10/09/2019

Sejarah Berdirinya ASEAN dan Peranan Indonesia

Sejarah Berdirinya ASEAN


Asean merupakan singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Jika dalam bahasa Indonesia ASEAN disebut sebagai perhimpunan bangsa-bangsa yang terletak di Asia. Sejarah awal berdirinya ASEAN adalah pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand melalui deklarasi Bangkok.
Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina menyetujui terbentuknya ASEAN (Association of South East Asia Nation). Sejatinya ada beberapa persamaan yang melatar belakangi dibentuknya organisasi ini yakni :
  • Negara-negara Asia Tenggara memiliki persamaan Geografis yakni berbatasan utara dengan Republik Rakyat Cina, berbatasan selatan dengan samudera hindia, berbatasan timur dengan samudera pasifik, dan berbatasan barat dengan teluk bengala dan anak benua India.
  • Bangsa-bangsa di Asia Tenggara memiliki persamaan ras mongoloid dan memiliki kebudayaan dasar melayu austronesia.
  • Pernah mengalami penjajahan beberapa diantaranya yakni oleh bangsa Portugis, Belanda, Perancis, dan Inggris yang datang ke Asia Tenggara melalui jalur perdagangan laut. Hanya Thailand, Negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami Penjajahan.
  • Memiliki persamaan kepentingan dalam memajukan negaranya.
Kelima Negara yang masing-masing diwakili oleh Menteri Luar Negeri yang memprakarsai terbentuknya ASEAN melakukan diskusi tanggal 5-8 Agustus 1967 untuk membicarakan terbentuknya ASEAN dan berakhir dengan kesepakatan penandatanganan deklarasi Bangkok yang menjadi tanda telah resmi berdiri suatu organisasi regional baru di kawasan Asia tenggara. Perwakilan Menteri Luar Negeri tersebut yakni :
  1. Adam Malik perwakilan Menteri Luar Negeri Indonesia
  2. Rajaratnam perwakilan Menteri Luar Negeri Singapura
  3. Tun Abdul Razak perwakilan Menteri Luar Negeri Malaysia
  4. Narcisco Ramos perwakilan Menteri Luar Negeri Thailand
  5. Thanat Koman perwakilan Menteri Luar Negeri Filipina
Berikut isi dari deklarasi Bangkok yang merupakan tujuan dari dibentuknya ASEAN:
  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan kebudayaan, dan memajukan kehidupan sosial kawasan Asia Tenggara.
  2. Menjaga stabilitas regional dan meningkatkan perdamaian.
  3. Dalam bidang ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, administrasi, dan teknik akan ditingkatkan dalam kerja sama dan saling membantu antar kepentingan bersama.
  4. Berupaya menjalin kerja sama yang solid meski telah ada organisasi regional dan internasional lainnya.
  5. Dalam bidang pendidikan, latihan, dan penelitian kawasan Asia Tenggara akan ditingkatkan dalam kerja sama.
Pada awal dibentuknya ASEAN tidak semua Negara ikut bergabung. Negara-negara tersebut satu persatu bergabung. Uruta waktu kelima Negara lainnya bergabung yakni :
  1. Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1987 satu minggu setelah mereka dinyatakan merdeka.
  2. Vietnam bergabung pada 28 Juli 1995.
  3. Laos dan Myanmar bergabung bersamaan pada 23 Juli 1997.
  4. Kamboja bergabung pada 16 Desember 1998.
  5. Timor Leste belum dinyatakan resmi bergabung meski telah mengikuti beberapa kegian dari ASEAN.
Piagam ASEAN
Demi menjaga keberlangsungan organisasi dan dapat survive di tengah arus globalisasi yang kian deras. ASEAN melakukan banyak perubahan untuk kesejahteraan Negara-negara anggota. Setelah resmi didirikan melalui deklarasi Bangkok, maka pada ASEAN pun memiliki Piagam ASEAN atau ASEAN Charter dengan tujuan untuk mengubah ASEAN yang semula hanya berupa asosiasi regional menjadi asosiasi internasional dengan landasan hukum yang kuat, aturan-aturan yang absolut, dan struktur organisasi yang efektif serta efisien. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN di Singapura tanggal 20 November 2007 dilaksanakan penandatanganan Piagam ASEAN oleh sepuluh negara anggota ASEAN. Melalui UU No. 38 Tahun 2008 Indonesia meratifikasi Piagam ASEAN.
Berikut adalah prinsip-prinsip dasar dalam Piagam ASEAN :
  • Seluruh Negara anggota ASEAN berupaya untuk saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaaraan, integritas wilayah dan identitas nasional.
  • Menjalankan komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan keamanan, perdamaian, dan kemakmuran regional.
  • Segala ancaman, agresi, hingga penggunaan kekuatan atau tindakan illegal yang tidak sesuai dengan hukum internasional akan ditolak.
  • Berupaya memilih cara penyelesaian damai sengketa.
  • Meski merupakan sesame angota Negara ASEAN namun tiap Negara anggota tidak diperkenankan ikut campur dalam masalah internal masing-masing Negara.
  • Menjaga eksistensi nasional tiap Negara anggota agar terbebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan dengan cara menghormati haknya.
  • Hal-hal yang dianggap serius dan memengaruhi kepentingan bersama ASEAN maka akan dilakukan konsultasi.
  • Bersama Negara anggota ASEAN lainnya turut menjunjung tinggi piagam PBB dan hukum internasional.
  • Menekankan nilai-nilai kebersaman dalam keanekaragaman dan semangat persatuan serta menghormati perbedaan budaya, Bahasa, dan agama dari masyarakat ASEAN.
  • Hubungan politik, ekonomi, sosial, budaya eksternal menjadi sentralitas ASEAN.
Layaknya organisasi pada umumnya, ASEAN pun memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan deklarasi Bangkok yakni terdiri dari :
  1. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
  2. Pertemuan Para Menter Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting / AMM).
  3. Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting/ SBDMM).
  4. Panitia Tetap ASEAN. (ASEAN Standing Committee/ ASC).
Peranan Indonesia dalam ASEAN
Indonesia merupakan negara terbesar dengan wilayah terluas dan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara. Tak hanya itu, Indonesia pun memiliki andil yang begitu besar dalam ASEAN.
Berikut adalah peranan Indonesia dalam ASEAN :
  1. Dari kelima Negara yang memprakarsai dan mendirikan organisasi ASEAN. Indonesia merupakan salah satunya.
  2. Mendirikan Gedung sekretariat ASEAN di Jakarta.
  3. Indonesia sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN I yakni di Bali.
  4. Kepulauan Riau diperbolehkan oleh pemerintahan Indonesia untuk menyediakan sebagai pusat karantina hewan dan tanaman untuk keperluan ASEAN.
  5. Sepenuhnya mendukung terselenggaranya Masyarakat Ekonomi Asean.
  6. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
  7. Salah satu penggagas terbentuknya komunitas keamanan ASEAN.
 Sumber: Kutipan dari beberapa artikel

Label:

08/09/2019

Sejarah Berlangsungnya Perang Dingin



Ada beragam peristiwa di dunia yang mampu mengubah kondisi di dunia. Bahkan beberapa peristiwa tersebut tercatat dalam sejarah dan masih dipelajari hingga saat ini. Salah satunya adalah peristiwa Perang Dingin atau yang juga sering disebut dengan istilah Cold War.

Perang Dingin ini menjadi salah satu peristiwa yang cukup berpengaruh di dunia. Pada saat terjadinya Cold War telah terjadi ketegangan yang harus melibatkan Blok Timur dan Blok Barat. Dimana Blok Timur merupakan daerah kekuasaan Uni Soviet,  sementara Blok Barat merupakan kekuasaan dari Amerika Serikat.

Perang Dingin merupakan sebuah bentuk ketegangan yang terjadi sebagai perwujudan konflik antara Blok Timur dengan Blok Barat.

Perang Dingin ini berlangsung selama 44 tahun dimulai dari tahun 1947 hingga 1991. Selama kurun waktu tersebut telah terjadi berbagai peristiwa dan isu yang dikembangkan oleh kedua blok.

Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet dan Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat. Perang Dingin ini sebenarnya berawal setelah Perang Dunia II telah berakhir. Di dalam Perang Dunia kedua tersebut, amerika serikat dan juga Uni Soviet berada di dalam satu sekutu yang memenangkan perang terhadap Italia, Jepang dan Jerman.

Namun sayangnya kemenangan yang diraih oleh sekutu tersebut tidak diimbangi dengan terciptanya perdamaian sejati. Perbedaan ideologi yang cukup kontras antara sosial-komunis dengan kapitalis-liberalis yang saling bertentangan membuat keduanya berseteru tegang.

Apalagi setelah terjadi konferensi The Big Three yang diselenggarakan di Teheran, Iran pada November tahun 1943 ini ternyata cukup berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa selanjutnya.

Pertemuan ini diikuti oleh Inggris, Uni Soviet dan juga Amerika Serikat. Konferensi ini berisi bagaimana strategi untuk militer terbaik untuk menghancurkan Jerman.

Pada Juli tahun 1945, pasca perang di Postdam, perbedaan pandangan atas Amerika Serikat dengan Uni Soviet dianggap sebagai asal muasal terjadinya Perang Dingin.

Pada saat itu presiden amerika Serikat, Harry S Truman menginginkan terselenggaranya pemilu yang bebas di negara-negara Eropa bagian timur, namun hal tersebut ditolak oleh Stalin karena dianggap akan membentuk sebuah pemerintahan yang anti terhadap Uni Soviet.

Stalin memiliki keyakinan bahwa hanya negara-negara dengan paham komunis yang hanya bisa menjadi sekutu sejati dari Uni Soviet. Kala itu Stalin khawatir jika pemilu bebas tersebut akan membentuk sebuah pemerintahan yang nantinya akan menjadi musuh dari Uni Soviet di perbatasan sebelah barat.

Sejak masuknya para pasukan ke wilayah Timur, Stalin berpendapat harus tetap menegakkan keyakinannya tersebut. Menanggapi hal tersebut, pihak Amerika malah bersikap berlebihan. Pada bulan Mei tahun 1945, sebelum diselenggarakannya Konferensi Postdam, Truman mengusulkan untuk menghentikan bantuan kepada Uni Soviet.

Kemudian pada Bulan Oktober 1945 Truman menyatakan bahwa tidak akan mengakui pemerintahan yang dibangun dengan cara paksaan dan tidak akan mengabaikan aspirasi politik dari rakyatnya.

Pada Maret 1946, Churchil yang kala itu merupakan mantan perdana menteri Inggris menyatakan dalam kunjungannya ke Amerika serikat bahwa Iron Curtain atau Tirai Besi sedang digelar di daratan Eropa beserta Jerman yang terbagi ke dalam dua blok yang saling berlawanan.

Dengan keputusan tersebut, Amerika Serikat semakin berbuat tidak baik dan emosional. Hal tersebut meliputi dalam suasana politik yang tegang. Sehingga Amerika Serikat melakukan berbagai mobilitas dalam berbagai bidang secara cepat.

Apalagi ditambah dengan para agen Inteligen Stalin yang bergerak menyuarakan betapa pentingnya perjuangan ideologi untuk melawan imperialisme kapitalis.

Sehingga Amerika semakin terbakar dan ingin mengambil alih Eropa secara agresif dengan cara melalui kekerasan dan pemogokan yang dilakukan di Prancis dan Italia.

Uni Soviet juga mengimbanginya dengan melakukan tekanan terhadap Iran yang kemudian dibantu oleh Razim Syah Reza Pahlavi. Kala itu Turki sangat pro terhadap Amerika.

Perang Sipil juga terjadi antara Yunani juga Cina. pada Musim semi tahun 1947 menurut Amerika Serikat, Uni Soviet telah mengeksplor paham komunisme dan berbagai kegiatan yang bersifat subversif ke negara-negara bagian Eropa Barat.

Menyikapi hal tersebut, Amerika Serikat menggunakan Doktrin Presiden Truman untuk melakukan Politik Containing terhadap kawasan yang sudah dikuasai oleh komunisme.

Truman meminta bantuan militer untuk dikirim ke Yunani dan Turki pada Kongres US. Tujuan dari bantuan militer tersebut agar membatasi perkembangan komunisme di wilayah Eropa Barat.

Selain itu, Amerika juga gencar memberikan bantuan ekonomi dan juga militer kepada negara-negara Eropa bagian Barat melalui Marshall Plan.

Namun, Stalin menolak bantuan Marshall Plan ke bagian Eropa Timur yang merupakan bagian dari wilayah kekuasaannya.

Yang kemudian Stalin menjawabnya dengan membentuk sistem satu partai komunis dalam tubuh pemerintahan Eropa Timur. Pendudukan Cekoslowakia menjadi bukti berdirinya komunis di Eropa dan cukup mengkhawatirkan bagi Amerika Serikat.

Apalagi ketika stalin melakukan blokade pada semua jalur lalu lintas barang dan manusia dari zona pendudukan Jerman ke Berlin.

Tentu akhirnya membuat situasi semakin memanas. Karena telah terjadi blokade Berlin Akhirnya sekutu melakukan air lift, yakni menjatuhkan bahan makanan dan obat-obatan melalui udara.

Hal tersebut dilakukan setidaknya hingga 324 hari sebagai bentuk politik containing. Pada bulan April 1949, Amerika serikat berhasil membentuk negara-negara  Eropa Barat untuk mendirikan sebuah pakta pertahanan. Pakta pertahanan tersebut diberi nama North Atlantic Treaty Organization atau yang lebih dikenal dengan sebutan NATO.

Anggota dari NATO ini antara lain adalah  Denmark, Norwegia, Islandia, Irlandia, Inggris, Kanada, amerika Serikat, Portugal, Prancis, Luxemburg, Belanda, Belgia dan Jerman Barat. Pusat Nato berada di Belgia. Menanggapi hal tersebut dalam Perang Dingin, Uni Soviet juga mendirikan pakta pertahanan yang dinamakan Pakta Warsawa.

Negara-negara yang tergabung ke dalam pakta warsawa antara lain adalah Uni Soviet, Albania, Cekoslovakia, Jerman Timur, Bulgaria, Polandia, Hongaria dan Rumania. Munculnya kedua pakta pertahanan ini semakin membuat hubungan keduanya memanas. Antara Blok Barat maupun Blok Timur timbul rasa saling curiga dan akhirnya muncul kesalah pahaman.

Hal inilah yang mengakibatkan para peristiwa ini disebut sebagai Perang Dingin. Kedua blok sama-sama bersaing mengembangkan senjata, menebar mata-mata untuk memata-matai kegiatan kedua blok dan mempertahankan pengaruh terhadap para sekutunya masing-masing.

Peredaan Perang Dingin


Pada tahun 1970 Kondisi politik yang bersitegang antara Blok Barat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet dan juga Amerika Serikat mulai mereda. Ada berbagai hal yang akhirnya membuat hubungan keduanya mulai membaik. Diantara peristiwa yang membuat Perang Dingin ini mereda, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Isu Berlin Barat Akhirnya Diselesaikan di Dalam Meja Perundingan pada Tahun 1971.

Di dalam the Quardripatite agreement of september 3, 1971. Kesepakatan empat kekuatan untuk Berlin menjamin atas keselamatan akses dari  dan menuju Berlin Barat dengan memakai kereta maupun mobil melewati jalur Berlin Timur. Dan mengakhiri penutupan paksa jalur tersebut atau menghentikan blokade yang sebelumnya dilakukan oleh Uni soviet.

2. Mulai bergabungnya Inggris terhadap masyarakat ekonomi Eropa.

Pada tahun 1973, negara barat mulai melakukan hubungan diplomatik dengan republik Rakyat Cina yang merupakan bagian dari partai komunis.

3. Terjadi kesepakatan atas pembatasan senjata yang dilakukan dalam persetujuan Strategi arm limited Task I dan Strategi Arm Limited Task II.

Munculnya Mikhail Gorbachev  yang dipengaruhi oleh presiden Ronald Reagen dalam rangka  meningkatkan kemampuan persenjataan untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik.

Keberhasilan deng Xiaoping  dalam menguasai partai Komunis pasca meninggalnya Mao Tse tung di Republik Rakyat China. Deng Xiaoping merupakan pimpinan dari kelompok yang menghendaki reformasi ekonomi.

Akhir Perang Dingin


Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kedua negara yang saling berkuasa yakni Amerika Serikat dan juga Uni Soviet mendeklarasikan untuk mengakhiri Perang Dingin yang selama ini terjadi dan mempengaruhi situasi politik yang memanas. Deklarasi tersebut dilakukan dua hari usai melakukan pertemuan puncak malta.

Konferensi pers dilakukan secara bersama  di kapal layar Soviet, Maxim Gorky. Keduanya baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet akan mengurangi jumlah pasukan dan persenjataan yang berada di wilayah Eropa. Mikhail Gorbachev selaku pimpinan Uni Soviet menyatakan tidak akan menyulut perang terbuka kepada Amerika Serikat.

Sementara itu, George Bush yang merupakan presiden Amerika Serikat juga menyatakan bahwa kedua pihak akan melakukan kerja sama dalam merealisasikan perdamaian.

Pertemuan Puncak Yalta merupakan  salah satu pertemuan yang cukup penting sejak pertemuan yang dilakukan oleh  Churchill, Stalin dan Roosevelt setelah Perang Dunia II untuk Eropa di Yalta.

Kedua belah pihak menyatakan akan melakukan pembicaraan lebih lanjut pada Juni 1990 untuk membahas kebijakan di Amerika Tengah dan juga pemotongan senjata armada laut.

Dampak Perang Dingin


Berlangsungnya Perang Dingin hingga puluhan tahun tentunya memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia. Dampak tersebut bisa dinilai sebagai dampak positif maupun dampak negatif. Untuk lebih jelasnya simak ulasannya berikut ini!

Dampak Positif

Perang Dingin yang berlangsung dari tahun 1947 hingga tahun 1991 ini tentunya berpengaruh dalam berbagai bidang, baik bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial dan militer.

Bidang Ekonomi

Adanya Perang Dingin baik diakui maupun tidak ternyata membawa pengaruh yang positif terhadap perkembangan perekonomian di dunia. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya negara super power. Negara super power ini adalah mereka para pemegang modal.

Negara-negara tersebut saling berlomba untuk bisa memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara menginvestasikan modalnya kepada negara-negara berkembang yang pada umumnya memiliki upah buruh yang masih rendah. Namun ternyata hal tersebut justru berdampak positif bagi negara-negara berkembang tersebut.

Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang menjadi lebih pesat. Sehingga baik pemilik modal maupun  negara yang ditempati sama-sama diuntungkan.

Meskipun begitu, ternyata dalam dunia perekonomian juga membawa nilai politik. Dimana negara dengan modal besar akan mendapatkan untuk yang besar, sementara negara dengan modal kecil juga akan mendapatkan untung kecil.

Sehingga pada saat itu muncullah istilah globalisasi ekonomi. Dengan salah satu kebijakannya adalah menyatukan mata uang. Seperti yang dilakukan di Eropa yakni menggunakan mata uang Euro.

Bidang Sosial Budaya

Isu-isu tentang Hak asasi Manusia mulai sedikit meluap sehingga undang-undang tentang Hak asasi Manusia  mulai diakui keberadaannya. Dengan adanya HAM, rakyat semakin percaya bahwa tidak akan ada lagi penindasan terhadap kaum lemah dan juga percaya adanya demokrasi.

Bidang Militer

Karena ada perasaan ingin menjadi yang terbaik maka kedua belah pihak meningkatkan persenjataannya. Sehingga persaingan senjata berkembang dengan pesat.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Karena kedua belah pihak antara Amerika Serikat dan juga Uni Soviet merasa sama-sama memiliki kekuatan dan menginginkan untuk menguasai dunia, keduanya saling berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan keduanya saling bersaing untuk meluncurkan roket ke luar angkasa.

Atas berkat peluncuran roket oleh kedua belah pihak, sehingga bisa diketahui bagaimana bentuk tata surya. Terlepas dari siapa yang lebih dulu mengabarkan akan hal ini, yang penting nyatanya ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang pesat.

Selain itu, teknologi juga berkembang pesat pada masa Perang Dingin. Apalagi teknologi yang berhubungan dengan kegiatan militer maka akan lebih mendapat support dari pemerintah.

Pada masa ini, tumbuh disiplin-disiplin ilmu tentang sains yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.

Teknologi modern mulai hadir  dalam berbagai bidang baik ekonomi, militer, ideologi dan sumber daya alam. Dengan teknologi yang canggih akhirnya mampu memproduksi barang dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya.

Dampak Negatif

Selain memiliki pengaruh yang positif dalam berbagai bidang di dunia, adanya Perang Dingin yang terjadi antara amerika Serikat dengan Uni Soviet dari tahun 1947 hingga 1991 ini juga memberikan dampak yang negatif pada berbagai bidang di dunia. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Bidang Militer

Perkembangan nuklir secara pesat oleh kedua belah negara ternyata cukup menjadi momok yang besar bagi masyarakat. Masyarakat merasa ketakutan apabila perang nuklir sampai terjadi.

Bidang Politik

Dibangunnya tembok Berlin sebagai batas antara Jerman Timur dengan Jerman Barat. Jerman mengalami perpecahan menjadi dua bagian karena menganut dua paham yang berbeda. Jerman Barat menganut Liberal kapitalis sementara jerman timur menganut sosial-komunis.

Selain itu, Uni Soviet juga menyiagakan bala tentara yang siap menembaki bagi orang-orang  Jerman Timur yang berkeinginan untuk pindah ke Jerman Barat. Jerman barat dianggap jauh lebih maju dibandingkan dengan jerman Timur sehingga banyak orang-orang yang berkeinginan untuk pindah.

Akan tetapi hal itu menyinggung Uni Soviet. Sehingga uni soviet membuat kebijakan demikian. Dan kota Berlin pun terbelah menjadi dua bagian.

Nah itulah penjelasan lengkap mengenai Perang Dingin yang melibatkan negara-negara di Eropa. Perang Dingin merupakan kondisi ketegangan yang terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan juga Uni Soviet. Keduanya memiliki paham yang berbeda sehingga saling bertentangan. Semoga informasi di atas dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan Anda.


*Sumber: dikutip dari beberapa artikel

07/09/2019

Sejarah Berdirinya Gerakan Non Blok (Terlengkap)


Gerakan Non Blok merupakan organisasi antar negara atau internasional yang memilih untuk tidak bergabung ke dua kekuatan besar dunia. Kedua kubu yang dimaksud yaitu kubu Amerika Serikat dengan ideologi kapitalismenya yang lebih dikenal sebagai blok barat dan Uni Soviet dengan ideologi komunismenya yang lebih dikenal sebagai blok timur. Tujuan Gerakan Non Blok yaitu untuk menjaga kedaulatan, kemerdekaan, keamanan dan integritas teritorial dari negara-negara anggota Gerakan Non Blok. Indonesia sangat setuju dengan Gerakan Non Blok karena sesuai dengan perkembangan nasionalisme di Indonesia. Berikut akan dijelaskan lebih lengkap tentang Sejarah Berdirinya Gerakan Non Blok.

Sejarah Berdirinya Gerakan Non Blok

Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru mencetuskan kata “non blok.” Waktu itu Nehru sedang berpidato di Kota Colombo di Sri Lanka pada tahun 1954. Di pidatonya, Nehru mendeskripsikan lima poin yang menjadi acuan dasar untuk hubungan Sino-India. Lima poin ini disebut Panchsheel atau lima pengendali.

Lima pengendali ini kelak digunakan sebagai pedoman dasar Gerakan Non Blok. Lima poin ini yaitu menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, perjanjian non agresi, menghormati dan tidak mencampuri negara lain untuk mengatasi permasalahan dalam negeriny, egaliter dan kemakmuran bersama serta selalu aktif menjaga perdamaian. Bisa dibilang, lima poin ini adalah pancasilanya Gerakan Non Blok.

Untuk Gerakan Non Blok sebenarnya diawali ketika KTT Asia-Afrika yang berada di Bandung pada tahun 1955. Negara-negara yang tidak memihak blok barat dan blok timur menyatakan diri untuk tidak ikut campur persaingan ideologi barat dan timur. Gerakan ini dipelopori oleh Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Presiden Indonesia Soekarno, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah. Lima pemimpin ini berkumpul di Kota Belgrade di Yugoslavia pada tahun 1961 dan mendirikan Gerakan Non Blok dan pemimpin pertamanya adalah Josip Broz Tito.

Latar Belakang Berdirinya Gerakan Non Blok

Latar belakang sejarah berdirinya Gerakan Non Blok tak terpisahkan dari kisah Perang Dingin. Perang dingin adalah masa-masa kompetisi antara dua negara superpower pemenang perang dunia kedua yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dua negara ini awalnya berkompetisi dalam ideologi. Bagi Uni Soviet, perang dingin adalah bertujuan untuk menyebarkan komunisme seluas-luasnya. Sementara bagi Amerika Serikat, perang dingin adalah perang untuk menahan laju penyebaran komunisme sebisa mungkin. Bentrokan dua ideologi ini akhirnya juga diikuti persaingan ekonomi, teknologi, dominasi, milter, informasi dan masih banyak lagi. Paman Sam (julukan Amerika Serikat) dan Beruang Merah (julukan Uni Soviet) tidak berperang secara langsung di wilayah mereka. Tapi mereka mendukung negara-negara yang dilanda perang saudara. Contohnya seperti perang saudara di Korea, perang saudara di cina dan perang saudara vietnam. Uni Soviet mendukung kubu penganut komunis sedangkan Amerika Serikat mendukung kubu anti komunis. Di masa perang dingin ini, negara-negara cenderung mencari kawan atau blok sendiri.

Ada dua blok di masa perang dingin yaitu blok barat dan blok timur. Amerika Serikat menciptakan blok barat yang menganut kapitalisme. Aliansi militer blok barat ini disebut North Atlantic Treaty Organization (Bahasa Indonesia: Pakta Pertahan Atlantik Utara) atau biasa disingkat NATO. Di awal berdirinya pada tahun 1949, anggota NATO terdiri dari Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Luxemburg, Inggris, Perancis, Denmark, Eslandia, Italia dan Portugal. Tidak mau kalah, Uni Soviet dan beberapa negara Eropa Timur yang menganut komunisme mendirikan aliansi militer yaitu Pakta Warsawa atau Blok Timur. Anggota Blok Timur terdiri dari Uni Soviet, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman Timur, Hungaria, Polandia dan Romania. Pertempuran dua blok ini dikhawatirkan akan berubah menjadi perang nuklir atau perang dunia ketiga.

Jika benar terjadi perang, tentu kedaulatan dan kedamaian dunia akan hancur. Masa-masa perang dingin adalah masa-masa yang penuh kecemasan. Penduduk dunia yang tidak aneh-aneh takut jika perang dingin berubah menjadi perang dunia ketiga atau perang nuklir. Untuk mencegah terganggunya kedamaian dunia, maka para pemimpin dunia yang cinta damai berinisiatif untuk membentuk sebuah aliansi perdamaian.

Tujuan Gerakan Non Blok

Dasasila Bandung adalah sepuluh prinsip yang lahir dari konferensi asia afrika. Sepuluh prinsip ini diambil dari nilai-nilai PBB dan lima prinsip pidato Nehru. Sepuluh prinsip ini adalah :

1. Menghormati nilai-nilai kemanusiaan sesuai piagam PBB

2. Menghormati kedaulatan semua bangsa, menghormati semua bangsa, tidak ikut campur urusan dalam negeri bangsa lain
3. Menghomari hak-hak semua bangsa untuk bertahan secara mandiri atau berkelompok seperti yang tercantum di PBB
4. Mengutamakan perdamaian untuk menyelesaikan semua bentuk perselisihan internasional
5. Memajukan dan mengutamakan kerja sama dan terakhir mematuhi kewajiban dan hukum internasional.

Dasasila Bandung ini digunakan sebagai salah satu landasan Gerakan Non Blok. Selain Dasasila Bandung, prinsip dasar Gerakan Non Blok diambil dari dua hal lagi yaitu lima poin pidato Jawaharlal Nehru dan Deklarasi Havana 1979. Dari tiga hal ini, lahirlah tujuan Gerakan Non Blok. Tujuannya yaitu memperhatikan kedaulatan negara-negara non blok dan menentang segala bentuk kejahatan politk internasional. Seperti imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme, rasisme, apartheid, agresi milter, dominasi dan hegemoni salah satu blok besar. Dan yang paling utama adalah untuk mengakhiri Perang Dingin.


Anggota Gerakan Non Blok

Anggota Gerakan Non Blok sangatlah banyak. Setiap negara di benua Afrika, kecuali Sudan Selatan dan Sahara Barat, adalah anggota Gerakan Non Blok. Totalnya ada lima puluh tiga negara yang tergabung. Sedangkan negara di Asia totalnya tiga puluh tujuh negara. Termasuk Indonesia. Semua negara anggota ASEAN juga bergabung ke Gerakan Non Blok Untuk benua Amerika ada dua puluh enam negara. Sedangkan Eropa hanya satu negara dan Oceania hanya tiga negara. Total ada seratus dua puluh negara. Jumlah ini mewakili lima puluh lima persen penduduk dunia dan dua per tiga negara yang tergabung di PBB.

Kelemahan Gerakan Non Blok yaitu anggota-anggotanya kurang erat dan dekat. Tidak seerat NATO atau Pakta Warsawa. Bahkan ada beberapa negara anggota yang malah mengikuti salah satu negara adidaya. Contohnya seperti India yang malah ikut dengan Uni Soviet untuk melawan RRC. Kuba juga tak jauh beda dengan India walau awalnya mengaku non blok. Mungkin karena prinsip dasar negaranya sama seperti Uni Soviet yaitu komunis. Ada yang lebih buruk yaitu konflik antar sesama anggota Gerakan Non Blok seperti Pakistan dan India juga Irak melawan Iran. Selain itu pada tahun 1979, Afghanistan juga sedikit kacau ketika masa-masa penyerangan Uni Soviet ke Afghanistan. Negara-negara blok timur mendukung penuh serangan Uni Soviet ke Afghanistan. Sementara Gerakan Non Blok tidak bisa melakukan apapun karena harus menepati perjanjian dilarang intervensi.

Kredibilitas Gerakan Non Blok jadi sedikit kacau karena beberapa masalah tersebut. Seperti Kuba yang katanya ikut Gerakan Non Blok tapi realitanya malah berhubungan dekat dengan Blok Timur.

Pertemuan antar anggota Gerakan Non Blok juga aktif dilakukan. Sejak Gerakan Non Blok lahir hingga sekarang, KTT dilakukan tiap tiga tahun sekali. Tiap KTT paling lama tujuh hari. Indonesia pernah menjadi tuan rumah KTT Gerakan Non Blok ke sepuluh pada tanggal 1 hingga 6 september 1992 di Jakarta. Waktu itu KTT masih di masa kekuasaan Soeharto. Tahun 2019, KTT Gerakan Non Blok kedelapan belas akan diadakan di Azerbaijan.

Kepemimpinan Gerakan Non Blok memang dipilih secara bergantian dari tiap anggota. Karena dipimpin bergantian oleh orang yang berbeda dan dari bangsa yang berbeda, maka arah Gerakan Non Blok juga kadang berubah-ubah. Meski begitu, tujuan Gerakan Non Blok tetap konsisten yaitu menjaga dan memperjuangkan kedamaian dunia. Presiden Soeharto pernah menjabat sebagai sekjen Gerakan Non Blok. Mulai dari 1992 hingga 1995. Tepat tiga tahun sebelum lengser. Ada faktor penyebab runtuhnya orde baru hingga mengakibatkan kerusuhan mei 1998.

Runtuhnya Uni Soviet dan Perang Dingin Berakhir

Meski perang dingin sudah usai, Gerakan Non Blok masih aktif untuk menjaga perdamaian dunia. Sejarah runtuhnya uni soviet memang sebagai tanda usainya perang dingin. Cukup banyak kontribusi Gerakan Non Blok saat ini. Gerakan Non Blok pernah mengkritik kebijakan luar negeri Amerika Serikat ketika invasi ke Irak, perang melawan terorisme dan persaingan nuklir antara dengan Iran dan Korea Utara. Selain itu juga mendukung self-determination Puerto Rico dan Sahara Barat. Pembangunan berkelanjutan juga merupakan program Gerakan Non Blok seperti ekonomi dan beban hutang. Merasa ada kesalahan di PBB dinamika kekuasaan, Gerakan Non Blok juga berusaha mereformasi PBB dan membuat lebih transparan dan demokratis. Perbedaan budaya dan hak asasi manusia dipertahankan oleh Gerakan Non Blok.

Para anggota Gerakan Non Blok juga tergabung ke beberapa organisasi. Organisasi-organisasi ini berguna untuk menyelesaikan masalah yang ada serta diharapkan bisa mempererat negara anggota Gerakan Non Blok. Contoh organisasinya seperti Uni Africa, Liga Arab, ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation dan World Peace Council.

Gerakan Non Blok Saat Ini

Seperti dijelaskan di poin sebelumnya, Gerakan Non Blok masih aktif. Pusat Gerakan Non Blok saat ini berada di Jakarta. Sedangkan biro koordinatornya berada di New York. Mulai dari 2016 hingga sekarang, pemimpin Gerakan Non Blok adalah Presiden Venezuela yang bernama Nicolas Maduro. Nicolas Maduro meneruskan dua presiden Gerakan Non Blok sebelumnya yaitu Mahmoud Ahmadinejad dan Hassan Rouhani.

Demikian informasi tentang sejarah berdirinya Gerakan Non Blok. Semoga informasi ini bisa menambah ilmu sejarah tentang perjuangan untuk menjaga perdamaian dunia dan hubungan internasional negara-negara di dunia di era berkecamuknya Perang Dingin.

Sumber: kutipan dari beberapa artikel