08/09/2019

Sejarah Berlangsungnya Perang Dingin



Ada beragam peristiwa di dunia yang mampu mengubah kondisi di dunia. Bahkan beberapa peristiwa tersebut tercatat dalam sejarah dan masih dipelajari hingga saat ini. Salah satunya adalah peristiwa Perang Dingin atau yang juga sering disebut dengan istilah Cold War.

Perang Dingin ini menjadi salah satu peristiwa yang cukup berpengaruh di dunia. Pada saat terjadinya Cold War telah terjadi ketegangan yang harus melibatkan Blok Timur dan Blok Barat. Dimana Blok Timur merupakan daerah kekuasaan Uni Soviet,  sementara Blok Barat merupakan kekuasaan dari Amerika Serikat.

Perang Dingin merupakan sebuah bentuk ketegangan yang terjadi sebagai perwujudan konflik antara Blok Timur dengan Blok Barat.

Perang Dingin ini berlangsung selama 44 tahun dimulai dari tahun 1947 hingga 1991. Selama kurun waktu tersebut telah terjadi berbagai peristiwa dan isu yang dikembangkan oleh kedua blok.

Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet dan Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat. Perang Dingin ini sebenarnya berawal setelah Perang Dunia II telah berakhir. Di dalam Perang Dunia kedua tersebut, amerika serikat dan juga Uni Soviet berada di dalam satu sekutu yang memenangkan perang terhadap Italia, Jepang dan Jerman.

Namun sayangnya kemenangan yang diraih oleh sekutu tersebut tidak diimbangi dengan terciptanya perdamaian sejati. Perbedaan ideologi yang cukup kontras antara sosial-komunis dengan kapitalis-liberalis yang saling bertentangan membuat keduanya berseteru tegang.

Apalagi setelah terjadi konferensi The Big Three yang diselenggarakan di Teheran, Iran pada November tahun 1943 ini ternyata cukup berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa selanjutnya.

Pertemuan ini diikuti oleh Inggris, Uni Soviet dan juga Amerika Serikat. Konferensi ini berisi bagaimana strategi untuk militer terbaik untuk menghancurkan Jerman.

Pada Juli tahun 1945, pasca perang di Postdam, perbedaan pandangan atas Amerika Serikat dengan Uni Soviet dianggap sebagai asal muasal terjadinya Perang Dingin.

Pada saat itu presiden amerika Serikat, Harry S Truman menginginkan terselenggaranya pemilu yang bebas di negara-negara Eropa bagian timur, namun hal tersebut ditolak oleh Stalin karena dianggap akan membentuk sebuah pemerintahan yang anti terhadap Uni Soviet.

Stalin memiliki keyakinan bahwa hanya negara-negara dengan paham komunis yang hanya bisa menjadi sekutu sejati dari Uni Soviet. Kala itu Stalin khawatir jika pemilu bebas tersebut akan membentuk sebuah pemerintahan yang nantinya akan menjadi musuh dari Uni Soviet di perbatasan sebelah barat.

Sejak masuknya para pasukan ke wilayah Timur, Stalin berpendapat harus tetap menegakkan keyakinannya tersebut. Menanggapi hal tersebut, pihak Amerika malah bersikap berlebihan. Pada bulan Mei tahun 1945, sebelum diselenggarakannya Konferensi Postdam, Truman mengusulkan untuk menghentikan bantuan kepada Uni Soviet.

Kemudian pada Bulan Oktober 1945 Truman menyatakan bahwa tidak akan mengakui pemerintahan yang dibangun dengan cara paksaan dan tidak akan mengabaikan aspirasi politik dari rakyatnya.

Pada Maret 1946, Churchil yang kala itu merupakan mantan perdana menteri Inggris menyatakan dalam kunjungannya ke Amerika serikat bahwa Iron Curtain atau Tirai Besi sedang digelar di daratan Eropa beserta Jerman yang terbagi ke dalam dua blok yang saling berlawanan.

Dengan keputusan tersebut, Amerika Serikat semakin berbuat tidak baik dan emosional. Hal tersebut meliputi dalam suasana politik yang tegang. Sehingga Amerika Serikat melakukan berbagai mobilitas dalam berbagai bidang secara cepat.

Apalagi ditambah dengan para agen Inteligen Stalin yang bergerak menyuarakan betapa pentingnya perjuangan ideologi untuk melawan imperialisme kapitalis.

Sehingga Amerika semakin terbakar dan ingin mengambil alih Eropa secara agresif dengan cara melalui kekerasan dan pemogokan yang dilakukan di Prancis dan Italia.

Uni Soviet juga mengimbanginya dengan melakukan tekanan terhadap Iran yang kemudian dibantu oleh Razim Syah Reza Pahlavi. Kala itu Turki sangat pro terhadap Amerika.

Perang Sipil juga terjadi antara Yunani juga Cina. pada Musim semi tahun 1947 menurut Amerika Serikat, Uni Soviet telah mengeksplor paham komunisme dan berbagai kegiatan yang bersifat subversif ke negara-negara bagian Eropa Barat.

Menyikapi hal tersebut, Amerika Serikat menggunakan Doktrin Presiden Truman untuk melakukan Politik Containing terhadap kawasan yang sudah dikuasai oleh komunisme.

Truman meminta bantuan militer untuk dikirim ke Yunani dan Turki pada Kongres US. Tujuan dari bantuan militer tersebut agar membatasi perkembangan komunisme di wilayah Eropa Barat.

Selain itu, Amerika juga gencar memberikan bantuan ekonomi dan juga militer kepada negara-negara Eropa bagian Barat melalui Marshall Plan.

Namun, Stalin menolak bantuan Marshall Plan ke bagian Eropa Timur yang merupakan bagian dari wilayah kekuasaannya.

Yang kemudian Stalin menjawabnya dengan membentuk sistem satu partai komunis dalam tubuh pemerintahan Eropa Timur. Pendudukan Cekoslowakia menjadi bukti berdirinya komunis di Eropa dan cukup mengkhawatirkan bagi Amerika Serikat.

Apalagi ketika stalin melakukan blokade pada semua jalur lalu lintas barang dan manusia dari zona pendudukan Jerman ke Berlin.

Tentu akhirnya membuat situasi semakin memanas. Karena telah terjadi blokade Berlin Akhirnya sekutu melakukan air lift, yakni menjatuhkan bahan makanan dan obat-obatan melalui udara.

Hal tersebut dilakukan setidaknya hingga 324 hari sebagai bentuk politik containing. Pada bulan April 1949, Amerika serikat berhasil membentuk negara-negara  Eropa Barat untuk mendirikan sebuah pakta pertahanan. Pakta pertahanan tersebut diberi nama North Atlantic Treaty Organization atau yang lebih dikenal dengan sebutan NATO.

Anggota dari NATO ini antara lain adalah  Denmark, Norwegia, Islandia, Irlandia, Inggris, Kanada, amerika Serikat, Portugal, Prancis, Luxemburg, Belanda, Belgia dan Jerman Barat. Pusat Nato berada di Belgia. Menanggapi hal tersebut dalam Perang Dingin, Uni Soviet juga mendirikan pakta pertahanan yang dinamakan Pakta Warsawa.

Negara-negara yang tergabung ke dalam pakta warsawa antara lain adalah Uni Soviet, Albania, Cekoslovakia, Jerman Timur, Bulgaria, Polandia, Hongaria dan Rumania. Munculnya kedua pakta pertahanan ini semakin membuat hubungan keduanya memanas. Antara Blok Barat maupun Blok Timur timbul rasa saling curiga dan akhirnya muncul kesalah pahaman.

Hal inilah yang mengakibatkan para peristiwa ini disebut sebagai Perang Dingin. Kedua blok sama-sama bersaing mengembangkan senjata, menebar mata-mata untuk memata-matai kegiatan kedua blok dan mempertahankan pengaruh terhadap para sekutunya masing-masing.

Peredaan Perang Dingin


Pada tahun 1970 Kondisi politik yang bersitegang antara Blok Barat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet dan juga Amerika Serikat mulai mereda. Ada berbagai hal yang akhirnya membuat hubungan keduanya mulai membaik. Diantara peristiwa yang membuat Perang Dingin ini mereda, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Isu Berlin Barat Akhirnya Diselesaikan di Dalam Meja Perundingan pada Tahun 1971.

Di dalam the Quardripatite agreement of september 3, 1971. Kesepakatan empat kekuatan untuk Berlin menjamin atas keselamatan akses dari  dan menuju Berlin Barat dengan memakai kereta maupun mobil melewati jalur Berlin Timur. Dan mengakhiri penutupan paksa jalur tersebut atau menghentikan blokade yang sebelumnya dilakukan oleh Uni soviet.

2. Mulai bergabungnya Inggris terhadap masyarakat ekonomi Eropa.

Pada tahun 1973, negara barat mulai melakukan hubungan diplomatik dengan republik Rakyat Cina yang merupakan bagian dari partai komunis.

3. Terjadi kesepakatan atas pembatasan senjata yang dilakukan dalam persetujuan Strategi arm limited Task I dan Strategi Arm Limited Task II.

Munculnya Mikhail Gorbachev  yang dipengaruhi oleh presiden Ronald Reagen dalam rangka  meningkatkan kemampuan persenjataan untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik.

Keberhasilan deng Xiaoping  dalam menguasai partai Komunis pasca meninggalnya Mao Tse tung di Republik Rakyat China. Deng Xiaoping merupakan pimpinan dari kelompok yang menghendaki reformasi ekonomi.

Akhir Perang Dingin


Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kedua negara yang saling berkuasa yakni Amerika Serikat dan juga Uni Soviet mendeklarasikan untuk mengakhiri Perang Dingin yang selama ini terjadi dan mempengaruhi situasi politik yang memanas. Deklarasi tersebut dilakukan dua hari usai melakukan pertemuan puncak malta.

Konferensi pers dilakukan secara bersama  di kapal layar Soviet, Maxim Gorky. Keduanya baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet akan mengurangi jumlah pasukan dan persenjataan yang berada di wilayah Eropa. Mikhail Gorbachev selaku pimpinan Uni Soviet menyatakan tidak akan menyulut perang terbuka kepada Amerika Serikat.

Sementara itu, George Bush yang merupakan presiden Amerika Serikat juga menyatakan bahwa kedua pihak akan melakukan kerja sama dalam merealisasikan perdamaian.

Pertemuan Puncak Yalta merupakan  salah satu pertemuan yang cukup penting sejak pertemuan yang dilakukan oleh  Churchill, Stalin dan Roosevelt setelah Perang Dunia II untuk Eropa di Yalta.

Kedua belah pihak menyatakan akan melakukan pembicaraan lebih lanjut pada Juni 1990 untuk membahas kebijakan di Amerika Tengah dan juga pemotongan senjata armada laut.

Dampak Perang Dingin


Berlangsungnya Perang Dingin hingga puluhan tahun tentunya memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia. Dampak tersebut bisa dinilai sebagai dampak positif maupun dampak negatif. Untuk lebih jelasnya simak ulasannya berikut ini!

Dampak Positif

Perang Dingin yang berlangsung dari tahun 1947 hingga tahun 1991 ini tentunya berpengaruh dalam berbagai bidang, baik bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial dan militer.

Bidang Ekonomi

Adanya Perang Dingin baik diakui maupun tidak ternyata membawa pengaruh yang positif terhadap perkembangan perekonomian di dunia. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya negara super power. Negara super power ini adalah mereka para pemegang modal.

Negara-negara tersebut saling berlomba untuk bisa memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara menginvestasikan modalnya kepada negara-negara berkembang yang pada umumnya memiliki upah buruh yang masih rendah. Namun ternyata hal tersebut justru berdampak positif bagi negara-negara berkembang tersebut.

Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang menjadi lebih pesat. Sehingga baik pemilik modal maupun  negara yang ditempati sama-sama diuntungkan.

Meskipun begitu, ternyata dalam dunia perekonomian juga membawa nilai politik. Dimana negara dengan modal besar akan mendapatkan untuk yang besar, sementara negara dengan modal kecil juga akan mendapatkan untung kecil.

Sehingga pada saat itu muncullah istilah globalisasi ekonomi. Dengan salah satu kebijakannya adalah menyatukan mata uang. Seperti yang dilakukan di Eropa yakni menggunakan mata uang Euro.

Bidang Sosial Budaya

Isu-isu tentang Hak asasi Manusia mulai sedikit meluap sehingga undang-undang tentang Hak asasi Manusia  mulai diakui keberadaannya. Dengan adanya HAM, rakyat semakin percaya bahwa tidak akan ada lagi penindasan terhadap kaum lemah dan juga percaya adanya demokrasi.

Bidang Militer

Karena ada perasaan ingin menjadi yang terbaik maka kedua belah pihak meningkatkan persenjataannya. Sehingga persaingan senjata berkembang dengan pesat.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Karena kedua belah pihak antara Amerika Serikat dan juga Uni Soviet merasa sama-sama memiliki kekuatan dan menginginkan untuk menguasai dunia, keduanya saling berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan keduanya saling bersaing untuk meluncurkan roket ke luar angkasa.

Atas berkat peluncuran roket oleh kedua belah pihak, sehingga bisa diketahui bagaimana bentuk tata surya. Terlepas dari siapa yang lebih dulu mengabarkan akan hal ini, yang penting nyatanya ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang pesat.

Selain itu, teknologi juga berkembang pesat pada masa Perang Dingin. Apalagi teknologi yang berhubungan dengan kegiatan militer maka akan lebih mendapat support dari pemerintah.

Pada masa ini, tumbuh disiplin-disiplin ilmu tentang sains yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.

Teknologi modern mulai hadir  dalam berbagai bidang baik ekonomi, militer, ideologi dan sumber daya alam. Dengan teknologi yang canggih akhirnya mampu memproduksi barang dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya.

Dampak Negatif

Selain memiliki pengaruh yang positif dalam berbagai bidang di dunia, adanya Perang Dingin yang terjadi antara amerika Serikat dengan Uni Soviet dari tahun 1947 hingga 1991 ini juga memberikan dampak yang negatif pada berbagai bidang di dunia. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Bidang Militer

Perkembangan nuklir secara pesat oleh kedua belah negara ternyata cukup menjadi momok yang besar bagi masyarakat. Masyarakat merasa ketakutan apabila perang nuklir sampai terjadi.

Bidang Politik

Dibangunnya tembok Berlin sebagai batas antara Jerman Timur dengan Jerman Barat. Jerman mengalami perpecahan menjadi dua bagian karena menganut dua paham yang berbeda. Jerman Barat menganut Liberal kapitalis sementara jerman timur menganut sosial-komunis.

Selain itu, Uni Soviet juga menyiagakan bala tentara yang siap menembaki bagi orang-orang  Jerman Timur yang berkeinginan untuk pindah ke Jerman Barat. Jerman barat dianggap jauh lebih maju dibandingkan dengan jerman Timur sehingga banyak orang-orang yang berkeinginan untuk pindah.

Akan tetapi hal itu menyinggung Uni Soviet. Sehingga uni soviet membuat kebijakan demikian. Dan kota Berlin pun terbelah menjadi dua bagian.

Nah itulah penjelasan lengkap mengenai Perang Dingin yang melibatkan negara-negara di Eropa. Perang Dingin merupakan kondisi ketegangan yang terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan juga Uni Soviet. Keduanya memiliki paham yang berbeda sehingga saling bertentangan. Semoga informasi di atas dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan Anda.


*Sumber: dikutip dari beberapa artikel

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda