05/10/2019

Makalah Sosiologi Perkotaan dan Pedesaan



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang


Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu.

Perkataan society datang daripada bahasa Latin societas, "perhubungan baik dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari sociusyang berarti "teman", maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sebuah negara. [1]

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Melihat dari berbagai aspek kehidupan yang terjadi di masyarakat pada saat ini, masih terjadinya beberapa fenomena pergeseran nilai, norma serta adat istiadat kaitannya dengan pemahaman tentang masyarakat desa dan kota. Hal tersebut dapat ditinjau dari ilmu sosiologi, dimana yang menjadi obyek adalah masyarakat yang dilihat dari hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

B.       Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari sosiologi dan masyarakat?
2.      Bagaimana masyarakat perkotaan?
3.      Bagaimana masyarakat pedesaan?4.      Bagaimana hubungan masyarakat perkotaan dan pedesaan ?


C.      Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari sosiologi dan masyarakat.
2. Untuk mengetahui tentang masyarakat perkotaan.
3. Untuk mengetahui tentang masyarakatpedesaan.
4. Untuk mengetahui hubungan masyarakat perkotaan dan pedesaan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Sosiologi dan Masyarakat


Sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari seluruh tingkah laku kehidupan manusia di suatu lingkungan yang di mana di dalamnya terdapat manusia-manusia lain yang saling berhubugan antara yang satunya dengan yang lainnya lagi, sehingga terjadi suatu interaksi di seluruh bidang kehidupan.[2]
Mengenai arti masyarakat, disini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat darti para sarjana, misalnya:

a.    R. Linton: Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.

b.   M.J Herskovits: Mengatakan bahawa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.

c.    J.L. Gillin dan J.P. Gillin: mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.

d.   S.R. Steinmetz: seorang sosiolog bangsa belanda mengatakan, bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.

e.    Hasan Shadily: mendifinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh-mempengaruhi satu sama lain. 

Mengingat definisi-definisi masyarakat tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a.    Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
b.   Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu.
c.    Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepadakepentingan dan tujuan bersama.


B.       Masyarakat Perkotaan

a.       Pengertian Kota
Masyarakat perkotaan atauurban community adalah masyarakat kota yang tidak tertentu jumlah penduduknya,. Tekanan pengertian “kota” terletak pada sifat serta ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.[3]

b.      Ciri-ciri masyarakat Perkotaan 

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
a)      Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
b)      Pembagian kerja diantara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas yang nyata.
c)      Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dariapada warga desa.
d)     Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
e)      Jalan kehidupan yang cepat dikota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
f)       Perubahan-perubahan sosial tampak denagn nyata  dikota-kota, karena kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.


Definisi dan pembahasan modernisasi
Berikut beberapa pendapat tentang modernisasi:[4]

*Astrid S. Susanto, modernisasi adalah proses menggunakan kesempatan yang diberikan oleh perubahan demikemajuan. Dalam negara yang menganut sistem demokrasi, manusia yang menjadi pkok tujuan.

*Alex Inkeles, mengemukakan bahwa ada sikap-sikap tertentu yang menandai manusia dalam setiap masyarakat modern. Dan di antara sikap-sikap ini, ada kecenderungan menerima gagasan-gagasan baru serta mencoba metode-metode baru.

*Louis Irving Horowitz, Modernisasi yang non ideologis pada dasarnya merupakan suatu istilah teknologi, bukan suatu istilah penilaian. Ia menyangkut penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin, modernisasi berkaitan dengan komunikasi informasi dalam  tempo cepat, memindah orang an barang dengan cepat, otomasi jasa-jasa, dan sebagainya.

*Soerjono Soekanto, mengatakan modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial, yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakansosial planning.
Dalam bahasa sosiologi, westernisasi merupakan proses peniruan oleh masyarakat atau negara tentang kebudayaan dari negara-negara Barat yang dianggap lebih baik dari kebudayaan negara sendiri.

C.      Masyarakat Pedesaan

a.  Pengertian desa
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri[5]


Sedang menurut Paul H. Landis : Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa.
b.   Ciri-ciri Masyarakat desa
Adapun ciri-ciri masyarakat pedesaan adalah[6]:
a)      Masyarakat pedesaan diantara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan hubungan mereka dengan masyarakat lainnya di luar batas-batas wilayahnya.
b)      Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan.
c)      Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian dan pekerjaan-pekerjaan yang bukan agraris hanya bersifat pedesaan bersifat waktu luang.


D.      Hubungan Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. 

Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyadiakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a). Urbanisasi.
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota  yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.[7]


b)      Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya.
a.   Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian.
b.  Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c.      Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d.     Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e.     Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.


2.)    Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota  banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d.  Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan

Manusia menjalani  kehidupan didunia ini tidaklah bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri dalam artian butuh bantuan dan pertolongan orang lain , maka dari itu manusia disebut makhluk sosial, Oleh karena itu kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong  atau sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita kehidupan yang harmonis, baik itu kehidupan didesa maupun diperkotaan. Tentunya itulah harapan kita bersama, tetapi fenomena yang terjadi sekarang ini, jauh sekali dari harapan, kesenjangan Sosial,  yang kaya makin Kaya dan yang Miskin tambah melarat , mutu pendidikan yang masih rendah, orang mudah sekali membunuh saudaranya hanya karena hal sepele saja, dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut diatas yang kita rasakan bersama, mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan dimana kita tinggal.

Fenomena-fenomena yang terjadi diatas tidak hanya terjadi dikota saja, ternyata problem yang tidak jauh beda ada didesa, yang kita sangka adalah tempat yang aman, tenang  dan berakhlak (manusiawi), ternyata telah tersusupi oleh kehidupan kota yang serba boleh dan bebas itu disatu pihak masalah urbanisasi menjadi masalah serius bagi kota dan desa, karena masyarakat desa yang berurbanisasi menjadikan sumber daya manusia yang produktif di desa menjadi berkurang yang membuat sebuah desa tak maju bahkan cenderung tertinggal.

B.       Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis senantiasa dengan lapang dada menerima bimbingan dan arahan serta saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan karya-karya berikutnya.  

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu, Drs. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineke Cipta.
Ishomuddin. 2005. Sosiologi Perspektif Islam. Malang: UMM Press
Kosim, H, E. 1996. Bandung: Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari
Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada


03/10/2019

Contoh Kelompok Sosial



Kelompok sosial adalah sebuah kelompok manusia dengan keanggotaan yang saling berinteraksi. Ciri-ciri kelompok sosial meliputi adanya interaksi sosial dan rasa kebersamaan. Kita pun bisa menjumpai kelompok sosial di sekitar kita. Banyak contoh contoh kelompok sosial di lingkungan masyarakat yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari.
Berikut ini beberapa kelompok sosial beserta penjelasannya, yaitu sebagai berikut.

1. TEMAN SEKELAS

Teman sekelas adalah termasuk kedalam klasifikasi kelompok sosial In Group (kelompok dalam) karena mereka adalah sekelompok orang yang memiliki rasa solidaritas, kesetiaan, dan kerelaan berkorban untuk kepentingan dalam kelompoknya. Pada in group terdapat identitas yang membedakan antara orang didalam kelompok dan diluar kelompok. Identitas yang dimiliki bersama di dalam kelompok menjadi kami  atau milik kami, dan menyebutkan kelompok luar sebagai mereka.

Proses pembentukan kelompok sosialnya adalah karena adanya faktor kepentigan yang sama (common interest)  yaitu kepentingan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

2. PERSAHABATAN

Persahabatan termasuk kedalam kelompok sosial karena setiap anggotanya memiliki kesadaran jenis dan hubungan antaranggota terjalin, tetapi tidak terikat dalam organisasi dan tidak memiliki aturan & mekanisme keanggotaan secara formal. Klasifikasi kelompok sosialnya termasuk kedalam Kelompok Primer (Primary group) karena persahabatan  memiliki ciri :
·   Memiliki anggota sedikit (kurang dari 30 orang anggota)
·  Hubungan antaranggota bersifat pribadi, akrab dan mengutamakan komunikasi tatap muka
. Kebersamaan setiap anggota dalam kelompok relatif lama
·  Bersifat informal, santai, dan saling tertarik
· Saling mengenal dengan baik antaranggota kelompok sehingga mempunyai perarasaan loyalitas
Proses pembentukannya didorong oleh faktor dorongan untuk mempertahankan hidup karena manusia sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya.

  3. UNJUK RASA  ATAU DEMONSTRASI

Unjuk rasa termasuk kedalam tipe kelompok tak teratur karena semua anggota berkumpul disuatu tempat pada waktu yang sama karena pusat perhatian/tujuan yang sama. Klasifikasi kelompok sosialnya termasuk kedalam kelompok semu massa, karena massa adalah sekumpulan orang yang berinteraksi secara langsung didordong adanya persamaan minat, perhatian, kepentingan, dan tujuan. 

