04/07/2019

4 Tips Jitu Lulus PNS


Dalam kurun waktu sedekade ini, PNS telah menjadi salah satu pekerjaan yang paling diminati dan diburu oleh banyak masyarakat. Bahkan, banyak anak muda berbondong-bondong mengikuti uijan CPNS yang merupakan salah satu pintu untuk menjadi PNS. Memang, PNS tidak menjamin seseorang kaya namun diyakini PNS akan membuat orang nyaman dengan pekerjaannya sampai akhir hayat. karena resiko PHK yang tidak ada dan juga beban kerja yang lumayan ringan.

Terbukti jika melihat daro dari jumlah pendaftar  semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berikut ini ada 4 tips jitu untuk mewujudkan mimpi besar Anda menjadi PNS, yaitu sebagai berikut:

1. Menyiapkan Berkas Administrasi dengan Teliti


Tes administrasi merupakan tahapan awal dari seleksi penerimaan CPNS. Sepertinya terlihat sepele namun jika tidak diperhatikan dengan cermat bisa berakibat fatal.

Kekurangan atau ketidaksesuaian berkas akan menyebabkan calon peserta gugur sebelum bertanding. Adapun pengkategorian berkas meliputi dua macam, yakni memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS).

Untuk itu, calon peserta disarankan agar membaca pengumuman dari website resmi pemerintahan. Perhatikan dengan teliti informasi dan syarat berkas yang harus dipersiapkan. Cari formasi yang sesuai dengan ijazah Anda, kalau memang tidak ada maka jangan memaksakan diri.

2. Pelajari Materi Kompetensi Dasar

Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, peserta CPNS akan menghadapi seleksi selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Untuk lulus dalam seleksi tahap kedua ini, Anda dituntut melatih kemampuan dalam tiga tes, yakni Tes Wawancara Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Dilansir dari laman resmi Sekretariat Negara (Setneg) RI, agar bisa mengikuti tahapan seleksi berikutnya, nilai SKD peserta CPNS harus melewati nilai ambang batas (passing grade).

Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem pe-ranking-an, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya. Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70. Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

Ditambahkan, Permen PANRB Nomor 37/2018 ini juga mengatur adanya pengecualian untuk beberapa jabatan. Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU sesuai passing grade.

Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescure, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.

3. Pelajari dengan Sungguh-sungguh Materi Kompetensi Bidang

Terakhir, peserta yang lolos SKD masih akan menghadapi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). SKB merupakan kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

Dikutip dari tribunnews.com, berdasarkan Permen PANRB Nomor 20/2017, materi SKB ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional.

Sedangkan materi seleksi untuk jabatan pelaksana ditetapkan oleh instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana dimaksud.

Tetapi kalau instansi pembina jabatan fungsional atau instansi yang membidangi urusan jabatan pelaksana belum siap menyusun materi SKB, maka penyusunannya dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian instansi yang melakuan pengadaan CPNS.

Materi SKB selanjutnya itu selanjutnya dikoordinasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Maka dari itu, untuk lulus tahap ini seperti yang telah dijelaskan pada persyaratan nomor satu, pilihlah formasi sesuai bakat, kemampuan dan pendidikan diri Anda.

Untuk diinformasikan, pihak yang akan menyeleksi tiga tahap ini adalah masing-masing instansi penyelenggara. Akan tetapi, khusus Seleksi Kompetensi Dasar akan diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui computer assisted test (CAT).

4. Ikhlas dengan segala hasil

Setelah berbagai usaha dilakukan, apapun hasilnya, Anda harus tetap berlapang dada. Jika diterima, tandanya Anda harus siap mengabdi kepada negara. Jika gagal, mungkin Anda perlu mencobanya lagi tahun depan, tentunya dengan persiapan yang jauh lebih matang.

Semoga bermanfaat.
Terakhir, Anda tinggal menanamkan rasa percaya diri serta berdoa dan berserah diri kepada Tuhan. Sekian, semoga beruntung!

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda