28/09/2025

Materi UTS IPS Umum – Kelas X

Sejarah itu bukan sekadar hafalan tahun, tapi cara berpikir. Ada empat cara utama dalam melihat peristiwa sejarah. Pertama, diakronis, yaitu melihat peristiwa secara berkesinambungan dari masa ke masa, misalnya runtut perjalanan bangsa Indonesia dari masa penjajahan hingga merdeka. Kedua, sinkronis, yaitu mengkaji peristiwa dalam satu kurun waktu tertentu, contohnya melihat kondisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia pada tahun 1950-an. Ketiga, kronologi, yaitu menata peristiwa sesuai urutan waktunya. Keempat, kausalitas, yaitu melihat hubungan sebab-akibat, misalnya proklamasi kemerdekaan 1945 tidak lepas dari pendudukan Jepang. Selain itu ada juga periodisasi, yaitu pembabakan sejarah agar lebih mudah dipelajari.

Baca selengkapnya »

Label: ,

30/09/2023

Begini Sejarah Terbentuknya ASEAN

 


Asean merupakan singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Jika dalam bahasa Indonesia ASEAN disebut sebagai perhimpunan bangsa-bangsa yang terletak di Asia. Sejarah awal berdirinya ASEAN adalah pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand melalui deklarasi Bangkok
Baca selengkapnya »

Label: , ,

29/09/2023

Begini Sejarah Awal Mula Berkembang Ilmu Sosiologi di Dunia

 

Begini Sejarah Awal Mula Berkembang Ilmu Sosiologi di Dunia -- JIKA kita bicara tentang kapan sosiologi itu ada, maka jawabannya sosiologi itu telah lahir sejak ratusan tahun sebelum Masehi tepatnya saat manusia mulai bertanya tentang masyarakat dan perubahan yang ada di dalamnya.
Baca selengkapnya »

Label: , ,

19/07/2022

Diferensiasi Sosial

 

Manteman, pada dasarnya kita hidup dalam lingkungan yang penuh dengan perbedaan. Lihatlah di sekelilingmu sekarang, kamu akan menemukan banyak perbedaan mulai agama, jenis kelamin, ras, dan lain-lain. Perbedaan-perbedaan iDiferensiasi Sosial

Manteman, pada dasarnya kita hidup dalam lingkungan yang penuh dengan perbedaan. Lihatlah di sekelilingmu sekarang, kamu akan menemukan banyak perbedaan mulai agama, jenis kelamin, ras, dan lain-lain. Perbedaan-perbedaan inilah yang menyebabkan pemisahan atau pembagian dalam suatu masyarakat yang disebut diferensiasi sosial.

Baca selengkapnya »

Label: , ,

10/07/2022

Bentuk Akulturasi Budaya Islam pada Masyarakat Indonesia


Berkembangnya kebudayaan Islam di Kepulauan Indonesia telah menambah khasanah budaya nasional Indonesia, serta ikut memberikan dan menentukan corak kebudayaan bangsa Indonesia. Akan tetapi karena kebudayaan yang berkembang di Indonesia sudah begitu kuat di lingkungan masyarakat maka berkembangnya kebudayaan Islam tidak menggantikan atau memusnahkan kebudayaan yang sudah ada. Dengan demikian terjadi akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada. 

Baca selengkapnya »

Label:

09/07/2022

Kerajaan Islam di Jawa yang Perlu Diketahui oleh Orang Indonesia

Tahukah kamu kapan dan bagaimana proses Islamisasi di tanah Jawa? Islam masuk ke Jawa melalui pesisir utara Pulau Jawa. Bukti sejarah tentang awal mula kedatangan Islam di Jawa antara lain ialah ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat tahun 475 H atau 1082 M di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. 
Baca selengkapnya »

Label: ,

08/07/2022

Beberapa Situs Manusia Purba di Indonesia


Manteman, pernahkah kalian mendengar tentang manusia purba? Di Indonesia sudah ditemukan beberapa lokasi yang dapat dikunjungi dan sudah diteliti oleh ilmuan sejarah bahwa terdapat jejak-jejak dan peninggalan manusia purba.

Peninggalan manusia purba tersebut untuk sementara ini yang paling banyak ditemukan berada di Pulau Jawa. Meskipun di daerah lain tentu juga ada, tetapi para peneliti belum berhasil menemukan tinggalan tersebut atau masih sedikit yang berhasil ditemukan. Di bawah ini akan dipaparkan beberapa situs penemuan penting fosil manusia purba di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1. Sangiran

Sangiran pertama kali ditemukan oleh P.E.C. Schemulling tahun 1864, dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari Kalioso, bagian dari wilayah Sangiran. Di dalam buku Harry Widianto dan Truman Simanjuntak, Sangiran Menjawab Dunia diterangkan bahwa Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan  paling  penting di Indonesia, dan bahkan di Asia. Lokasi tersebut merupakan pusat perkembangan manusia dunia, yang memberikan petunjuk tentang keberadaan manusia sejak 150.000 tahun yang lalu.

Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya. Kubah raksasa itu diwarnai dengan perbukitan yang bergelombang. Kondisi deformasi geologis itu menyebabkan tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil manusia purba dan binatang, termasuk artefak.

2. Trinil, Ngawi, Jawa Timur

Trinil adalah sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, masuk wilayah administrasi  Kabupaten  Ngawi,  Jawa  Timur. Tinggalan purbakala telah lebih dulu ditemukan di daerah ini  jauh  sebelum von Koeningswald menemukan Sangiran pada 1934. Namun, ekskavasi yang dilakukan  oleh  Eugene Dubois di Trinil telah membawa penemuan  sisa-sisa  manusia purba yang sangat berharga bagi dunia pengetahuan. Penggalian Dubois dilakukan pada endapan alluvial Bengawan Solo. Dari lapisan ini ditemukan atap tengkorak Pithecanthropus erectus, dan beberapa buah tulang paha (utuh dan fragmen) yang menunjukkan pemiliknya telah berjalan tegak.


Tengkorak Pithecanthropus erectus dari Trinil sangat pendek tetapi memanjang ke belakang. Volume otaknya sekitar 900 cc, di  antara otak kera (600 cc) dan otak manusia modern (1.200-1.400 cc). Tulang kening sangat menonjol dan di bagian belakang mata, terdapat penyempitan yang sangat jelas, menandakan otak yang belum berkembang. Pada bagian  belakang kepala terlihat bentuk yang meruncing yang diduga pemiliknya merupakan perempuan.

Nah itulah situs atau tempat-tempat peninggalan manusia purba di Indonesia. Selain tempat-tempat diatas  juga ditemukan jejak manusia purba di Perning, Mojokerto, Jawa Timur; Ngandong, Blora, Jawa Tengah; dan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah dan juga di Aceh (Takengon). Temuan tengkorak yang diperkirakan berusia ratusan tahun seperti di salah satu guha di Aceh, saat ini sedang dalam pengkajian para ilmuwan untuk dikaji disimpulkan sejarahnya. 


Label:

07/07/2022

Kenapa Setiap Suku Bangsa Memiliki Bahasa yang Berbeda-beda


Manteman, pernahkah kalian berpikir mengapa setiap suku bangsa itu memiliki bahasa yang berbeda-beda? Misal suku Aceh dengan bahasa Aceh-nya, suku Jawa dengan bahasa Jawa-nya, suku Batak denga bahasa Batak-nya, suku Indian di Amerika Serikat dengan bahasa khasnya, dan beragama banyak bahasa lainnya didunia.

Ilmuwan Sosial sudah menyimpulkan bahwa salah satu dasar pembedaan diferensiasi sosial adalah bahasa. Karena bahasa merupakan alat komunikasi antar sesama manusia memiliki ciri berbeda dan khas, tidak ada tinggi rendah dalam mengelompokkannya. 

Nah, langsung saja Manteman, menurut ilmuan sosial perbedaan bahasa tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yaitu: 

1). Pengaruh bahasa Asing Beberapa wilayah yang berinteraksi dengan masyarakat asing akan menyerap beberapa istilah asing kedalam bahasa daerahnya. Penyerapan bahasa asing terjadi karena adanya istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak ada dalam pembedaharaan bahasa daerah. Indonesia menerima banyak pengaruh bahasa asing dari beberapa negara seperti Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang. Bahasa asing yang paling banyak diserap oleh bahasa daerah di Indonesia yaitu bahasa Belanda, Inggris dan Portugis. 

2). Perbedaan Wilayah Perbedaan wilayah seringkali menjadi batas penggunaan bahasa daerah, maksudnya bahasa daerah hanya digunakan di daerahnya saja karena bahasa merupakan salah satu ciri identitas suatu daerah. Misalnya, bahasa Sunda hanya digunakan oleh masyarakat daerah Jawa Barat, bahasa Jawa hanya digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah atau Jawa Timur saja. Wilayah yang terpencil, biasanya memiliki bahasa lebih terbatas lagi karena keterbatasan pemahaman mereka terhadap lingkungannya. 

3). Latar Belakang sejarah yang berbeda Latar belakang sejarah berpengaruh terhadap bahasa daerah suatu masyarakat. Sebagai contoh, bahasa Sunda di Banten merupakan perpaduan antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa, hal ini terjadi karena latar belakang sejarah masyarakat Banten pernah berinteraksi dengan masyarakat Jawa pada jaman kerajaan Mataram. 

4). Lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan yang berlainan. Lingkaran hukum adat sekaligus menjadi batas pemakaian bahasa yang digunakan oleh masyarakatnya, karena bahasa tersebut menjadi ciri identitas dari suatu lingkaran hukum adat. Setiap lingkaran hukum adat akan memiliki bahasa sendiri. 

Nah, demikianlah manteman pembahasan singkat mengenai penyebab bahasa yang berbeda-beda didunia. Sekarang manteman sudah tahukan penyebabnya. Untuk itu silahkan dikunjungi terus blog belajar ini ya. Terima kasih


Label:

06/07/2022

Pengaruh Kebudayaan Hindu di Indonesia

Satu diantara bangsa yang berinteraksi dengan penduduk kepulauan di Indonesia adalah bangsa India. Interaksi itu terjalin sejalan dengan meluasnya hubungan perdagangan antara India dan Cina. Hubungan itu yang mendorong pedagang-pedagang India dan Cina datang ke kepulauan di Indonesia. Menurut van Leur, barang yang diperdagangkan dalam pasar internasional saat itu adalah barang komoditas yang bernilai tinggi. Barang-barang itu berupa logam mulia, perhiasan, berbagai barang pecah belah, serta bahan baku yang diperlukan untuk kerajinan. 

Dua komoditas penting yang menjadi primadona pada awal masa sejarah di Kepulauan Indonesia adalah gaharu dan kapur barus. Kedua komoditi itu merupakan bahan baku pewangi yang paling digemari oleh bangsa India dan Cina. Interaksi dengan kedua bangsa itu membawa perubahan pada bentuk tatanegara di beberapa daerah di Kepulauan Indonesia. Juga perubahan dalam susunan kemasyarakatan dan sistem kepercayaan. Sejak saat itu pula pengaruh-pengaruh Hindu-Buddha berkembang di Indonesia.

Tanda-tanda tertua adanya pengaruh kebudayaan Hindu di Indonesia berupa prasasti-prasasti yang ditemukan di daerah Sungai Cisedane dekat Kota Bogor saat ini. Juga di Jawa Barat dekat Kota Jakarta. Disamping itu kita juga dapat melihat peninggalan kebudayaan Hindia itu di sepanjang pantai Kalimantan Timur, yaitu di daerah Muara Kaman, Kutai. 

Menurut para ahli sejarah kuno, kerajaan-kerajaan yang disebut dalam prasastiprasasti itu adalah kerajaan Indonesia asli, yang hidup makmur bersumber dari perdagangan dengan negara-negara di India Selatan. Interaksi dengan orang-orang dari negara lain itulah yang kemudian mempengaruh cara pandang para raja-raja saat itu untuk mengadopsi konsep-konsep Hindu dengan cara mengundang para ahli dan para pendeta dari golongan Brahmana (pendeta) di India Selatan yang beragama Wisnu atau Brahma.


 Beberapa bukti menunjukkan, setelah budaya India masuk, terjadi banyak perubahan dalam tatanan kehidupan. Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, kerajaan tertua di Muarakaman, Kalimatan Timur, yaitu Kerajaan Kutai mendapat pengaruh yang kuat dari budaya India yaitu budaya yang dikembangkan oleh Bangsa Arya di lembah Sungai Indus. Percampuran budaya itu kemudian melahirkan kerajaan yang bersifat Hindu di Nusantara. Baik itu yang mencakup dalam sistem religi, sistem kemasyarakatan, dan bentuk pemerintahan. 

Suatu hal yang sangat penting dalam pengaruh Hindu adalah adanya konsepsi mengenai susunan negara yang amat hirarkis dengan pembagian-pembagian dan fraksi-fraksi yang digolongkan ke dalam empat atau delapan bagian besar yang bersifat sederajat dan tersusun secara simetris. Semua bagianbagian itu diorientasikan ke atas, yaitu sang raja dianggap sebagai keturunan dewa. Raja dianggap keramat dan puncak dari segala hal dalam negara dan pusat alam semesta.

Kebudayaan Hindu di zaman itu mempunyai kekuatan yang besar dan serupa dengan zaman modern saat ini, seperti kebudayaan Barat ataupun kebudayaan Korea yang hampir mempengaruhi seluruh kehidupan semua bangsa-bangsa di dunia. Demikian halnya dengan kebudayaan intelektual agama Hindu pada masa itu yang mempunyai pengaruh kuat di Asia Tenggara.

Sebelum kebudayaan India masuk, pemerintahan desa dipimpin oleh seorang kepala suku yang dipilih oleh anggota masyarakat. Seorang kepala suku merupakan orang pilihan yang mengetahui tentang adat istiadat dan upacara pemujaan roh nenek moyangnya dengan baik. Ia juga dianggap sebagai wakil nenek moyangnya. Ia harus dapat melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Karena itulah larangan dan perintahnya dipatuhi oleh warganya. Setelah masuknya budaya India, terjadi perubahan

. Kedudukan kepala suku digantikan oleh raja seperti halnya di India. Raja memiliki kekuasaan yang sangat besar. Kedudukan raja tidak lagi dipilih oleh rakyatnya, akan tetapi diturunkan secara turun temurun. Raja merupakan penjelmaan dewa yang seringkali disembah oleh rakyatnya. Para Brahmana agama Hindu tidak dibebani untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Pada dasarnya seseorang tidak dapat menjadi Hindu, tetapi seseorang itu lahir sebagai Hindu. Mengingat hal tersebut, maka menjadi menarik dengan adanya agama Hindu di Indonesia. Bagaimana dapat terjadi bahwa orangorang Indonesia yang pasti pada mulanya tidak dilahirkan sebagai Hindu dapat beragama Hindu. 


Demikian pula dengan sistem kemasyarakatan. Sistem kemasyarakatan yang dikembangkan oleh bangsa Arya yang berkembang di Lembah Sungai Indus adalah sistem kasta. Sistem kasta mengatur hubungan sosial bangsa Arya dengan bangsa-bangsa yang ditaklukkannya. Sistem ini membedakan masyarakat berdasarkan fungsinya. Golongan Brahmana (pendeta) menduduki golongan pertama. Ksatria (bangsawan, prajurit) menduduki golongan kedua. Waisya (pedagang dan petani) menduduki golongan ketiga, sedangkan Sudra (rakyat biasa) menduduki golongan terendah atau golongan keempat. Sistem kepercayaan dan kasta menjadi dasar terbentuknya kepercayaan terhadap Hinduisme. Penggolongan seperti inilah yang disebut caturwarna.

 Awal hubungan dagang antara penduduk Kepulauan Nusantara dan India bertepatan dengan perkembangan pesat dari agama Buddha. Pendeta-pendeta Buddha menyebarkan ajarannya keseluruh penjuru dunia melalui jalur perdagangan tanpa menghitungkan kesulitan-kesulitan yang ditempuhnya. Mereka mendaki Himalaya untuk menyebarkan ajaran Buddha di Tibet. 

Dari Tibet mereka melanjutkan ke arah utara hingga sampai ke Cina. Kedatangan mereka itu biasanya disampaikan terlebih dahulu, sehingga ketika tiba di tempat tujuan mereka dapat bertemu dengan kalangan istana. Mereka biasanya mengajarkan agama dengan penuh ketekunan. Mereka juga membentuk sebuah sanggha dengan biksu-biksu setempat, sehingga muncul suatu ikatan  langsung dengan India, tanah suci agama Buddha. 

Kedatangan para biksu dari India ke negara-negara lain itu, memunculkan keinginan para penduduk daerah setempat untuk pergi ke India mempelajari agama Buddha lebih lanjut. Para biksu lokal itu kemudian kembali dengan membawa kitabkitab suci, relik, dan kesan-kesan. Bosch menyebut gejala ini dengan “arus balik”. Pengaruh Buddha di Indonesia dapat dijumpai pada beberapa temuan arkeologis. Satu bukti adalah ditemukannya arca Buddha terbuat dari perunggu di daerah Sempaga, Sulawesi Selatan. 

Menurut ciri-cirinya, arca Sempaga memperlihatkan langgam seni arca Amarawati dari India Selatan. Arca sejenis juga ditemukan di daerah Jember, Jawa Timur dan daerah Bukit Siguntang Sumatra Selatan. Di daerah Kota Bangun Kutai, Kalimantan Timur, juga ditemukan arca Buddha. Arca Buddha itu memperlihatkan ciri seni area dari India Utara. Kalau begitu kapan kebudayaan Hindu-Buddha dari India itu masuk ke Kepulauan Indonesia?

Terdapat berbagai pendapat mengenai proses masuknya Hindu-Buddha atau sering disebut Hindunisasi. Namun, sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat mengenai cara dan jalur proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha di Kepulauan Indonesia.

**

Sumber Referensi: 

Sejarah Indonesia / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.


Label:

05/07/2022

Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia


Coba kalian cermati banyaknya suku bangsa di Indonesia memunculkan keberagaman bahasa daerah, dan kebudayaan yang berlaku dalam praktek-praktek kehidupan sehari-hari. Bayangkan saja ada lebih dari 500 suku bangsa Indonesia, sungguh merupakan kekayaan bangsa yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun demikian kekayaan ini akan menjadi masalah jika kita tidak pandai mengelola perbedaan yang ada. Tentu ini berkaitan pula dengan asal mula kedatangan suku bangsa dan kapan mereka datang? Oleh karena itu penting untuk mengetahui bagaimana proses dan dinamika nenek moyang Indonesia sehingga terbentuk keragaman budayanya. Untuk itu kamu harus mempelajarinya, agar kita bisa saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan yang ada.

Menurut Sarasin bersaudara, penduduk asli Kepulauan Indonesia adalah ras berkulit gelap dan bertubuh kecil. Mereka mulanya tinggal di Asia bagian tenggara. Ketika zaman es mencair dan air laut naik hingga terbentuk Laut Cina Selatan dan Laut Jawa, sehingga memisahkan pegunungan vulkanik Kepulauan Indonesia dari daratan utama. Beberapa penduduk asli Kepulauan Indonesia tersisa dan menetap di daerah-daerah pedalaman, sedangkan daerah pantai dihuni oleh penduduk pendatang. Penduduk asli itu disebut sebagai suku bangsa Vedda oleh Sarasin. Ras yang masuk dalam kelompok ini adalah suku bangsa Hieng di Kamboja, Miaotse, Yao-Jen di Cina, dan Senoi di Semenanjung Malaya.

Beberapa suku bangsa seperti Kubu, Lubu, Talang Mamak yang tinggal di Sumatra dan Toala di Sulawesi merupakan penduduk tertua di Kepulauan Indonesia. Mereka mempunyai hubungan erat dengan nenek moyang Melanesia masa kini dan orang Vedda yang saat ini masih terdapat di Afrika, Asia Selatan, dan Oceania. Vedda itulah manusia pertama yang datang ke pulau-pulau yang sudah berpenghuni. Mereka membawa budaya perkakas batu. Kedua ras Melanesia dan Vedda hidup dalam budaya mesolitik.

Pendatang berikutnya membawa budaya baru yaitu budaya neolitik. Para pendatang baru itu jumlahnya jauh lebih banyak daripada penduduk asli. Mereka datang dalam dua tahap. Mereka itu oleh Sarasin disebut sebagai Proto Melayu dan Deutro Melayu. Kedatangan mereka terpisah diperkirakan lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

1. Proto Melayu 

Proto Melayu diyakini sebagai nenek moyang orang Melayu Polinesia yang tersebar dari Madagaskar sampai pulau-pulau paling timur di Pasifik. Mereka diperkirakan datang dari Cina bagian selatan. Ras Melayu ini mempunyai ciri-ciri rambut lurus, kulit kuning kecoklatan-coklatan, dan bermata sipit. Dari Cina bagian selatan (Yunan) mereka bermigrasi ke Indocina dan Siam, kemudian ke Kepulauan Indonesia. Mereka itu mula-mula menempati pantaipantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat. Ras Proto Melayu membawa peradaban batu di Kepulauan Indonesia. Ketika datang para imigran baru, yaitu Deutero Melayu (Ras Melayu Muda). Mereka berpindah masuk ke pedalaman dan mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat huniannya. Ras Proto Melayu itu pun kemudian mendesak keberadaan penduduk asli. Kehidupan di dalam hutan-hutan menjadikan mereka terisolasi dari dunia luar, sehingga memudarkan peradaban mereka. Penduduk asli dan ras proto melayu itu pun kemudian melebur. Mereka itu kemudian menjadi suku bangsa Batak, Dayak, Toraja, Alas, dan Gayo.

Kehidupan mereka yang terisolasi itu menyebabkan ras Proto Melayu sedikit mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu maupun Islam dikemudian hari. Para ras Proto Melayu itu kelak mendapat pengaruh Kristen sejak mereka mengenal para penginjil yang masuk ke wilayah mereka untuk memperkenalkan agama Kristen dan peradaban baru dalam kehidupan mereka. Persebaran suku bangsa Dayak hingga ke Filipina Selatan, Serawak, dan Malaka menunjukkan rute perpindahan mereka dari Kepulauan Indonesia. Sementara suku bangsa Batak yang mengambil rute ke barat menyusuri pantai-pantai Burma dan Malaka Barat. Beberapa kesamaan bahasa yang digunakan oleh suku bangsa Karen di Burma banyak mengandung kemiripan dengan bahasa Batak.


2. Deutero Melayu 

Deutero Melayu merupakan ras yang datang dari Indocina bagian utara. Mereka membawa budaya baru berupa perkakas dan senjata besi di Kepulauan Indonesia, atau Kebudayaan Dongson. Mereka seringkali disebut juga dengan orang-orang Dongson. Peradaban mereka lebih tinggi daripada rasa Proto Melayu. Mereka dapat membuat perkakas dari perunggu. Peradaban mereka ditandai dengan keahlian mengerjakan logam dengan sempurna.  Perpindahan mereka ke Kepulauan Indonesia dapat dilihat dari rute persebaran alat-alat yang mereka tinggalkan di beberapa kepulauan di Indonesia, yaitu berupa kapak persegi panjang. Peradaban ini dapat dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur. Dalam bidang pengolahan tanah mereka mempunyai kemampuan untuk membuat irigasi pada tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka ciptakan, dengan membabat hutan terlebih dahulu. Ras Deutero Melayu juga mempunyai peradaban pelayaran lebih maju dari pendahulunya karena petualangan mereka sebagai pelaut dibantu dengan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan. Perpindahan ras Deutero Melayu juga menggunakan jalur pelayaran laut. Sebagian dari ras Deutero Melayu ada yang mencapai Kepulauan Jepang, bahkan kelak ada yang hingga sampai Madagaskar. Kedatangan ras Deutero Melayu di Kepulauan Indonesia makin lama semakin banyak. Mereka pun kemudian berpindah mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat hunian baru. Pada akhirnya Proto dan Deutero Melayu membaur dan selanjutnya menjadi penduduk di Kepulauan Indonesia. Pada masa selanjutnya mereka sulit untuk dibedakan. Proto Melayu meliputi penduduk di Gayo dan Alas di Sumatra bagian utara, serta Toraja di Sulawesi. Sementara itu, semua penduduk di Kepulauan Indonesia, kecuali penduduk Papua dan yang tinggal di sekitar pulau-pulau Papua, adalah ras Deutero Melayu. 

3. Melanesoid 

Ras lain yang juga terdapat di Kepulauan Indonesia adalah ras Melanesoid. Mereka tersebar di lautan Pasifik di pulau-pulau yang letaknya sebelah Timur Irian dan benua Australia. Di Kepulauan Indonesia mereka tinggal di Papua. Bersama dengan Papua-Nugini dan Bismarck, Solomon, New Caledonia dan Fiji, mereka tergolong rumpun Melanesoid. Menurut Daldjoeni suku bangsa Melanesoid sekitar 70% menetap di Papua, sedangkan 30% lagi tinggal di beberapa kepulauan di sekitar Papua dan Papua-Nugini. Pada mulanya kedatangan Bangsa Melanesoid di Papua  berawal saat zaman es terakhir, yaitu tahun 70.000 SM. Pada saat itu Kepulauan Indonesia belum berpenghuni. Ketika suhu turun hingga mencapai kedinginan maksimal, air laut menjadi beku. Permukaan laut menjadi lebih rendah 100 m dibandingkan permukaan saat ini. Pada saat itulah muncul pulau-pulau baru. Adanya pulau-pulau itu memudahkan mahkluk hidup berpindah dari Asia menuju kawasan Oseania. Bangsa Melanesoid melakukan perpindahan ke timur hingga ke Papua, selanjutnya ke Benua Australia, yang sebelumnya merupakan satu kepulauan yang terhubungan dengan Papua. Bangsa Melanesoid  saat itu hingga mencapai 100 ribu jiwa meliputi wilayah Papua dan Australia. Peradaban bangsa Melanesoid  dikenal dengan paleotikum. 

Pada saat masa es berakhir dan air laut mulai naik lagi pada tahun 5000 S.M, kepulauan Papua dan Benua Australia terpisah seperti yang dapat kita lihat saat ini. Pada saat itu jumlah penduduk mencapai 0,25 juta dan pada tahun 500 S.M. mencapai 0,5 jiwa. Asal mula bangsa Melanesia, yaitu Proto Melanesia merupakan penduduk pribumi di Jawa. Mereka adalah manusia Wajak yang tersebar ke timur dan menduduki Papua, sebelum zaman es berakhir dan sebelum kenaikan permukaan laut yang terjadi pada saat itu. Di Papua manusia Wajak hidup berkelompok-kelompok kecil di sepanjang muara-muara sungai. Mereka hidup dengan menangkap ikan di sungai dan meramu tumbuh-tumbuhan serta akar-akaran, serta berburu di hutan belukar. 

Tempat tinggal mereka berupa perkampungan-perkampungan yang terbuat dari bahanbahan yang ringan. Rumah-rumah itu sebenarnya hanya berupa kemah atau tadah angin, yang sering didirikan menempel pada dinding gua yang besar. Kemah-kemah dan tadah angin itu hanya digunakan sebagai tempat untuk tidur dan berlindung, sedangkan aktifitas lainnya dilakukan di luar rumah. Bangsa Proto Melanesoid terus terdesak oleh bangsa Melayu. Mereka yang belum sempat mencapai kepulauan Papua melakukan percampuran dengan ras baru itu. Percampuran bangsa Melayu dengan Melanesoid menghasilkan keturunan Melanesoid-Melayu, saat ini mereka merupakan penduduk Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

4. Negrito dan Weddid 

Sebelum kedatangan kelompok-kelompok Melayu tua dan muda, negeri kita sudah terlebih dulu kemasukkan orang-orang Negrito dan Weddid. Sebutan Negrito diberikan oleh orang-orang Spanyol karena yang mereka jumpai itu berkulit hitam mirip dengan jenis-jenis Negro. Sejauh mana kelompok Negrito itu bertalian darah dengan jenis-jenis Negro yang terdapat di Afrika serta kepulauan Melanesia (Pasifik), demikian pula bagaimana sejarah perpindahan mereka, belum banyak diketahui dengan pasti. Kelompok Weddid terdiri atas orang-orang dengan kepala mesocephal dan letak mata yang dalam sehingga nampak seperti berang; kulit mereka coklat tua dan tinggi rata-rata lelakinya 155 cm. Weddid artinya jenis Wedda yaitu bangsa yang terdapat di pulau Ceylon (Srilanka). Persebaran orang-orang Weddid di Nusantara cukup luas, misalnya di Palembang dan Jambi (Kubu), di Siak (Sakai) dan di Sulawesi pojok tenggara (Toala, Tokea dan Tomuna).

Periode migrasi itu berlangsung berabad-abad, kemungkinan mereka berasal dalam satu kelompok ras yang sama dan dengan budaya yang sama pula. Mereka itulah nenek moyang orang Indonesia saat ini. Sekitar 170 bahasa yang digunakan di Kepulauan Indonesia adalah bahasa Austronesia (Melayu-Polinesia). Bahasa itu kemudian dikelompokkan menjadi dua oleh Sarasin, yaitu Bahasa Aceh dan bahasa-bahasa di pedalaman Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Kelompok kedua adalah bahasa Batak, Melayu standar, Jawa, dan Bali. Kelompok bahasa kedua itu mempunyai hubungan dengan bahasa Malagi di Madagaskar dan Tagalog di Luzon. Persebaran geografis kedua bahasa itu menunjukkan bahwa penggunanya adalah pelaut-pelaut pada masa dahulu yang sudah mempunyai peradaban lebih maju. Di samping bahasa-bahasa itu, juga terdapat bahasa Halmahera Utara dan Papua yang digunakan di pedalaman Papua dan bagian utara Pulau Halmahera.

***

Sumber Referensi: Sejarah Indonesia / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Edisi Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.


Label: ,

04/06/2020

Sejarah Singkat PKI di Indonesia

Sebuah peristiwa besar dan penting dalam sejarah Indonesia terjadi. Ketika itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Muso melakukan pemberontakan di Madiun, Jawa Timur. Tepat pada tanggal hari ini, 71 tahun yang lalu, 18 September 1948, Negara Republik Soviet Indonesia dideklarasikan oleh Musso, dengan dukungan mantan Menteri Pertahanan, Amir Sjariffudin, di Madiun.


Menyikapi hal tersebut, Soekarno memerintahkan untuk memberantas semua pemberontakan yang terjadi di Madiun. Puncak dari peristiwa ini adalah tewasnya Musso dalam baku tembak, sementara sebelas pemimpin puncak PKI lainnya dieksekusi mati.Tahun 1948, setelah 22 tahun berada di Moskow, Musso pulang ke Indonesia bersama Suripno, Dubes RI di Praha. Musso yang sebelumnya yang tidak bisa pulang ke Tanah Air, meminta tolong kepada Suripno dengan menyamar sebagai sekretarisnya. Ia membawa misi baru dari Moskow.

Awal Agustus, mereka berdua tiba di Yogyakarta dan diterima oleh Soekarno, di Istana Gedung Yogyakarta. Pertemuan dua sahabat lama--Musso dan Soekarno adalah teman satu kos di rumah Tjokroamionoto, Surabaya--yang cukup mengharukan. Setelah cukup lama berbincang tentang gerakan kiri di dunia internasional dan bersenda gurau mereka pun undur diri. Sebelum berpisah, Sukarno minta supaya Musso membantu memperkuat negara dan melancarkan revolusi, selain juga memberikan buah tangan dari buku karyanya, Sarinah.

Musso menjawab: “Itu memang kewajiban saya. Ik kom hier om orde te scheppen! (Saya datang di sini untuk menciptakan ketertiban).” Menurut Harry A. Poeze dalam buku jilid keempat dari seri Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia ini, “kalimat terakhir itu yang diucapkan dalam bahasa Belanda mengandung sasmita yang buruk”.

Misi yang dibawa Musso ke Indonesia adalah sebuah resolusi yang dikenal dengan nama "Jalan Baru untuk Republik Indonesia" dengan meleburkan tiga partai bermahzab Marxisme-Leninisme (Partai Komunis Indonesia, Partai Buruh Indonesia, dan Partai Sosialis) yang kemudian akan memimpin revolusi proletariat dalam sebuah pemerintahan front nasional.

Untuk unjuk kekuatan Musso kemudian menggelar rapat raksasa di Yogyakarta dan membentuk organisasi Front Demokrasi Rakyat (FDR), melontarkan pentingnya pergantian kabinet presidensil menuju kabinet front persatuan. Ia juga menyerukan kerjasama dengan soviet untuk mematahkan blokade Belanda. Selain itu, untuk menyebarkan gagasannya Musso melakukan safari  ke daerah-daerah di Jawa, seperti Solo, Kediri, Jombang, Bojonegoro, Puerwodadi, dan Wonosobo. Namun di tengah safari tersebut, peristiwa Madiun meletus.

Pecahnya Peristiwa Madiun sebenarnya didahului oleh renteten peristiwa antara di Madiun dan Solo dengan terbunuhnya Kolonel Soetarto dari Komando Pertempuran Panembahan Senopati (PPS). Tuduhan pelakunya kemudian dialamatkan kepada Divisi Siliwangi yang saat itu hijrah dari Jawa Barat dan bermarkas di Solo.

Pasca tewasnya Soetarto, culik menculik pun terjadi dan jalan damai tidak dapat ditempuh antar kedua belah pihak. Ketegangan kian memuncak ketika pemimpin sayap Gerakan Revolusi Rakyat (GRR) lewat pemimpin sayap militernya, dr Muwardi dibunuh dan jenazahnya tidak diitemukan. GRR dalam hal ini kemudian memuding FDR sebagai pelakunya.

D.N. Aidit dalam bukunya Konfrontasi Peristiwa Madiun 1948 - Peristiwa Sumatera 1956, dikutip dari Tirto kemudian menuliskan; “Sesudah penculikan-penculikan dan pembunuhan-pembunuhan di Solo yang diatur dari Yogyakarta, keadaan di Madiun menjadi sangat tegang sehingga terjadilah pertempuran antara pasukan-pasukan dalam Angkatan Darat yang pro dan yang anti penculikan dan pembunuhan-pembunuhan di Solo, yaitu pertempuran pada tanggal 18 September 1948 malam,” tulis Aidit.

Menurut Aidit, peristiwa di Solo adalah settingan dari Hatta yang lalu berbuntut pada ketegangan di Madiun. Sebagaimana diketahui, Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai wakil presiden sekaligus perdana menteri merasa diperlemah oleh gerakan Musso.

Tidak seperti Musso yang memilih untuk menginduk ke Rusia, Hatta memilih untuk mencapai Indonesia merdeka secara seluruhnya dengan cara membuka perundingan. Lain dari itu ia juga tak tertarik dengan konflik Internasional Amerika-Rusia. Ketegangan di Solo kemudian menjalar di Madiun, hingga pecahlah konflik bersenjata yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Madiun.

Pada 18 September, Soemarsono, Komandan Pasukan Brigade 29, yang pro terhadap PKI melucuti dan menawan 350 Prajurit Siliwangi di Madiun  yang juga diikuti dengan penjarahan, tembak-menembak, dan kepanikan penduduk.

Berita itu sampai di Yogyakarta pada petang harinya. Soekarno pun memerintahkan militer untuk mengambil tindakan tegas; pemberontakan harus ditumpas. Hatta juga menegaskan, “Het is nu een zaak van leven of dood. Er op of er onder” (Sekarang soalnya hidup atau mati. Menang atau kalah). Setelah mempreteli pasukan FDR di yogya, pasukan Siliwangi kemudian datang dan menumpas kekuatan di Madiun, hingga upaya kelompok Komunis di Madiun gagal total.

Dikutip dari Historia, penyebab utamanya karena tak adanya dukungan rakyat. Pilihan kepada rakyat untuk memilih Sukarno atau Musso kemudian dimenangkan oleh Sukarno. Musso, dengan kata-katanya yang pedas, telah menjauhkan dirinya dari kalangan Islam dan GRR. Ia kemudian terbunuh pada 31 Oktober 1948 setelah melarikan diri.Hingga akhir hayatnya Musso gagal menciptakan ketertiban sebagaimana pernah ia ucapkan kepada Soekarno. Revolusi telah memakan anaknya sendiri.

***
sumber: dikutip dari berbagai artikel

Label: , ,

27/12/2019

Pengaruh Islam dalam Kebudayaan Cina



Negara China atau Tiongkok memiliki tradisi dan kebudayaan yang unik. Cina dengan jumlah penduduk yang terpadat di dunia yang, 147 orang per km persegi atau hampir 2 miliar penduduk  membuat tradisi dan kebudayaan semakin menguat.

Masyarakat China memiliki tradisi dan budayanya sendiri, yang bisa kita amati antara lain seperti kaligrafi, makanan, gaya berpakaian, bahasa, dan lainnya.

Terlepas itu, yang jarang diketahui orang, kebudayaan Islam mempunyai pengaruh dan kedudukan yang penting dalam kebudayaan Cina. Hal ini karena Islam pernah memberi sumbangan besar terhadap perkembangan sains dan teknologi negeri itu. Diantaranya adalah kalender yang diciptakan oleh umat Islam dan pernah digunakan di Cina dalam waktu yang panjang.

Selain itu ada alat pandu arah angkasa yang dicipta oleh seorang ahli ilmu falak yang bernama Zamaruddin pada Dinasti Yuan sangat popular di Cina. Ilmu matematika yang dikembangkan dari Arab telah diterima oleh orang Cina. Ilmu perobatan Arab juga menjadi sebagian ilmu perobatan Cina.

Umat Islam juga terkenal dengan pembuatan meriam di Cina, Dinasti Yuan menggunakan sejenis meriam yang dikenali sebagai meriam etnik Huizu yang dicipta oleh orang Islam Cina. Yang jelas, Islam tidak bisa dipisahkan begitu saja di negeri itu. 

Berdasarkan hasil penelitiannya, para ilmuan barat seperti W. Montgomery Watt, Marshall G.S Hodgson, dan John Obert Voll, menyimpulkan bahwa rahasia dibalikdaya hidup umat islamdan kegigihan mereka dalam mengambil peran-peran sosial tersebut disebabkan oleh kesadaran terhadap misi ketuhanan.

Kesadaran ketuhanan itu pada gilirannya membentuk sikap hidup umat islam untuk senantiasa bersikap positif, aktif dan kreatif terhadap dunia dan permasalahan manusia.

Cina adalah sebuah negara yang tidak percaya akan adanya Tuhan. Oleh karena itu didutuhkan seorang da’i untuk berdakwah di negara tersebut.

Menurut catatan resmi dari Dinasti Tang, (618-905M), dan catatan serupa dalam buku A Brief Study of the Introduction of Islam to China karya Chen Yuen, bahwa Islam mulai datang ke negeri itu sekitar tahun 30H atau 651M (kurun ke 7 Masehi) melalui melalui satu utusan yang dikirim oleh Khalifah Usman bin Affan (memerintah kira-kira 12 tahun (23-35H/644-656M).

Saad kemudian menetap di Guangzhou dan ia mendirikan Masjid Huaisheng yang menjadi salah satu tonggak sejarah Islam paling berharga di Cina. Masjid ini, kini menjadi masjid tertua yang ada di daratan Cina dan usianya sudah melebihi 1300 tahun.

Penduduk Islam tinggal di merata tempat di seluruh Cina, terutama di bagian barat laut Cina, termasuk provinsi Gansu, Qinghai, Shanxi, wilayah otonomi Xinjiang dan wilayah otonomi Ningxia.Dakwah Saad bin Abi Waqqas di Cina dapat dibilang berhasil hal ini dapat dibuktikan dengan peradaban dan kebudayaan Islam yang diterima dan sangat berpengaruh terhadap kebudayaan Cina.

*dikutip dari berbagai sumber

Label: ,

02/10/2019

Kebudayaan Indonesia yang Mendunia


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, dengan populasi lebih dari 258 juta jiwa pada tahun 2016. Dengan jumlah penduduk yang tentunya lebih dari 258 juta jiwa dimana mereka tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan.

Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi.

Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah kekayaan yang ada di bumi Indonesia. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi.

 Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan, saling mengisi, dan ataupun berjalan secara paralel. Misalnya kebudayaan keraton atau kerajaan yang berdiri sejalan secara paralel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat tertentu. 

Dalam konteks masa kini dapat ditemui bagaimana kebudayaan masyarakat urban dapat berjalan paralel dengan kebudayaan rural atau pedesaan, bahkan dengan kebudayaan berburu meramu yang hidup jauh terpencil.

Sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya kita turut bangga denga kebudayaan yang telah ada di negara tercinta ini, dan sudah selayaknya ingin mewarisi budaya ini dengan mempelajarinya agar tidak kalah dengan warga negara asing yang justru sangta menghargainya. Berikut dapat kita simak warisan-warisn budaya Indonesia yang mendunia berikut ini.

1. Wayang


Wayang merupakan seni pertunjukan yang dimainkan oleh seorang dalang dan biasanya diiringi musik gamelan dan suara merdu soerang pesinden. Kisah yang diceritakan dalam lakon pewayangan biasanya berkisar tentang kisah para punakawan seperti Petruk, Semar, bagong, dan Gareng.

Wayang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dari bangsa Indonesia pada tahun 2003 dan telah dikenal luas oleh masyarakat dunia. Bahkan kini sudah banyak orang asing yang turut mempelajari kesenian yang berasal dari tanah Jawa ini, biasanya para Wara Negara Asing (WNA) yang tertarik dengan kesenian ini akan tinggal didaerah tertentu menuntut ilmu kesenian wayang sebagai mahasiswa atau langsung pada seorang dalang terkenal dan mumpuni.


2. Angklung

Angklung merupakan alat musik kesenian tradisional dari Jawa Barat bernada ganda yang dimainkan dengan cara digoyangkan
lat musik Angklung Indonesia telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari World Heritage pada 19 Januari 2011. Sertifikat pun diserahkan oleh mantan Duta Besar RI untuk UNESCO, Tresna Dermawan Kunaefi kepada Menteri Pendidikan Nasional pada masa itu, yaitu Muhammad Nuh.

Selain menjadi warisan budaya alat musik Indonesia yang digemari oleh sebagian besar kalangan Angklung pun ternyata digemari di luar negeri, negara-negara seperti Korea, Jepang, dan Malaysia telah mengenalkan angklung pada anak-anak usia sekolah di negara mereka masing-masing.

3. Keris


Keris adalah  senjata tradisional dari Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan magis atau supranatural. Keris biasanya digunakan oleh para anggota kerajaan sebagai senjata pusaka yang dituakan. Keris sendiri telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9, keris terbuat  dari logam berkualitas, bahkan untuk keris kuno, banyak ditemukan terbuat dari bahan logam meteor yang jatuh kebumi. Menurut para peneliti keris kuno seridaknya  mengandung unsur logam titanium, suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan untuk  luar angkasa . Gagang keris sendiri biasanya terbuat dari tulang belulang, kayu, ataupun tanduk binatang.UNESCO juga mengakui Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005.

4.Tari Saman

Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat daerah setempat. Syair yang digunakan dalam tarian Saman menggunakan campuran bahasa Arab dan bahasa Gayo Dalam beberapa referensi menyebutkan bahwa tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari daerah Gayo di Aceh Tenggara.

Tarian saman termasuk menjadi salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya tanpa adanya pergeseran dan liak-liuk anggota tubuh lain dan kaki, penamaan dari gerakan pada tarian saman ini ada guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua nama gerakan tari saman dalam bahasa Gayo) 

Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi diakui dan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak UNESCO, pada Sidang akbar tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota delegasi dari 69 negara, LSM internasional, pakar budaya dan media di Bali pada 22 – 29 November 2011

5. Reog Ponorogo

Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Timur, Reog Ponorogo adalah salah satu kesenian tradisional yang berupa tarian yangsampai saat ini masih terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat. Sebagai daerah yang terkenal sebagai kota asal reog ponorogo gerbang kota ini dihiasi oleh dua sosok yang biasanya tampil dalam pertunjukan reog, yaitu sosok Warok dan Gemblak.

Dalam pementasan Reog Ponorogo tidak ada skenario tarian yang pasti dan paten, biasanya seniman reog mementaskan berdasarkan aadegan yang telah dipelajarinya dengan tambahan gerak mengayun-ayunkan bagian kepala reog, kadang kala pementasan reog juga mengikutsertakan para penonton, pemain reog kadangkala berinteraksi dengan penonton, tentu saja dengan selalu memperhatikan intruksi dari pemain dan dalang.

Kepuasan dari penonton adalah hal wajib dalam pementasan reog, adegan  demi adegan dipentasakan dengan apik oleh penari reog seperti adegan singa barong yang merupakan adegan yang sangat disukai oleh penonton, adegan ini berupa pemain reog memakai topeng berbentuk kepal singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak, yang beratnya bisa mencapai 50-60 kilogram. pertunjukan reog menggunkan topeng yang dibawa oleh penarinya menggunakan gigi. Selain membutuhkan latihan dan fisik yang kuat, dipercaya juga kekuatan membawa beban oleh seorang penari reog didapat ari latihan spiritual berupa puasa danbertapa.

6. Tari Kecak

Tari kecak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bali, tarian ini juga biasa disebut juga sebagai tari “cak” atau tari api. Tari kecak adalah sebuah tarian yang biasanya dibawakan sebagai sendratari yang dipertunjukan massal dan tari hiburan yang didalamnya terdapat unsur drama. penggolongan tari kecak sebagai sendratari karena dari keseluruhan pertujukan tari kecak akan menggambarkan seni peran dari cerita pewayangngan seperti memerankan tokoh rama dan Sinta. Tari ini juga khusus digunakan untuk sebuah ritual keagamaan masyarakat Hindu di Bali.

Tarian yang juga diangggap sebagai pemujaan dan upacara keagamaan, tari kecak juga sakral dengan mempertontonkan kekebalan fisik para penarinya yang tidak terbakar api. tidak seperti tari tradisional lainnya, atri kecak menggunkan teriakan berbunyi “cak cak ke cak cak ke” sebagai musik pengiring sehingga tari ini besar dengan nama tari kecak.

7. Tari Barong dari Bali

Salah satu pertunjukan tari yang sangat terkenal dari nusantara adalah tari barong yang berasal dari bali. barong sendiri adalah tarian khas bali yang sudah ada sejak peradaban kebudayaan pra hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebaikan melawan kebathilan, Barong sebagai lambang kebaikan melawan rangda yang merupakan simbol kejahatan.

8. Sendra Tari Ramayana

Sendratari ramayana merupakan gabungan dari pementasan tari dan juga pementasan drama tanpa dialog, tarian ini diangkat dari kisah pewayangan ramayana. Sendratari ramayana pertama kali dipentaskan pada tahun 1961 di Candi prambanan pada setiap hari selasa, kamis, dan sabtu. pementasanya sangat artistik karena berada di panggung terbukan dengan panorama candi prambanan.

9. Tari Pendet

Tari pendet pendet semula adalah sebuah tarian yang dibawakan oleh seorang wanita yang dipertunjukan sebagai kegiatan pemujaan di pura, hingga pada akhirnya tari pendet mulai berkembang sangat pesat dan dijadikan sebuah tari yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Seriring dengan perkembangan jaman, tari pendet yang tadinya merupakan simbol penyambutan terhadap dewata semakin berkembang menjadi sebuah tarian penyambutan untuk tamu sebagai ucapan selamat datang.

10. Batik

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang terkenal di manca negara, setiap orang di Indonesia paling tidak memiliki pakaian batik dalam lemarinya, sebagai persiapan untuk menghadiri berbagai acara-acara formal. Batik sendiri dihasilkan dari cara yang sangat unik yaitu menuliskan lilin panas ke atas kain menggunakan canting. batik sudah dikenal sejak kerajaan majapahit dan terus berkembang hingga saat ini dengan berbagai macam motif dan kreasi.

Demikianlah contoh kebudayaan Indonesia yang sudah mendunia. Semoga bermanfaat.

Label:

10/09/2019

Sejarah Berdirinya ASEAN dan Peranan Indonesia

Sejarah Berdirinya ASEAN


Asean merupakan singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Jika dalam bahasa Indonesia ASEAN disebut sebagai perhimpunan bangsa-bangsa yang terletak di Asia. Sejarah awal berdirinya ASEAN adalah pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand melalui deklarasi Bangkok.
Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina menyetujui terbentuknya ASEAN (Association of South East Asia Nation). Sejatinya ada beberapa persamaan yang melatar belakangi dibentuknya organisasi ini yakni :
  • Negara-negara Asia Tenggara memiliki persamaan Geografis yakni berbatasan utara dengan Republik Rakyat Cina, berbatasan selatan dengan samudera hindia, berbatasan timur dengan samudera pasifik, dan berbatasan barat dengan teluk bengala dan anak benua India.
  • Bangsa-bangsa di Asia Tenggara memiliki persamaan ras mongoloid dan memiliki kebudayaan dasar melayu austronesia.
  • Pernah mengalami penjajahan beberapa diantaranya yakni oleh bangsa Portugis, Belanda, Perancis, dan Inggris yang datang ke Asia Tenggara melalui jalur perdagangan laut. Hanya Thailand, Negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami Penjajahan.
  • Memiliki persamaan kepentingan dalam memajukan negaranya.
Kelima Negara yang masing-masing diwakili oleh Menteri Luar Negeri yang memprakarsai terbentuknya ASEAN melakukan diskusi tanggal 5-8 Agustus 1967 untuk membicarakan terbentuknya ASEAN dan berakhir dengan kesepakatan penandatanganan deklarasi Bangkok yang menjadi tanda telah resmi berdiri suatu organisasi regional baru di kawasan Asia tenggara. Perwakilan Menteri Luar Negeri tersebut yakni :
  1. Adam Malik perwakilan Menteri Luar Negeri Indonesia
  2. Rajaratnam perwakilan Menteri Luar Negeri Singapura
  3. Tun Abdul Razak perwakilan Menteri Luar Negeri Malaysia
  4. Narcisco Ramos perwakilan Menteri Luar Negeri Thailand
  5. Thanat Koman perwakilan Menteri Luar Negeri Filipina
Berikut isi dari deklarasi Bangkok yang merupakan tujuan dari dibentuknya ASEAN:
  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan kebudayaan, dan memajukan kehidupan sosial kawasan Asia Tenggara.
  2. Menjaga stabilitas regional dan meningkatkan perdamaian.
  3. Dalam bidang ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, administrasi, dan teknik akan ditingkatkan dalam kerja sama dan saling membantu antar kepentingan bersama.
  4. Berupaya menjalin kerja sama yang solid meski telah ada organisasi regional dan internasional lainnya.
  5. Dalam bidang pendidikan, latihan, dan penelitian kawasan Asia Tenggara akan ditingkatkan dalam kerja sama.
Pada awal dibentuknya ASEAN tidak semua Negara ikut bergabung. Negara-negara tersebut satu persatu bergabung. Uruta waktu kelima Negara lainnya bergabung yakni :
  1. Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1987 satu minggu setelah mereka dinyatakan merdeka.
  2. Vietnam bergabung pada 28 Juli 1995.
  3. Laos dan Myanmar bergabung bersamaan pada 23 Juli 1997.
  4. Kamboja bergabung pada 16 Desember 1998.
  5. Timor Leste belum dinyatakan resmi bergabung meski telah mengikuti beberapa kegian dari ASEAN.
Piagam ASEAN
Demi menjaga keberlangsungan organisasi dan dapat survive di tengah arus globalisasi yang kian deras. ASEAN melakukan banyak perubahan untuk kesejahteraan Negara-negara anggota. Setelah resmi didirikan melalui deklarasi Bangkok, maka pada ASEAN pun memiliki Piagam ASEAN atau ASEAN Charter dengan tujuan untuk mengubah ASEAN yang semula hanya berupa asosiasi regional menjadi asosiasi internasional dengan landasan hukum yang kuat, aturan-aturan yang absolut, dan struktur organisasi yang efektif serta efisien. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN di Singapura tanggal 20 November 2007 dilaksanakan penandatanganan Piagam ASEAN oleh sepuluh negara anggota ASEAN. Melalui UU No. 38 Tahun 2008 Indonesia meratifikasi Piagam ASEAN.
Berikut adalah prinsip-prinsip dasar dalam Piagam ASEAN :
  • Seluruh Negara anggota ASEAN berupaya untuk saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaaraan, integritas wilayah dan identitas nasional.
  • Menjalankan komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan keamanan, perdamaian, dan kemakmuran regional.
  • Segala ancaman, agresi, hingga penggunaan kekuatan atau tindakan illegal yang tidak sesuai dengan hukum internasional akan ditolak.
  • Berupaya memilih cara penyelesaian damai sengketa.
  • Meski merupakan sesame angota Negara ASEAN namun tiap Negara anggota tidak diperkenankan ikut campur dalam masalah internal masing-masing Negara.
  • Menjaga eksistensi nasional tiap Negara anggota agar terbebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan dengan cara menghormati haknya.
  • Hal-hal yang dianggap serius dan memengaruhi kepentingan bersama ASEAN maka akan dilakukan konsultasi.
  • Bersama Negara anggota ASEAN lainnya turut menjunjung tinggi piagam PBB dan hukum internasional.
  • Menekankan nilai-nilai kebersaman dalam keanekaragaman dan semangat persatuan serta menghormati perbedaan budaya, Bahasa, dan agama dari masyarakat ASEAN.
  • Hubungan politik, ekonomi, sosial, budaya eksternal menjadi sentralitas ASEAN.
Layaknya organisasi pada umumnya, ASEAN pun memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan deklarasi Bangkok yakni terdiri dari :
  1. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
  2. Pertemuan Para Menter Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting / AMM).
  3. Pertemuan Menteri-menteri sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting/ SBDMM).
  4. Panitia Tetap ASEAN. (ASEAN Standing Committee/ ASC).
Peranan Indonesia dalam ASEAN
Indonesia merupakan negara terbesar dengan wilayah terluas dan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara. Tak hanya itu, Indonesia pun memiliki andil yang begitu besar dalam ASEAN.
Berikut adalah peranan Indonesia dalam ASEAN :
  1. Dari kelima Negara yang memprakarsai dan mendirikan organisasi ASEAN. Indonesia merupakan salah satunya.
  2. Mendirikan Gedung sekretariat ASEAN di Jakarta.
  3. Indonesia sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN I yakni di Bali.
  4. Kepulauan Riau diperbolehkan oleh pemerintahan Indonesia untuk menyediakan sebagai pusat karantina hewan dan tanaman untuk keperluan ASEAN.
  5. Sepenuhnya mendukung terselenggaranya Masyarakat Ekonomi Asean.
  6. Ikut serta dalam menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
  7. Salah satu penggagas terbentuknya komunitas keamanan ASEAN.
 Sumber: Kutipan dari beberapa artikel

Label:

08/08/2019

Awal Mula Sejarah Berqurban dalam Islam


PADA dasarnya qurban itu bukan dimulai pada masa Nabi Ibrahim, namun sudah ada semenjak masa Nabi Adam A.S. Penyembelihan hewan kurban dilakukan pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setiap tahunnya. Umumnya orang menyembelihnya sesuai dengan tanggal jatuhnya Idul Adha dalam kalender Hijriah. Maka dari itu, sejarah qurban tidak dapat dipisahkan dari zaman sebelum Nabi Ibrahim yang jika diklasifikasikan atau dibagi menjadi tiga, yaitu : zaman Nabi Adam As; zaman Nabi Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Berikut penjelasannya:

1. Zaman Nabi Adam As.

Pada masa ini, qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yaitu bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabil mewakili kelompok petani, sedang Habil mewakili kelompok peternak. Saat itu sudah mulai ada perintah, siapa yang memiliki harta banyak maka sebagian hartanya dikeluarkan untuk qurban.

Sebagai petani si Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasil pertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk kurban, untuk siapa semua itu diqurbankan, padahal waktu itu manusia belum banyak. Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah yang sekarang menjadi napak tilas bagi para jemaah haji.

Buah-buahan  diqurbankan si Qabil yang seorang peternak ,juga hewan ternak  diqurbankan si Habil yang seorang petani, namun kedua orang tersebut mempunyai sifat berbeda. Si Habil mengeluarkan hewan diqurbankan dengan tulus ikhlas. Dipilih hewan yang gemuk dan sehat, dan dia taat terhadap petunjuk ayahnya; Nabi Adam.Berbeda dengan si Qabil, Dia memilih buah-buahan yang jelek-jelek dan sudah afkiran.

Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalah qurban yang dikeluarkan oleh si Habil sementara buah-buahan yang dikeluarkan si Qabil tetap utuh, tidak berkurang. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 :
Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata :
“Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil ” Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa
”.

Kurban si Habil di terima Allah SWT karena dia mengeluarkan sebagian hartanya yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas. Sementara si Qabil mengeluarkan sebagian harta yang jelek-jelek dan terpaksa. Oleh karena kurban tidak diterima Allah.
Baca selengkapnya »

Label: , ,

21/04/2019

Penampilan Orang Aceh Dulu; Kuku dan Keris Memiliki Simbol Sosial



 

ORANG Aceh (bahasa Aceh: Ureuëng Acèh) merupakan sebuah sebutan atau nama bagi suku yang mendiami wilayah pesisir dan sebagian pedalaman Provinsi Aceh, Indonesia. Orang Aceh memiliki beberapa nama lain yang sebelumnya melekat sebagai identitas orang Aceh sebagai sebuah suku yaitu Lam Muri, Lambri, Akhir, Achin, Asji, A-tse dan Atse. Sedangkan, bahasa yang digunakan oleh orang Aceh adalah bahasa Aceh, yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia Barat dan berkerabat dekat dengan bahasa Cham yang dipertuturkan di Vietnam dan Kamboja. Orang  Aceh merupakan keturunan berbagai suku, kaum, dan bangsa yang menetap di tanah Aceh. Pengikat kesatuan budaya suku Aceh terutama ialah dalam bahasa, agama, dan adat khas Aceh.  Oleh karena demikian, tidak ada karakteristik fisik khas pada orang Aceh.

Salah satu hal yang masih mengandung tanda tanya dalam khazanah Aceh adalah mengenai penampilan atau gaya berbusana (pakaian) orang Aceh jaman dulu. Apakah orang Aceh dulu sudah berpenampilan sebagaimana yang dianjurkan dalam Islam? Atau sesuai dengan konsep syariah Islam --seperti yang hendak diterapkan pada warga Aceh di era modern ini, yakni mengikuti kaidah Islam.

Beberapa Sejarahwan yang memiliki perhatian terhadap Aceh mengungkapkan, bahwa Islam sudah ada di Aceh sejak abad 13. Namun demikian, penerapan aturan yang berlandaskan syariat Islam bukanlah sejak masa itu. Seorang ahli berkebangsaan Pranciss, Francois de Vitre, yang datang ke Aceh pada 26 Juli 1602 menggambarkan bagaimana mereka berpakaian dan merias diri. Menurut Francois, orang Aceh dulu kebanyakan orang Aceh mengenakan ikat pinggang yang dililitkan pada tubuh untuk menutupi kemaluan. Sedangkan bagian tubuh lain dibiarkan terbuka.

Sementara para bangsawan dan pedagang juga melilitkan pinggang dengan menggunakan kain katun atau sutera pada tubuh hingga lutut. Mereka juga memakai sejenis topi yang sangat lebar, dengan lengan yang juga lebar dan terbuka di bagian depan. Orang Aceh juga diketahui memiliki kebiasaan unik, yaitu suka memakai sorban.. Sorban itu diikat seperti gulungan sedemikian rupa hingga ujung kepalanya tak tertutup.Dan di pundaknya memakai baju atau rompi dengan lengan yang lebar dan ketat di bagian pergelangannya.Tak lupa juga, sebuah “lunghee” melilit pinggang, pedang panjang di sisi, yang bergantung pada sabuk yang diselempangkan, (Historia.Id).

Selain itu, orang Aceh diketahui memiliki kulit coklat atau kuning dengan hidung yang tidak terlalu mancung (pesek), dan berperawakan cukup tinggi. Bagi laki-laki, mereka memiliki gaya hidup yang mencukur habis kumis dan jenggot mereka. Semua berjalan tanpa alas kaki, dari raja sampai orang paling kere sekalipun.

Baca juga:
Makna Kerah Baju dan Status Sosial

Sementara itu, pejelajah Inggris lainnya, William Dampier pada 1688 memberikan gambaran yang sedikit berbeda. Menurutnya, masyarakat Aceh yang berkedudukan tinggi biasanya memakai celana pendek  dengan kupiah di kepala dari kain wol berwarna merah atau warna lain. Khusus, bagi Bangsawan, mereka memakai sepotong kain sutera yang longgar di atas pundak. Sementara rakyat kecil telanjang dari pinggang ke atas. Mereka juga tidak memakai kaos kaki atau sepatu. Hanya orang kaya yang memakai sandal.

Kuku, Keris dan Status Sosial

Satu hal lain yang jarang kita ketahui, orang-orang Aceh masa lalu juga menjadikan kuku sebagai tanda status sosial. Orang kaya bisa dibedakan dari rakyat biasa lewat kukunya. Seringkali orang kaya membiarkan kuku ibu jari dan kelingkingnya tumbuh panjang. Kuku yang panjang menandakan bahwa mereka tak melakukan pekerjaan kasar dengan tangannya.

Selain kuku, keris juga menjadi simbol kekuasaan bagi pemiliknya. Karena itu, setiap pegawai tidak dapat mengaku dan melaksanakan perintah Raja tanpa keris. Tak hanya itu, para pegawai istana membawa keris kalau  menyambut orang asing untuk mengantar mereka menghadap raja.

Keris  yang dipakai orang Aceh dulu terkenal sangat unik dan khas, di mana mata dan pegangannya terbuat dari logam yang oleh raja dinilai lebih berharga dibanding emas. Sedangkan pegangannya bertakhtakan batu-batu delima. Jika memakai keris sembarangan bisa saja terancam hukuman mati. Ini disebabkan, Keris memiliki nuansa “kesakralan” tersendiri.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai penampilan Orang Aceh dulu. Semoga bermanfaat.

Label: ,