Pembentukan massa dapat disengaja atau secara spontan. Proses pembentukannya karena didasari oleh faktor kepentingan yang sama yaitu semua anggota mempunyai pendapat yang sama dan ingin menunjukan rasa protesnya kepada pihak yang bersangkutan.

4. KONSER MUSIK

Penonton konser musik termasuk dalam tipe kelompok tak teratur karena semua anggota berkumpul disuatu tempat pada waktu yang sama karena pusat perhatian yang sama,tetapi diantara mereka tidak saling  melakukan interakasksi sosial satu dengan yang lain, keberadaan mereka karena adanya pusat perhatian yang sama dan menarik perhatian bagi mereka. 
Klasifikasi kelompok sosialnya adalah kelompok semu kerumunan karena terkait kepentingan sesaat dan bersifat sementara juga tidak terorganisasi, kerumunan akan segera berakhir jika orang-orang membubarkan diri karena pusat perhatiannya sudah hilang dan kebutuhannya terpenuhi.

Proses pembentukannya karena didasari oleh faktor kepentingan yang sama yaitu mereka sama-sama mencari suatu hiburan dengan menonton konser musik.   

5. KELUARGA

Keluarga termasuk kedalam kelompok sosial tipe kelompok sosial yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan hubungan antaranggota terjalin tetapi tidak terikat dalam suatu organisasi. Klasifikasi kelompok sosialnya adalah Paguyuban (Gemeinschaft) lebih tepatnya Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood) yang mengacu pada kekerabatan atau didasarkan pada ikatan darah atau keturunan. 

Proses pembentukan keluarga didorong oleh faktor meneruskan keturunan yaitu pria dan wanita menikah  untuk memiliki anak sehingga dapat meneruskan keturunan mereka.

6. PARTAI POLITIK

Partai politik termasuk kedalam  tipe kelompok organisasi formal karena dibentuk untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tiap angota dari organisasi formal merasa menjadi bagian dari organisasi tersebut, sadar akan tugas dan perkerjaan mereka masing-masing. Tiap anggota melakukan komunikasi dan hubungan sosial serta kerja sama guna mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama. Keberhasilan  adalah prestasi bersama hasil kerja keras yang dilakukan oleh seluruh anggota.

Klasifikasi kelompok sosialnya termasuk kedalam kelompok asosiasi (associational group) karena partai politik merupakan kelompok yang mempuyai kesadaranjenis persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama, serta memiliki ikatan organisasi formal.

Tetapi partai politik bisa menjadi sebagai kelompok acuan (refesensif group) yang dapat mengantarkan mereka sebagai anggota DPR yang menjadi kelompok keanggotaan (membership group) dari setiap anggota partai politik.
Proses pembentukannya karena ada faktor kepentingan yang sama dan didorong oleh faktor untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja para anggotanya.

7. BOYBAND/GIRLBAND

Boyband/girlband termasuk kedalam klasifikasi kelompok sosial In Group (kelompok dalam)karena mereka adalah sekelompok orang yang memiliki rasa solidaritas, kesetiaan, dan kerelaan berkorban untuk kepentingan dalam kelompoknya. Pada in group terdapat identitas yang membedakan antara orang didalam kelompok dan diluar kelompok. Identitas yang dimiliki bersama di dalam kelompok menjadi kami  atau milik kami, dan menyebutkan kelompok luar sebagai mereka.

Proses pembentukannya terjadi karena adanya dorongan mempertahankan hidup karena dijadikan mata pencaharian yang menjanjikan dan juga didasari oleh faktor kepentingan yang sama yaitu mengembangkan bakat dan menjadikannya karier yang profesional.

Label:

02/10/2019

Kebudayaan Indonesia yang Mendunia


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, dengan populasi lebih dari 258 juta jiwa pada tahun 2016. Dengan jumlah penduduk yang tentunya lebih dari 258 juta jiwa dimana mereka tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan.

Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi.

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah kekayaan yang ada di bumi Indonesia. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi.

 Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan, saling mengisi, dan ataupun berjalan secara paralel. Misalnya kebudayaan keraton atau kerajaan yang berdiri sejalan secara paralel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat tertentu. 

Dalam konteks masa kini dapat ditemui bagaimana kebudayaan masyarakat urban dapat berjalan paralel dengan kebudayaan rural atau pedesaan, bahkan dengan kebudayaan berburu meramu yang hidup jauh terpencil.

Sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya kita turut bangga denga kebudayaan yang telah ada di negara tercinta ini, dan sudah selayaknya ingin mewarisi budaya ini dengan mempelajarinya agar tidak kalah dengan warga negara asing yang justru sangta menghargainya. Berikut dapat kita simak warisan-warisn budaya Indonesia yang mendunia berikut ini.

1. Wayang


Wayang merupakan seni pertunjukan yang dimainkan oleh seorang dalang dan biasanya diiringi musik gamelan dan suara merdu soerang pesinden. Kisah yang diceritakan dalam lakon pewayangan biasanya berkisar tentang kisah para punakawan seperti Petruk, Semar, bagong, dan Gareng.

Wayang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dari bangsa Indonesia pada tahun 2003 dan telah dikenal luas oleh masyarakat dunia. Bahkan kini sudah banyak orang asing yang turut mempelajari kesenian yang berasal dari tanah Jawa ini, biasanya para Wara Negara Asing (WNA) yang tertarik dengan kesenian ini akan tinggal didaerah tertentu menuntut ilmu kesenian wayang sebagai mahasiswa atau langsung pada seorang dalang terkenal dan mumpuni.


2. Angklung

Angklung merupakan alat musik kesenian tradisional dari Jawa Barat bernada ganda yang dimainkan dengan cara digoyangkan
lat musik Angklung Indonesia telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari World Heritage pada 19 Januari 2011. Sertifikat pun diserahkan oleh mantan Duta Besar RI untuk UNESCO, Tresna Dermawan Kunaefi kepada Menteri Pendidikan Nasional pada masa itu, yaitu Muhammad Nuh.

Selain menjadi warisan budaya alat musik Indonesia yang digemari oleh sebagian besar kalangan Angklung pun ternyata digemari di luar negeri, negara-negara seperti Korea, Jepang, dan Malaysia telah mengenalkan angklung pada anak-anak usia sekolah di negara mereka masing-masing.

3. Keris


Keris adalah  senjata tradisional dari Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan magis atau supranatural. Keris biasanya digunakan oleh para anggota kerajaan sebagai senjata pusaka yang dituakan. Keris sendiri telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9, keris terbuat  dari logam berkualitas, bahkan untuk keris kuno, banyak ditemukan terbuat dari bahan logam meteor yang jatuh kebumi. Menurut para peneliti keris kuno seridaknya  mengandung unsur logam titanium, suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan untuk  luar angkasa . Gagang keris sendiri biasanya terbuat dari tulang belulang, kayu, ataupun tanduk binatang.UNESCO juga mengakui Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005.

4.Tari Saman

Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat daerah setempat. Syair yang digunakan dalam tarian Saman menggunakan campuran bahasa Arab dan bahasa Gayo Dalam beberapa referensi menyebutkan bahwa tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari daerah Gayo di Aceh Tenggara.

Tarian saman termasuk menjadi salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya tanpa adanya pergeseran dan liak-liuk anggota tubuh lain dan kaki, penamaan dari gerakan pada tarian saman ini ada guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua nama gerakan tari saman dalam bahasa Gayo) 

Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi diakui dan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak UNESCO, pada Sidang akbar tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota delegasi dari 69 negara, LSM internasional, pakar budaya dan media di Bali pada 22 – 29 November 2011

5. Reog Ponorogo

Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Timur, Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional yang berupa tarian yangsampai saat ini masih terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. Sebagai daerah yang terkenal sebagai kota asal reog ponorogo gerbang kota ini dihiasi oleh dua sosok yang biasanya tampil dalam pertunjukan reog, yaitu sosok Warok dan Gemblak.

Dalam pementasan Reog Ponorogo tidak ada skenario tarian yang pasti dan paten, biasanya seniman reog mementaskan berdasarkan aadegan yang telah dipelajarinya dengan tambahan gerak mengayun-ayunkan bagian kepala reog, kadang kala pementasan reog juga mengikutsertakan para penonton, pemain reog kadangkala berinteraksi dengan penonton, tentu saja dengan selalu memperhatikan intruksi dari pemain dan dalang.

Kepuasan dari penonton adalah hal wajib dalam pementasan reog, adegan  demi adegan dipentasakan dengan apik oleh penari reog seperti adegan singa barong yang merupakan adegan yang sangat disukai oleh penonton, adegan ini berupa pemain reog memakai topeng berbentuk kepal singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak, yang beratnya bisa mencapai 50-60 kilogram. pertunjukan reog menggunkan topeng yang dibawa oleh penarinya menggunakan gigi. Selain membutuhkan latihan dan fisik yang kuat, dipercaya juga kekuatan membawa beban oleh seorang penari reog didapat ari latihan spiritual berupa puasa danbertapa.

