04/11/2023

Nah, Ini Cara Mengejar Cowok dengan Elegan Tanpa Agresif!! Coco Banget bagi Cewek Introvert

 


Mengejar cinta crush alias cowok yang ditaksir adalah sesuatu yang bikin kita merasa tidak percaya diri.

Hal ini karena kita sering kali jadi merasa malu atau terkesan 'murahan' karena mendekati cowok duluan.

Padahal, mengejar cinta bukanlah sesuatu yang memalukan dan boleh dilakukan oleh siapapun, lho.

Nah, untuk kamu yang ingin mengejar cowok, meski dengan cara elegan, apalagi cowok itu impian banyak cewek lainnya. Pikirkanlah dua hal ini;

1) Sesuatu yang diinginkan oleh orang banyak, biasanya ia langka, dan sudah barang tentu mahal juga harga yang harus kamu bayar. Ini selaras dengan teori ekonomi, Hukum Demand-Supply, yang menyebutkan; "Semakin langka sesuatu, semakin banyak orang yang menginginkannya, dan semakin mahal harga."

Ini pula yang membuat playgirl dan playboy merajalela, hingga umur Indonesia yang udah 75 tahun ini.

2) Ia yang menarik biasanya tak akan mudah tertarik. Jadi berhentilah membuat ia tertarik, karena itu hanya membuat kamu dicap sebagai peroboh warisan leluhur yang sudah dipegang utuh secara turun temurun oleh nenek-nenek moyang kita, yakni; yang mencari sumur itu adalah timba" runtuh. Jadi jangan sampai kebalik y.

Udah itu aja

Label:

03/11/2023

Ternyata ini Yang Membuat Wanita Marah! Jarang Disadari oleh Para Laki-laki


Ketika kita sudah bersamanya, sudah berjanji sehidup semati, mengatakan i will do my best for u, and anything hikayat ular lainnya, tapi lupa memposisikan diri sebagai;

  1. Tukang cari duit
  2. Tukang belanja
  3. Tukang kebun
  4. Tukang antar jemput anak
  5. Tukang bersihin selokan
  6. Tukang angkat galon minum
  7. Tukang bersihin toilet
  8. Tukang kusuk

Nah, jika Anda sudah memposisikan diri dengan 8 hal di atas, maka perempuan manapun tidak akan marah dengan Anda. Ets, ada lagi, ini nihh...juga lupa sama sikap yang;

  1. Penurut
  2. Sabar
  3. Peka (Paham arti kata "terserah")
  4. De el el (banyak lah pokonya, yang intinya buat dia bahagia, ga marah)

Silakan dipraktekkan. 😁

Label:

02/11/2023

Bagaimana sih Membedakan Orang Berpendidikan dan Tidak Berpendidikan??

SAYA kira pertanyaan di atas sering ditanyakan dan kita dapati dalam lingkungan keseharian kita. Pertanyaan di atas memang sekilas nampaknya sederhana dan bisa dijawab dengan mudah, namun rupanya kalau dipikir secara seksama dan menelisik lebih dalam, maka susah juga menemukan jawabannya.


Beberapa orang dengan kacamata awamnya melihat, dan kemudian membedakan --hingga seterusnya membandingkan, bahwa tanda orang berpendidikan adalah gelar yang melekat pada nama belakangnya, atau jenjang sekolah yang ia tekuni sampai ke level paling tinggi misalnya.

Nah, kalau kita melihat dengan indikator begitu, maka jelaskan orang yang sekolah paling tinggi itulah paling berpendidikan, sebaliknya, yang tidak bersekolah itulah ia yang tidak berpendidikan.

Nyatanya dalam masyarakat, orang berpendidikan dan tidak berpendidikan tidak terlihat pada seberapa tinggi dan rendahnya ia bersekolah. Ada perbedaan yang sangat mencolok pada dua kutub golongan orang ini. Lantas dimanakah perbedaannya?? Baca tulisan ini sampai tuntas!!

Pertama, perbedaan penting antara orang berpendidikan dan tidak berpendidikan adalah pengetahuannya yang up-to-date. Ya, orang-orang berpendidikan memiliki akses yang lebih besar terhadap buku, jurnal, media online, dan sumber daya lainnya, yang pada ujungnya hal inilah yang membantu mereka memperoleh pengetahuan yang up-to-date dan mendalam tentang berbagai topik. Sehingga duduk dan berdiskusi dengan orang yang demikian membawa kita pada bertambahnya ilmu dan pengetahuan baru. Di samping itu,mereka juga cenderung memiliki keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis yang berkembang, yang ini disebabkan oleh kemampuan mereka yang gemar berpikir dan memakai daya guna otaknya untuk berpikir dan berefleksi. Maka itu, untuk orang yang tidak berpendidikan adalah kebalikan daripada yang kita sebut di atas.

Yang kedua, orang berpendidikan memiliki keterampilan yang lebih, tidak satu. Nah, pendidikan telah memberikan mereka keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja. Keterampilan ini termasuk kemampuan komunikasi yang efektif, keterampilan pemecahan masalah, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan berteknologi. Hal ini juga ada karena orang yang berpendidikan biasanya telah dilatih dalam mengembangkan dan menggunakan keterampilan ini, yang memungkinkan mereka beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Perbedaan lain, yang signifikan adalah kesempatan dan kualitas hidup. Orang yang berpendidikan umumnya memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga cenderung memiliki akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, perumahan yang layak, dan kesempatan pengembangan pribadi. Sebaliknya, orang yang tidak berpendidikan seringkali terjebak dalam pekerjaan yang berprospek rendah dan mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Meskipun perbedaan ini signifikan, penting kita untuk mengingat bahwa setiap individu unik dan memiliki potensi yang berbeda, terlepas dari tingkat pendidikannya. Banyak faktor lain, seperti keberuntungan, etnisitas, dan latar belakang sosial, juga memainkan peran dalam menentukan kesuksesan seseorang. Oleh karena itu, penting pula untuk kita tidak menggeneralisasi dan berasumsi bahwa semua orang dengan pendidikan tinggi lebih baik daripada mereka yang tidak berpendidikan. Nah!!

Label: