang tua, maupun pihak sekolah. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa siswa gandrung dengan TikTok dan juga solusi untuk menghadapinya.


Salah satu alasan utama mengapa siswa banyak yang tertarik dengan TikTok adalah karena platform ini menawarkan kesenangan yang instan dan kepuasan yang cepat. Siswa dapat dengan mudah menghasilkan video dan langsung mendapatkan pengakuan atau popularitas dengan mendapatkan banyak tampilan atau pengikut. Dalam dunia yang serba kompetitif seperti saat ini, siswa seringkali mencari cara untuk menonjol dan mendapatkan pengakuan dari teman-teman mereka. TikTok memberikan platform yang sempurna untuk hal ini.


Namun, fenomena siswa yang gandrung dengan TikTok juga menghadirkan beberapa masalah. Salah satunya adalah dampak negatif terhadap produktivitas akademik mereka. Menghabiskan waktu yang berlebihan di TikTok dapat mengganggu fokus dan waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah atau belajar. Ketidakseimbangan yang drastis antara aktivitas di TikTok dan tugas sekolah dapat menyebabkan penurunan kinerja akademik siswa. Selain itu, adanya potensi terpapar konten yang kurang sesuai juga menjadi masalah serius yang perlu diberikan perhatian.


Solusi pertama untuk mengatasi fenomena siswa yang gandrung dengan TikTok adalah meningkatkan kesadaran akan waktu dan manajemen penggunaan media sosial. Orang tua dan sekolah perlu berperan aktif dalam memberikan pemahaman yang tepat tentang pentingnya menyeimbangkan waktu di TikTok dengan tanggung jawab sekolah dan kegiatan lainnya. Pihak sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan atau seminar mengenai manfaat dan dampak negatif penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi.


Selain itu, penting bagi orang tua dan pihak sekolah untuk mengawasi dan mengontrol waktu yang dihabiskan siswa di TikTok. Dengan memberikan batasan waktu penggunaan atau mengaktifkan fitur pengaturan waktu dalam aplikasi, siswa dapat belajar untuk mengatur diri mereka sendiri dan bertanggung jawab dengan cara yang lebih bijaksana dalam penggunaan media sosial.


Selanjutnya, kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah sangatlah penting. Orang tua harus berperan aktif dalam mendukung kegiatan sekolah, termasuk menekankan pentingnya fokus pada pendidikan dan prestasi akademik siswa. Demikian pula, pihak sekolah harus memperluas pendekatan pengajaran mereka dengan memanfaatkan platform media sosial yang populer seperti TikTok untuk mengajarkan pelajaran atau mengadakan kompetisi yang terkait dengan pembelajaran.


Dalam menghadapi fenomena ini, penting juga bagi para siswa untuk menyadari pentingnya menyeimbangkan kehidupan online dan offline. Mereka harus memahami bahwa kehidupan nyata di luar dunia digital memiliki nilai yang lebih penting dan berharga. Mengingatkan siswa akan pentingnya menjalin hubungan sosial langsung dengan teman-teman dan keluarga, serta berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas lain di luar lingkungan digital adalah langkah penting dalam mempertahankan keseimbangan yang sehat dalam hidup mereka.


Jadi, fenomena siswa yang gandrung dengan TikTok dapat mengganggu produktivitas mereka serta memiliki dampak negatif jika tidak diatasi dengan baik. Dengan meningkatkan kesadaran tentang manajemen waktu dan penggunaan media sosial, serta melibatkan kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah, diharapkan siswa dapat mengurangi ketergantungan mereka pada TikTok dan memprioritaskan masa depan akademik mereka. Penting bagi siswa untuk menyadari bahwa menjaga kehidupan seimbang dan kesehatan mental lebih penting daripada popularitas sementara di platform digital.


Label:

01/10/2023

Tidak Perlu Diperdebat Lagi!! Bumi Ini Bulat dan Ini Sejumlah Faktanya




Bentuk Bumi telah menjadi topik yang menarik perdebatan selama berabad-abad. Beberapa orang percaya bahwa Bumi adalah datar, sedangkan yang lain menganggapnya sebagai objek bulat.

Baca selengkapnya »

Label: ,

30/09/2023

Begini Sejarah Terbentuknya ASEAN

 


Asean merupakan singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Jika dalam bahasa Indonesia ASEAN disebut sebagai perhimpunan bangsa-bangsa yang terletak di Asia. Sejarah awal berdirinya ASEAN adalah pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand melalui deklarasi Bangkok
Baca selengkapnya »

Label: , ,

Efek Kaesang Gabung PSI yang Dirasakan PDIP



Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selama ini telah menjadi salah satu partai politik yang memiliki kekuatan dan peran penting dalam pemerintahan Indonesia. Namun, belakangan ini tantangan terbesar muncul di hadapan PDIP, karena Kaesang Pangarep, putra dari Presiden Joko Widodo, sudah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan bahkan terpilih menjadi ketua umum untuk (setidaknya) satu periode mendatang.

Baca selengkapnya »

Label: ,

Anda Harus Tau !!! Ini Kekurangan dan Kelebihan PPPK

 

Pemberlakuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Indonesia telah menjadi pembahasan yang hangat dalam beberapa tahun terakhir. PPPK adalah bentuk rekrutmen pegawai pemerintah yang didasarkan pada perjanjian kerja dengan memperhatikan kemampuan dan kompetensi calon pegawai. Meskipun PPPK memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, pengenalan rekrutmen ini diharapkan dapat membantu mengatasi beberapa masalah yang ada dalam perangkat birokrasi pemerintah. 

Baca selengkapnya »

Label: ,

25/09/2023

Apakah Ada Cara Menjadi Orang Cerdas Selain Membaca Buku?

 


Apakah ada cara cerdas selain hanya dengan membaca buku?? Pertanyaan ini menarik dan sering terlontarkan pada insan-insan yang aktif dan kritis.

Baca selengkapnya »

Label: ,

20/09/2023

Kenapa Anis Layak jadi Presiden??


Kenapa Anis Layak jadi Presiden?? -- Anis Baswedan, seorang pendidik dan politisi ternama, telah lama menjadi sorotan publik sebagai salah satu sosok yang berpotensi menjadi presiden. Namun, dalam perjalanan politiknya, Anis menghadapi beberapa hambatan yang akhirnya membuatnya tidak berhasil mencapai posisi tersebut. Meski begitu, bukan berarti kegagalan tersebut menjadikan Anis sebagai figur yang tidak berpengaruh. Sebagai seorang intelektual dan pemimpin yang berdedikasi, Anis masih mampu memberikan kontribusi signifikan bagi negara jika tidak jadi presiden.

Baca selengkapnya »

Label: ,

18/09/2023

Makalah || Virus Nipah: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan


I. Pendahuluan


Virus Nipah adalah virus yang diklasifikasikan sebagai rezim keluarga Paramyxoviridae yang ditemukan pada tahun 1999 di negara Malaysia dan Singapura. Virus ini pertama kali menginfeksi babi dan menyebar ke manusia, menyebabkan penyakit yang serius juga dikenal sebagai Sindrom Ensefalitis Nipah (SEN).

Baca selengkapnya »

Label: ,

17/09/2023

Cara Memahami Siswa Generasi Strawberry

PENGAJARAN dan pendidikan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam hal pendidikan, guru menjadi sosok penting yang berperan dalam membentuk karakter siswa. Namun, dalam era yang semakin maju seperti sekarang ini, kita dihadapkan pada perubahan zaman yang berakibat pada perubahan karakter siswa. Generasi terbaru, yang sering disebut sebagai generasi strawberry, memiliki ciri khas dan tantangan tersendiri dalam hal pendidikan.

Baca selengkapnya »

Label: ,

Perbedaan ASN dengan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)


ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) adalah dua jenis pegawai yang bekerja di sektor pemerintahan di Indonesia. Meskipun keduanya bertugas dalam pemerintahan, namun ada beberapa perbedaan signifikan dalam hal status, rekrutmen, dan hak serta kewajiban.

Baca selengkapnya »

Label: ,

TIPS dan TRIK yang Perlu Dimiliki Jika Ingin Lulus PNS



MENDAPATKAN pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil( PNS) merupakan impian banyak orang di Indonesia. Status pegawai negeri memberikan stabilitas dan berbagai keuntungan lainnya. Namun, tidak mudah untuk lulus seleksi menjadi PNS, mengingat persaingan yang sangat ketat dalam dunia tersebut. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips dan trik yang perlu dimiliki jika Anda ingin lulus seleksi PNS. 
Baca selengkapnya »

Label: ,