6. Tari Kecak

Tari kecak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bali, tarian ini juga biasa disebut juga sebagai tari “cak” atau tari api. Tari kecak adalah sebuah tarian yang biasanya dibawakan sebagai sendratari yang dipertunjukan massal dan tari hiburan yang didalamnya terdapat unsur drama. penggolongan tari kecak sebagai sendratari karena dari keseluruhan pertujukan tari kecak akan menggambarkan seni peran dari cerita pewayangngan seperti memerankan tokoh rama dan Sinta. Tari ini juga khusus digunakan untuk sebuah ritual keagamaan masyarakat Hindu di Bali.

Tarian yang juga diangggap sebagai pemujaan dan upacara keagamaan, tari kecak juga sakral dengan mempertontonkan kekebalan fisik para penarinya yang tidak terbakar api. tidak seperti tari tradisional lainnya, atri kecak menggunkan teriakan berbunyi “cak cak ke cak cak ke” sebagai musik pengiring sehingga tari ini besar dengan nama tari kecak.

7. Tari Barong dari Bali

Salah satu pertunjukan tari yang sangat terkenal dari nusantara adalah tari barong yang berasal dari bali. barong sendiri adalah tarian khas bali yang sudah ada sejak peradaban kebudayaan pra hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebaikan melawan kebathilan, Barong sebagai lambang kebaikan melawan rangda yang merupakan simbol kejahatan.

8. Sendra Tari Ramayana

Sendratari ramayana merupakan gabungan dari pementasan tari dan juga pementasan drama tanpa dialog, tarian ini diangkat dari kisah pewayangan ramayana. Sendratari ramayana pertama kali dipentaskan pada tahun 1961 di Candi prambanan pada setiap hari selasa, kamis, dan sabtu. pementasanya sangat artistik karena berada di panggung terbukan dengan panorama candi prambanan.

9. Tari Pendet

Tari pendet pendet semula adalah sebuah tarian yang dibawakan oleh seorang wanita yang dipertunjukan sebagai kegiatan pemujaan di pura, hingga pada akhirnya tari pendet mulai berkembang sangat pesat dan dijadikan sebuah tari yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Seriring dengan perkembangan jaman, tari pendet yang tadinya merupakan simbol penyambutan terhadap dewata semakin berkembang menjadi sebuah tarian penyambutan untuk tamu sebagai ucapan selamat datang.

10. Batik

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang terkenal di manca negara, setiap orang di Indonesia paling tidak memiliki pakaian batik dalam lemarinya, sebagai persiapan untuk menghadiri berbagai acara-acara formal. Batik sendiri dihasilkan dari cara yang sangat unik yaitu menuliskan lilin panas ke atas kain menggunakan canting. batik sudah dikenal sejak kerajaan majapahit dan terus berkembang hingga saat ini dengan berbagai macam motif dan kreasi.

Demikianlah contoh kebudayaan Indonesia yang sudah mendunia. Semoga bermanfaat.

Label:

Artikel Lengkap; Kebudayaan


Pengertian Kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.

Kebudayaan = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris) = tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin : “colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.

Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dibedakan antara budaya dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang dunia idea tau nilai, bukan hasil fisiknya. Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut :

Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.

Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hokum, adat-istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897:19).

Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai. Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik (Bakker, 1984:21).

Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Koentjaraningrat

Mengatakan bahwa kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

L. Kroeber dan C.Kluckhohn (1952:34)

Dalam bukunyan Culture, a critical review of concepts and definitions mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.

Malinowski

Malinowski menyebutkan bahwa kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan atas berbagai system kebutuhan manusia. Tiap tingkat kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. Misalnya, guna memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatannya maka timbul kebudayaan yang berupa perlindungan, yakni seperangkat budaya dalam bentuk tertentu, seperti lembaga kemasyarakatan.

B Taylor (1873:30) dalam bukunya Primitive Culture kebudayaan adalah suatu satu kesatuan atau jalinan kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, susila, hokum, adat-istiadat dan kesanggupan-kesanggupan lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Hasil buah budi (budaya) manusia itu dapat kita bagi menjadi 2 macam:

1) Kebudayaan material (lahir), yaitu kebudayaan yang berwujud kebendaan.
misalnya : rumah, gedung, alat-alat senjata, mesin-mesin, pakaian dan sebagainya.

2) Kebudayaan immaterial (spiritual=batin), yaitu : kebudayaan, adat istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Unsur Kebudayaan

Unsur kebudayaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai satuan analisis tertentu. Dengan adanya unsur tersebut, kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas daripada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Menurut Kluckhohn ada tujuh unsure dalam kebudayaan universal, yaitu system religi dan upacara keagamaan, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian hidup, system tekhnologi dan peralatan, bahasa, serta kesenian. Untuk lebih jelas, masing-masing diberi uraian sebagai berikut:

1) Sistem religi dan upacara keagamaan, merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Mahabesar yang dapat “menghitam-putihkan” kehidupannya. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama. Untuk membujuk kekuatan besar tersebut agar mau menuruti kamauan manusia, dilakukan usaha yang diwujudkan dalam system religi dan upacara keagamaan.

2) Sistem organisasi kemasyarakatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah. Namun, dengan akalnya manusia membentuk kekuatan dengan cara menyusun organisasi kemasyarakatan yang merupakan tempat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3) Sistem pengetahuan, merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu dapat juga dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia untuk mengingat apa yang telah diketahui, kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan ini menyebar luas.

4) Sistem mata pencaharian hidup, yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5) Sistem teknologi dan peralatan, merupakan produksi dari manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas serta dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan suatu alat. Dengan alat-alat ciptaannya itu, manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.

6) Bahasa, merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode), yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan.

7) Kesenian, merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka manusia perlu dan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya.

Perlu dimengerti bahwa unsur-unsur kebudayaan yang membentuk struktur kebudayaan itu tidak berdiri lepas dengan lainnya. Kebudayaan bukan hanya sekedar merupakan jumlah dari unsur-unsurnya saja, melainkan merupakan keseluruhan dari unsur-unsur tersebut yang saling berkaitan erat (integrasi), yang membentuk kesatuan yang harmonis. Masing-masing unsur saling mempengaruhi secara timbale-balik. Apabila terjadi perubahan pada salah satu unsur, maka akan menimbulkan perubahan pada unsur yang lain pula.

Wujud Kebudayaan

Selain unsur kebudayaan, masalah lain yang juga penting dalam kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat umum mengatakan ada dua wujud kebudayaan. Pertama, kebudayaan bendaniah (material) yang memiliki cirri dapat dilihat, diraba, dan dirasa. Sehingga lebih konkret atau mudah dipahami. Kedua, kebudayaan rohaniah (spiritual) yang memiliki ciri dapat dirasa saja. Oleh karena itu, kebudayaan rohaniah bersifat lebih abstrak dan lebih sulit dipahami. Koentjaraningrat dalam karyanya kebudayaan. Mentaliter, dan pembangunan menyebutkan bahwa paling sedikit ada tiga wujud kebudayaan, yaitu :

1) Sebagai suatu kompeks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya.

2) Sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.

3) Sebagai benda-benda hasil karya manusia. (koentjaraningrat, 1974:15).

Wujud pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tak dapat diraba dan difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia. Ide-ide dan gagasan manusia ini banyak yang hidup dalam masyarakat dan member jiwa kepada masyarakat. Gagasan-gagasan itu tidak terlepas satu sama lain melainkan saling berkaitan menjadi suatu system, disebut system budaya atau culture system, yang dalam bahasa Indonesia disebut adat istiadat.

Wujud kedua adalah yang disebut system social, yaitu mengenai tindakan berpola manusia itu sendiri. Sistem social ini bersifat konkrit sehingga bias diobservasi, difoto dan didokumentir.

Wujud ketiga adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit berupa benda-benda yang bias diraba, difoto dan dilihat. Ketiga wujud kebudayaan tersebut di atas dalam kehidupan masyarakat tidak terpisah satu dengan yang lainnya.

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai. Menurut C.Kluckhohn (1961:38) dalam karyanya Variations in Value Orientation, system nilai budaya dalam semua kebudayaan yang ada di dunia sebenarnya berkisar pada lima masalah pokok dalam kehidupan manusia, yaitu :

1) Hakikat dari hidup manusia (manusia dan hidup, disingkat MH)

2) Hakikat dari karya manusia (manusia dan karya, disingkat MK)

3) Hakikat kedudukan manusia dalam ruang waktu (manusia dan waktu, disingkat MW)

4) Hakikat hubungan manusia dengan sesamanya (manusia dan manusia, disingkat MM).

Demikianlah pembahasan mengenai kebudayaan secara lengkap.

Label: